Potensi Wisata yang Dapat Digali dari Desa Papringan

Desa Papringan, adalah desa wisata alam yang terletak di sebelah selatan Sungai Serayu dengan batas-batasnya yaitu Desa Kalisube di sebelah timur, Desa Mandirancan di sebelah barat, dan Desa Binangun di sebelah selatan.

Papringan, Banyumas – Desa Papringan memiliki aset kerajinan batik Banyumasan dimana masyarakat. Terdapat banyak potensi wisata di Desa Papringan kabupaten Banyumas, seperti sumber daya alam yaitu pemandangan alam perdesaan yang sangat kental dengan lahan pertanian yang dikelilingi oleh aliran Sungai Serayu dan sumber air curug krucuk di wilayah Desa Papringan, dekat dengan kota lama banyumas, kesenian lengger banyumasan, nyadran, cowongan, sedekah bumi dan kesenian musik calung banyumasan.

Festival serayu yaitu mengarungi sungai serayu yang dimulai dengan acara mimiti bersih-bersih desa atau sungai oleh penduduk setempat. Sebagai masyarakat yang jeli akan potensi tersebut, tentu saja akan menarik jika sumber daya itu dapat dikemas sebagai desa tujuan wisata. Diharapkan dengan pengembangan potensi alam tersebut akan dapat memajukan pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat.

Bantuan dari berbagai pihak dalam memajukan sentra batik Papringan baik akademisi maupun perbankan belum juga menunjang kemajuan akan desa Papringan menjadi lebih maju dengan pesat. Kurangnya daya dukung sumber daya manusia yang mumpuni, menjadikan galery batik papringan belum juga menunjukan kemajuan pesat seperti galeri batik para pengusaha pribadi. Sebagai kelompok desa perajin batik yang telah melakukan pameran ke berbagai negara seperti batik kimono ke Jepang, bahkan sampai tembus ke club sepak bola Manchester United.

Mewujudkan sentra batik Pringmas, tentu saja kesempatan untuk mengembangkan potensi sumber daya alam di Papringan akan lebih mudah kepada masyarakat umum untuk menjadi desa pariwisata berbasis sentra batik Papringan Banyumas. Papringan bisa menjadi desa batik yang berbeda dengan kota lainnya. Dan bisa dinikmati oleh semua wisatawan bagi dalam negeri maupun manca negara.

Dukungan pemerintah desa sangat mempengaruhi perkembangan organisasi KUB Pringmas. Karena kepala desa akan berpengaruh kuat kepada masyarakat dan perangkat desanya untuk turutberperan serta dalam memperkenalkan usaha batik di desa Papringan kepada masyarakat luas.

Dengan munculnya kesadaran pemerintah desa untuk turut serta bertanggung jawab terhadap perkembangan kelompok yang akan dapat meningkatkan perekonomian desanya, maka segala kegiatan yang timbul baik tantangan, hambatan di KUB bersama-sama dengan masyarakat selalu mengawasi jalannya kegiatan organisasi tersebut. Melalui pembinaan kepala desa untuk bekerja sama dengan berbagai pihak agar memberikan arahan ketua KUB dalam mendongkrak daya saing di kelompoknya.

Peran Pariwisata dalam Mendorong Ekonomi

Pariwisata perdesaan dianggap memiliki kaitan dengan strategi pembangunan yang dapat terus berlangsung dibanyak negara berkembang. Oleh karena sifatnya yang khas, pariwisata perdesaan masuk dalam kategori atau jenis usaha kecil (Gannon,1993).

Kepariwisataanjuga harus menghargai adat istiadat lokal, melestarikan lingkungan hidup dan memberikan dampak nyata positif yang bisa dinikmati warga masyarakat disekitar tempat wisata. Dengan kekhasan masing-masing desa layak untuk dijual dalam kemasan destinasi pariwisata. Setiap desa memiliki keunggulan-keunggulan tertentu yaitu keunikan pola hidup lengkap dengan produk kerajinan, kesenian khas daerah atau desa tersebut.

Menurut Suryono (2004) strategi pada prinsipnya berkaitan dengan persoalan: Kebijakan pelaksanaan, penentuan tujuan yang hendak dicapai, dan penentuan cara-cara atau metode penggunaan sarana-prasarana. Strategi selalu berkaitan dengan 3 hal yaitu tujuan, sarana, dan cara. Oleh karena itu, strategi juga harus didukung oleh kemampuan untuk mengantisipasi kesempatan yang ada. Dalam melaksanakan fungsi dan peranannya dalam pengembangan pariwisata daerah, pemerintah daerah harus melakukan berbagai upaya dalam pengembangan sarana dan prasarana pariwisata.

Sektor pariwisata sangat dimungkinkan karena ketersediaan berbagai potensi pariwisata yang ada serta dukungan pemerintah daerah dalam bentuk regulasi dapat meningkatkan upaya pengembangan yang ada di setiap daerah yang memiliki potensi pariwisata.

Pemerintah Daerah atau Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata juga harus lebih mempromosikan wisata-wisata yang dimiliki seperti wisata budaya dan wisata alam, dengan cara media cetak dan elektronik.

Strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata dibutuhkan dengan adanya kerjasama dengan badan atau organisasi yang terkait dalam meningkatkan pengunjung/wisatawan.