Kopi Pesisir Ala Kebumen

Daily Banyumas
Kopi Pesisir di Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen.

Ambal – Hamparan kebun kopi umumnya berada di dataran tinggi. Biasanya biji-biji kopi berkualitas berasal dari kota-kota berhawa sejuk di lereng pegunungan, berbeda dengan di Kebumen, biji kopi berasal dari dataran rendah seperti pesisir pantai. Misalnya saja salah satu desa penghasil kopi pesisir Kebumen yaitu Desa Kucangan, Kecamatan Ambal.

Salah satu petani kopi yang sudah lima tahun mengembangkan kopi pesisir bernama Yuridulloh. Di saat orang-orang kurang memperhatikan kopi pesisir, ia adalah orang pertama yang mengembangkannya.

“Saya mengembangkan kopi berawal dari 20 biji kopi robusta. Kopinya tumbuh subur dan berbuah, dia tumbuh di bawah tegakan pohon kayu,” kata Yuri.

Kopi pesisir memiliki cita rasa dan memiliki karakter serta varian yang nggak kalah khas dari kopi pegunungan. Di Desa Kucangan, Kebumen kita mendapatkan biji kopi terbaik untuk robusta, arabica, liberica java dan excelsa. Untuk kopi liberica misalnya, jika ditanam di pegunungan cenderung rasanya seperti sayur. Namun, jika ditanam di pesisir, bisa saja kopi yang dihasilkan dipengaruhi oleh bau tanah dan aroma nangka.

Saat ini, kopi pesisir Kebumen sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas. Kerja sama pun dilakukan antara Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kebumen dengan petani kopi pesisir untuk mengembangkan kopi tersebut agar lebih mendunia.

Kopi Berpotensi Dorong Perekonomian Lokal

Kopi merupakan produk perkebunan yang mempunyai peluang pasar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kopi sebagai minuman ekstase berkafein yang dalam hal konsumsi menempati peringkat dua dunia, satu tingkat di bawah air putih dan menjadi komoditas utama terbesar ketiga di bawah minyak bumi dan gas.

Prospek pengembangan produk kopi semakin menjanjikan dikarenakan bahan baku untuk pembuatan kopi bubuk merupakan produk unggulan daerah serta ketersediaannya berlimpah. Kopi menjadi salah satu tanaman perkebunan yang paling penting. Pertama dari sisi produksi, tanaman ini merupakan penyokong perekonomian melalui basis produksi bahan mentah dan basis penyerapan tenaga kerja. Kedua dari sisi perdagangan, kopi yang diperdagangkan secara luas dan menjadi komoditas yang paling penting (Siska, Nunung dan Manuntun dalam Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan tahun 2016).