Pesona Linggamas Desa Kedungbenda: Wisata Susur Sungai

Daily Banyumas
Wisata Susur Sungai Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. (Sumber: Website Purbalingga)

Kemangkon – Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga memiliki destinasi wisata yang menawan bernama wisata susur sungai. Wisata ini sangat menarik dan menjadi allternatif baru bagi para wisatawan, sambil berperahu menikmati indahnya panorama di sekelilingnya.

Adri selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata Pesona Linggamas Desa Kedungbenda, mengatakan ada paket wisata yang ditawarkan dimulai dari aktivitas susur sungai yang menyusuri sungai sepanjang jalan setapak menggunakan perahu. Selain menyusuri sungai, wisatawan pun dapat mengunjungi congot, yaitu pertemuan arus sungai Klawing dan sungai Serayu, dilansir dari laman resmi Kabupaten Purbalingga.

“Dibanding desa wisata lain, desa Kedungbenda merupakan satu-satunya wisata yang menjual paket menyusuri sungai menggunakan perahu. Saat ini, Dinbudparpora telah membantu dua perahu kayu beserta mesinnya serta peralatan pelampung,” kata Adri.

Dalam wisata ini, wisatawan juga akan diajak ke kampung nelayan, kebun pepaya, dan menikmati kuliner ikan senggaringan dengan khas kupat landannya. Ikan senggaringan sejenis ikan lele namun mempunyai patil 3 dan biasanya hidup di sungai, apabila di goreng rasanya gurih dan lezat. Ikan senggaringan ini adalah ikan lokal Sungai Klawing.

Sepanjang perjalanan, pemandu akan menerangkan sejarah tentang tempat-tempat yang dilalui, sehingga pengunjung selain disuguhkan pemandangan yang indah juga dapat menambah pengetahuan tentang asal usul tempat yang dilewati.

Setiap periode tertentu, di kawasan objek wisata tersebut juga diadakan festival budaya, seperti ruwat bumi, parade perahu, pentas lengger dan bersepeda menuju congot serta beberapa kegiatan tahunan lainnya.

Pengembangan Destinasi Pariwisata

Menurut UU nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, daerah tujuan wisata yang selanjutnya disebut destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang spesifik berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang didalamnya terdapat kegiatan kepariwisataan dan dilengkapi dengan ketersediaan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait (Khusnul, Wilopo & Luchman: 2017).

Menurut Khusnul dkk dalam Sunaryo (2013: 159) menjelaskan bahwa kerangka pengembangan destinasi pariwisata terdiri dari komponen-komponen utama sebagai berikut: (a) Obyek daya tarik wisata (Attraction) yaitu mencakup keunikan dan daya tarik berbasis alam, budaya, maupun buatan/artificial. (b) Aksesibilitas (Accessibility) yaitu mencakup kemudahan sarana dan sistem transportasi. (c) Amenitas (Amenities) yaitu mencakup fasilitas penunjang dan pendukung wisata. (d) Fasilitas umum (Ancillary Service) yang mendukung kegiatan pariwisata. (e) Kelembagaan (Institutions) yang memiliki kewenangan, tanggung jawab dan peran dalam mendukung terlaksananya kegiatan pariwisata.