Nanas menjadi Produk Unggulan Desa Siwarak Purbalingga

Daily Banyumas
Produk unggulan Desa Siwarak Kabupaten Purbalingga yaitu Nanas. (Sumber: Dinas Kominfo Kebumen).

Karangreja – Indonesia memiliki beragam perkebunan yang dibudidayakan dan dikembangkan cukup baik untuk dijadikan sumber ekonomi yang menjanjikan. Seperti contohnya perkebunan nanas yang berada di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja yang menjadi penghasil nanas terbesar di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.

Melimpahnya buah nanas di Desa Siwarak membuat warga desa mengambil kesempatan dengan menjadikan buah nanas menjadi produk olahan makanan yang dibuat sekreatif mungkin. Desa Siwarak merupakan salah satu desa di Kecamatan Karangreja yang mayoritas mata pencahariannya sebagai petani nanas.

Selain produk olahan nanas di Desa Wisata Siwarak juga ada produk lain seperti manisan pepaya, manisan cermai, noga kacang, jenang klamud. Bahkan produk makanan khas ini pangsa pasarnya sudah sampai cirebon, indramayu dan kota-kota besar lainnya. Banyaknya home industri menjadikan Desa Wisata Siwarak mempunyai beraneka ragam makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh saat wisatawan berkunjung ke Obyek Wisata Goalawa atau ke Desa Wisata Siwarak, dilansir dari laman resmi Desa Siwarak.

“Hasil perkebunan nanas madu di Desa Siwarak selain dijual langsung dalam bentuk nanas segar, juga di olah menjadi selai, dodol, manisan, cocktail maupun sambel. Semuanya hasil kreatifitas kelompok tani dan kreasi wanita tani Desa Siwarak, Karangreja, Purbalingga. Produk andalan kami kali ini memang nanas madu dan olahan nanas madu. Bahkan produk kelompok tani Desa Siwarak pernah menyabet juara I pada lomba buah tingkat Provinsi Jateng pada tahun 2015,” ucap Yanuar.

Kelompok tani dan wanita tani desa Siwarak berharap, dengan adanya produk olahan nanas ini bisa memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.

Pengembangan Ekonomi Lokal dalam Sektor Perkebunan

Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakat bekerjasama dalam mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan pertumbuhan ekonomi dalam wilayah tersebut. (Etika, Imam dan Romula dalam Mudrajat, 2013).

Untuk meningkatkan pembangunan daerah, pemerintah daerah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggali dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di wilayah tersebut melalui Pengembangan Ekonomi Lokal.

Etika, Romula dan Imam dalam jurnal yang berjudul Pengembangan Ekonomi Lokal dalam Sektor Pertanian menjelaskan beberapa keberhasilan dalam pengembangan ekonomi lokal dapat dilihat dari beberapa indikator, yaitu: 1) perluasan kesempatan bagi masyarakat kecil dalam kesempatan kerja dan usaha; 2) perluasan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan; 3) keberdayaan lembaga usaha mikro dan kecil dalam proses produksi dan pemasaran; dan 4) keberdayaan kelembagaan jaringan kerja kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat lokal.