Potensi Pariwisata Alam Kutawaru Sajikan Keindahan

Potensi wisata alam Kutawaru menjadi sangat menarik sebab memiliki potensi alam yang indah, dikelililingi oleh hutan bakau, pegunungan dan memiliki kekayaan alam laut serta wilayah pertanian. (Foto: Gopink)

Kutawaru, Cilacap – Cilacap berpotensi sebagai kota tujuan wisata atau daerah tujuan wisata, hal ini terbukti dari banyaknya aset-aset wisata yang dimiliki Kabupaten Cilacap serta keanekaragaman budaya yang tidak kalah menarik dengan wilayah-wilayah lain di propinsi Jawa Tengah.

Kutawaru atau yang biasa dikenal Desa Jojok, terletak di sebelah barat kota Cilacap, dapat diakses melalui jalan darat dan menyeberang dengan menggunakan perahu motor via Bengawan Donan. Akses melalui perahu motor dapat ditempuh dari penyeberangan Kali Panas – Kutawaru, Prenca -Alas malang atau Seleko – Lemah Lutik dan Ciperet. Desa ini, tepatnya terletak di sebelah barat kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah dan Tambak Reja Kecamatan Cilacap Tengah, serta di sebelah utara Pulau Nusakambangan.

Daerah ini menjadi sangat menarik sebab memiliki potensi alam yang indah, dikelililingi oleh hutan bakau, pegunungan dan memiliki kekayaan alam laut serta wilayah pertanian. Potensi desa yang sedang dikembangkan selain pertanian, peternakan kambing, juga budi daya Kepiting Soka Lunak, Tambak Udang, Tambak Ikan Bandeng, Kakap Putih, Mujahir dan masih banyak lagi. Selain itu, adanya wisata hutan bakau dan kolam pemancingan ikan dan penyulingan minyak kayu putih juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dari daerah setempat dan kota Cilacap.

Di Desa Kutawaru terdapat industri pengolahan minyak kayu putih yang dilakukan oleh warga setempat dengan binaan program CSR Holcim. Tanaman kayu putih berasal dari lahan perhutani yang berada di Desa Kutawaru sendiri sehingga bahan baku untuk industri pengolahan minyak kayu putih ini tidak ada masalah.

Terdapat juga kolam pemancingan air laut yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung di Desa Kutawaru untuk bersantai. Pengunjung juga dapat melakukan aktivitas di industri batik Kutawaru.

Sosialisasi tentang pariwisata bagi masyarakat di Desa Wisata Kutawaru sangat penting, sebab akan mendorong masyarakat untuk berperan serta membantu pengembangan pariwisata. Masyarakat akan tertarik untuk ikut menunjang pembangunan pariwisata apabila masyarakat telah memahami bahwa akan memperoleh manfaat yang positif. Jika masyarakat sudah beranggapan serta memiliki pemikiran bahwa pariwisata akan bermanfaat baginya, maka dengan sendirinya akan berpartisipasi mengembangkan pariwisata di Desa Wisata Kutawaru yang sesuai dengan kondisi dan kultur masyarakat setempat.

Untuk menjamin supaya pariwisata dapat berkembang secara baik dan berkelanjutan, mendatangkan manfaat bagi masyarakat, serta meningkatkan peran serta masyarakat dan meminimalisasi dampak negative yang mungkin timbul maka pengembangan pariwisata di Desa Wisata Kutawaru dilakukan melalui pendekatan dengan model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Strategi Pengembangan Pariwisata di Daerah Pantai

Berkembangnya pariwisata di suatu daerah akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat, yakni secara ekonomis, sosial dan budaya. Namun, jika pengembangannya tidak di persiapkan dan dikelola dengan baik, justru akan menimbulkan berbagai permasalahan yang menyulitkan atau bahkan merugikan masyarakat, (Damayanti, 2014).

Sesuai dengan yang dikemukakan oleh Suwantoro (2004:56) ada beberapa kebijaksanaan pengembangan pariwisata yang dikenal dengan Sapta Kebijaksanaan Pengembangan Pariwisata. Kebijaksanaan tersebut dapat menjadi strategi dalam penyelenggaraan pengembangan pariwisata yaitu seperti yang dijabarkan dibawah ini.

Promosi pada hakikatnya harus melaksanakan upaya pemasaran. Strategi yang telah diterapkan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga terkait dengan promosi adalah dengan marketisasi melalui internet

Aksebilitas yang dimaksud adalah akses jalan untuk menuju objek pariwisata tersebut. Oleh karena itu pemerintah perlu memperbaiki dan menyediakan akses jalan yang mudah untuk menuju objek pariwisata.

Kawasan pariwisata dikembangkan dengan meningkatkan peran serta pemerintah, masyarakat dan swasta dalam pembangunan. Hal ini berkaitan dengan pengembangan sarana dan perasarana seperti akomodasi, restoran, usaha rekreasi dan hiburan umum, gedung pertemuan, perkemahan, pondok wisata, pusat informasi wisata dan pramuwisata.

Jenis pariwisata pantai menawarkan wisata bahari dengan berbagai macam keindahannya. Pantai Pacitan bahkan sering dikunjungi oleh wisatawan manca negara dengan salah satu tujuannya adalah surfing. Oleh karena itu promosi bahari juga sangat potensial untuk dikembangkan.

Produk wisata yang dimaksud adalah keindahan yang ditawarkan oleh pantai-pantai tersebut dengan berbagai potensinya. Produk wisata juga bisa berarti produk-produk unggulan dan khas dari daerah yang dapat ditawarkan di daerah daya tarik wisata.

Salah satu modal dasar dalam pengembangan pariwisata pantai adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud dapat berupa pramuwisata yang bertugas untuk memberikan jasa pelayanan pariwisata dan juga masyarakat sekitar daerah pariwisata. Wisatawan akan lebih tertarik dan merasa nyaman bersama masyarakat yang ramah terhadap wisatawan.

Melalui optimalisasi peran masing-masing good governance dalam pengembangan daerah pesisir sebagai objek pariwisata pantai diharapkan potensi yang telah tercipta dapat menjadi aset untuk mengupayakan kesejahteraan masyarakat dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Peran masing-masing stakeholder harus berjalan dengan harmoni dan tidak saling merugikan. Setiap kebijakan yang diambil untuk melakukan pengembangan daerah pesisir sebagai objek pariwisata pantai harus merata, sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam pengembangan pariwisata, meskipun tetap ada daftar prioritas pengembangan pariwisata.