Objek Wisata Goa Lawa Memikat Perhatian

Goa Lawa dan Keindahan di dalamnya. (Sumber: Dinporabudpar)

Karangreja – Pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang melibatkan banyak pihak dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak. Pariwisata tumbuh sebagai bagian dari upaya memanfaatkan kondisi alam maupun sebagai upaya untuk memanfaatkan kekhasan suatu daerah tertentu. Pariwisata terutama di negara sedang berkembang seperti Indonesia umumnya masih mengandalkan keindahan alam dan belum banyak digarap secara profesional terutama dari segi manajemen dan pemasarannya (Inna, 2008).

Di Purbalingga terdapat banyak obyek pariwisata, salah satunya adalah obyek wisata alam Goa Lawa. Rini Soemarno, Menteri BUMN mengaku kagum melihat Objek Wisata Goa Lawa, menurutnya potensi wisata seperti ini harus dikembangkan dengan baik.

“Senang sekali, ternyata sangat menarik dan secara sejarah itu punya makna yang sangat dalam. Menurut saya, ini potensinya sangat tinggi untuk wisata,” kata Rini.

Goa Lawa adalah salah satu obyek wisata alam yang diunggulkan oleh pemerintah daerah setempat. Dilihat dari aspek ilmu geologi, daerah kabupaten Purbalingga ini memiliki tatanan geologi tersendiri, yang jarang dimiliki oleh daerah lainya, yaitu tidak memiliki stalagtit maupun stalagmit. Goa Lawa tidak seperti gua yang biasanya ada di Indonesia yang biasanya berada di lereng bukit dan batuan kapur sehingga akan timbul stalagtit dan stalagmit, Goa Lawa ini memiliki keistimewaan karena di bentuk dari proses pendinginan lava sehingga batuannya keras, hitam dan kuat tanpa menimbulkan stalagtit dan stalagmit.

Karseno SH yang merupakan Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Purbalingga, menyatakan bahwa Goa Lawa memiliki potensi yang unik, maka dari itu harus dikelola secara profesional.

“Potensi objek wisata Goa Lawa sebenarnya sangat besar. Sebab, Goa Lawa menjadi goa salah satu dari sedikit goa vulkanik yang ada di Indonesia. Keunikan itu harus dijadikan daya jual,” ujar Karseno.

Potensi Goa Lawa

Goa Lawa adalah obyek wisata alam yang unik, menarik dan memiliki keistimewaan yaitu terdapat beberapa bagian goa yang memiliki cerita atau mitos di tiap-tiap bagiannya. Untuk menikmati keindahan Goa Lawa wisatawan harus menuruni lubang tanah yang menganga dan menelusuri lorong-lorong. Melewati jalan selebar 1 meter, wisatawan dapat menikmati kelembaban di dalam Goa dan kesejukan mata air yang selalu menetes dari dinding-dinding goa. Disetiap dua atau tiga puluh meter perjalanan menelusuri Goa kita bisa menengok ke atas dan menyaksikan, lubang tanah berdiameter lebar–yang selama ini berfungsi sebagai ventilasi goa. Lubang-lubang itu terbentuk dari proses alam dan bukan merupakan buatan manusia. Semula Goa Lawa terdapat 17 lubang. Saat ini 2 lubang sudah mengalami kerusakan dan mulai menyempit dengan sendirinya (Inna, 2008).

Dilansir dari Dinporabudpar Kabupaten Purbalingga menginformasikan tentang Goa Lawa, Goa yang menyimpan Legenda Islam kuno ini berada di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Goa Lawa terletak di bawah permukaan tanah di lereng Gunung Slamet memiliki panjang 1300 m. Dengan ornament interior alami berupa batuan Goa, aliran air bawah tanah yang mempesona dan aliran hawa sejuk dalam goa. Berikut adalah nama-nama beberapa bagian dalam Goa Lawa: (a) Batu Semar, (b) Waringin Seto, (c) Goa Istana Lawa, (d) Goa Dada Lawa, (e) Batu Keris, (f) Goa Cepet dan (g) Goa Ratu Ayu.