Penerapan K3 dalam Menghadapi Revolusi Industri

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan kata sambutan Menteri Tenaga Kerja Republik Indinesia, Ida Fauziah yang mengingatkan kepada seluruh karyawan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja. Hal tersebut jangan sampai terabaikan. (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto – Peringatan Bulan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus menjadi momen pentingnya K3 bagi para pekerja. Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan kata sambutan Menteri Tenaga Kerja Republik Indinesia, Ida Fauziah yang mengingatkan kepada seluruh karyawan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja. Hal tersebut jangan sampai terabaikan.

“Penerapan K3 dalam menghadapi revolusi industri 4.0 diperlukan strategi pengendalian yang lebih efektif, efisien serta inovatif dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan akibat kerja. Situasi ini tentu meningkatkan kewaspadaan kita akan pentingnya mengantisipasi potensi problem K3 baru,” kata Sadewo, di Halaman Parkir Depo Pelita Sokaraja, Kamis (06/02/2020).

Sadewo mengajak semua upaya harus dilakukan untuk dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja K3 dari tahun lalu.

“Semua karyawan baik di perusahan dan tempat lain harus mematuhi prosedur dan peraturan K3, agar kita capai zero accident. K3 tidak hanya saat berkerja di perusahaan saja namun juga saat berangkat dan pulang kerja. Saya yakin jika semua hal tersebut diatas kita lajukan terus-menerus secara konsisten, budaya K3 yang diinginkan akan tercipta dengan sendirinya dan semua pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dan target, tanpa kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” jelasnya

Penerapan K3 pada revolusi industry 4.0 masih menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi digitalisasi. Perubahan tersebut akan menimbulkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan dan memunculkan jenis-jenis pekerjaan baru dengan pendekatan digital dan IT.

Fenomena ini dapat berdampak pada timbulnya jenis potensi bahaya baru. Oleh karena itu diperlukan strategi pengendalian yang lebih efektif, efisien serta inovatif dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Situasi ini tentu membutuhkan kewaspadaan/kita akan pentingnya mengantisipasi potensi problem K3 baru, sembari terus memastikan agar pekerjaan yang bersifat manual tetap terlindungi keselamatan dan kesehatannya.

Usai memimpin upacara Wakil Bupati Banyumas menyerahkan penghargaan kepada Badan Usaha yang tertib admnistrasi dalam bidang administrasi BPJS ketenagakerjaan yang diberikan kepada Indeso Aroma, RSUD Banyumas dan Rumah Sakit Islam Purwokerto. Selain itu Badan Usaha yang tertib dalam BPJS kesehatan diberikan kepada PT Prima Karya Sarana Sejahtera, Perumdam Satria Purwokerto dan Rumah Sakit Santa Elisabet Purwokerto.

Program K3 Dorong Produktivitas Kerja Karyawan

Untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi suatu perusahaan harus mampu mendapatkan, mengembangakan, mengevaluasi, dan memelihara kualitas dan kuantitas tenaga kerja yang tepat. Salah satu cara memelihara kualitas dan kuantitas tenaga kerja adalah menjamin K3 dilingkungan perusahaan. Karyawan yang terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya akan bekerja lebih produktif dibandingkan mereka yang tidak terjamin keselamatan dan kesehatannya.

Pusparini, Jusuf, dan Budiono (2008) menyatakan bahwa program keselamatan kerja salah satu tujuannya adalah melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktivitas. Hal itu ditegaskan pula oleh Sedamaryanti (2009) bahwa program keselamatan kerja akan meningkatkan produktivitas kerja dari tenaga kerja.

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kerja. Pertama, pengaturan jam kerja, kaitan antara jam kerja dengan produktivitas kerja adalah bahwa kondisi karyawan dapat dipengaruhi oleh kurangnya istirahat yang memadai sehingga mengakibatkan kondisi psikis dan mental menurun.

Kedua, kemudahan menghemat waktu dan efisiensi kerja: (a) Sistem shift yang didukung oleh model upah shift. (b) Kenyamanan kerja. (c) Keamanan kerja. (d) Keselamatan dan kesehatan kerja gaya baru (K3GB).

Setiap perusahaan yang baik dan sehat adalah perusahaan yang selalu memperhatikan kondisi karyawannya. Penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja yang optimal bagi karyawan berhubungan erat dengan produktivitas kerja karyawannya, karena penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu cara memotivasi karyawan untuk meningkatkan produktivitas kerja mereka.

Kecelakaan kerja yang disebabkan dari kelalaian karyawan yang melanggar atau tidak mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan perusahaan, sebaiknya diberikan sanksi yang lebih tegas lagi untuk memberikan efek jera agar karyawan dapat menjadi lebih disiplin dan termotivasi untuk membuat kondisi kerja yang lebih aman yang terhindar dari kecelakaan kerja maupun penyakit yang mungkin muncul akibat kerja.

Pencegahan kecelakaan kerja adalah suatu bagian utama dari fungsi pemeliharaan karyawan. Kondisi fisik karyawan dapat ditinjau melalui penyakit, ketegangan, dan tekanan seperti halnya melalui kecelakaan sebagian besar usaha K3 sedang diarahkan pada pencegahan penyakit yang timbul dari lingkungan tempat kerja lebih-lebih lagi, kesehatan karyawan yang telah mengakibatkan suatu tingkat ketidakhadiran yang tinggi dan produktivitas kerja yang rendah.