Panen Perdana Jagung Betras 1 Bersama Babinsa dan PPL Desa Cilopadang Majenang

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto (kiri) turut menghadiri panen perdana Jagung Betras 1 di Desa Cilopadang Majenang, Selasa (5/2). (Foto: Pemkab Cilacap)

Majenang – Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap bersama PT. Benih Citra Asia dan PPL Kecamatan Majenang melakukan panen perdana jagung varietas unggul, pada lahan seluas 2 hektare di Desa Cilopadang Kecamatan Majenang, Selasa (5/2).

Jagung tersebut merupakan varietas Betras 1, yang mampu menghasilkan produktivitas mencapai 13,9 ton per hektar. Adapun volume panen perdana kali ini diperkirakan mencapai 26 ton. Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto, Forkopimcam, Babinsa, serta PPL.

Supriyanto menjelaskan, lahan ini merupakan percontohan pengembangan benih jagung varietas Betras 1. Pada tahap awal, varietas ini dikembangkan pada lahan seluas 2 hektar. Namun melihat hasilmnya yang cukup bagus dan antusiasme petani, maka luasannya akan ditambah.

“Sebelumnya pemerintah mengusulkan lahan untuk pengembangan Betras 1 seluas 2 hektar. Namun melihat antusias petani, luasannya akan ditambah menjadi 2,5 hektar. Kita akan kembangkan pula tanaman varietas unggulan lainnya untuk Melon dan Timun,” jelasnya.

Danramil 13/Majenang, Kapten Inf. Agus Sudarso yang turut hadir dalam panen perdana ini menilai, pengembangan bibit unggul yang didukung bantuan pupuk dari UPT Dinas Pertanian Majenang telah membuahkan hasil panen yang memuaskan.

“Dengan pendampingan Babinsa dan PPL, diharapkan petani makin termotivasi sehingga terus semangat bercocok tanam dalam mencapai swasembada pangan,” katanya.

Budidaya Jagung Dorong Peningkatan Ekonomi

Jagung merupakan sumber karbohidrat terpenting kedua setelah padi, sebagaian besar hasil tanaman digunakan untuk pangan dan pakan ternak. Hal ini didukung oleh berkembangnya sektor peternakan khususnya industri pakan yang membutuhkan bahan baku jagung, serta industri produk makanan olahan yang menyebabkan permintaan jagung dalam negeri semakin meningkat.

Sebagaimana Adisasmita (1994 : 26) mengemukakan bahwa berkembangnya suatu wilayah tercermin dari adanya peningkatan volume ekonomi dari suatu subsistem spatial yang diikuti oleh peningkatan sejumlah komoditi yang dapat digunakan untuk pembangunan daerah tersebut.

Upaya pengembangan sektor pertanian khususnya komoditi jagung mempunyai arti penting dalam pengembangan wilayah karena: (1) dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan pendapatan, (2) mempunyai potensi pemasaran, baik dalam negeri maupun pasar luar negeri (merupakan kegiatan ekonomi yang berorientasi keluar) sehingga peningkatan produksi memberikan peningkatan penerimaan devisa yang dibutuhkan dalam pembiayaan pembangunan, (3) tersedianya bahan baku jagung untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan, sehingga dapat menciptakan kesempatan kerja baru bagi masyarakat, (4) pengembangan perluasan kesempatan kerja dan perbaikan gizi masyarakat.

Pengembangan usaha tani jagung berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan memperluas kesempatan kerja, selain itu juga tumbuh usaha-usaha penunjang seperti usaha penyaluran sarana produksi (bibit, pupuk dan obat–obatan), industri pengeringan jagung, industri rumah tangga (pembuatan keripik jagung), jasa transportasi dan industri pandai besi yang membuat alat–alat pertanian, (Anshar, 2006).