Kebijakan Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Al-Qur’an Pada TK

Pendidikan pada Tk dengan pola pengajaran berbasis Al-Quran.

Baturaden, Banyumas – Mempersiapkan lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak yang bermutu ditentukan oleh berbagai faktor penting. Salah satunya adalah adanya kebijakan kepala Taman Kanak-kanak (TK) terhadap peningkatan mutu pendidikan. Kebijakan sebagaimana diartikan para ahli sebagai arah tindakan yang mempunyai maksud yang ditetapkan oleh seorang atau sejumlah aktor dalam mengatasi suatu persoalan.

Kebijakan diperlukan sebagai bentuk komitmen dan keseriusan sebuah lembaga dalam mengembangkan sekaligus mengatasi berbagai tantangan, problem ataupun hambatan di sebuah lembaga.

Salah satu bentuk kebijakan yang harus mendapat perhatian serius dari sebuah lembaga pendidikan TK di antaranya pengembangan mutu pendidikan berbasis al-Qur’an. Mutu secara khusus dimaknai sebagai suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

Taman Kanak-Kanak yang memiliki kebijakan peningkatan mutu pendidikan berbasis al-Qur’an adalah TK Darul Qur’an al-Karim Karangtengah Baturraden Banyumas.

TK Darul Qur’an al-Karim Karangtengah Baturraden Banyumas yang memiliki visi di tahun 2025 menjadi pusat pendidikan anak usia dini berbasis al-Qur‟an terdepan di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen (Barlingmascakeb), merupakan salah satu lembaga pendidikan berbentuk Taman Kanak-kanak di bawah Yayasan Pondok Pesantren Modern Darul Qur’an al-Karim Karangtengah Baturraden Banyumas.

Menumpuknya jumlah peminat untuk lebih memilih TK Darul Qur’an al-Karim bagi masyarakat sekitar dilatarbelakangi oleh berbagai faktor diantaranya TK Darul Qur’an al-Karim memiliki kekhasan kebijakan peningkatan mutu pendidikan berbasis al-Qur’an yang tidak dikembangkan oleh TK yang lain.

Implementasi kebijakan tersebut juga dilakukan melalui perencanaan secara matang, kontrol mutu, progress program, evaluasi serta perbaikan yang dilakukan secara terus menerus. Semua itu menjadi kebijakan utuh dari kepala sekolah serta pendampingan dari unsur terkait yakni pihak yayasan.

Strategi dalam Meningkatkan Pendidikan Berbasis Al-Qur’an Pada TK

Secara riil TK dengan basis Al-Quran sudah memiliki visi dan misi secara jelas dan terukur sesuai dengan AL-Quran. Visi tersebut menjadi satu cita-cita besar yang harus diraih dalam jangka waktu tertentu. Kejelasan visi misi tersebut menjadikan pemangku kebijakan di TK untuk merumuskan kebijakan dalam meningkatkan mutu pendidikan berbasis Al-Quran, Aziz (2017).

Anggaran pengelolaan pendidikan pada TK basis Al-Quran terbilang dapat cukup kuat. Sebab penganggaran pengelolaan pendidikan secara mandiri akan disuplai oleh yayasan pusat. Sementara yayasan pusat memiliki donatur anggaran yang kuat dan terkelola secara profesional.

Profesionalitas SDM. Seluruh pendidik diarahkan agar berkualifikasi pendidikan S1 bidang pendidikan dan berbagai bidang ilmu yang lain. Profesionalitas pendidik dapat dibentuk melalui workshop mandiri, pelatihan, magang, serta mengikutsertakan setiap guru mengikuti seminar dan organisasi profesi seperti: Himpaudi, Ikatan Guru TK Islam (IGTKI), dan sejenisnya.

Output pengembangan profesionalitas SDM mampu menghasilkan berbagai produk nyata seperti RKM yang sudah terstandar kurikulum terbaru, aneka metode dan strategi pembelajaran, rumusan perencanaan pembelajaran dan sebagainya. Sehingga setiap guru dilarang keras menyampaikan materi basi dan tidak up to date disetiap proses pembelajaran berlangsung.

Penguatan koordinasi antara guru dengan pihak yayasan dan masyarakat. Yayasan sebagai supporting diharapkan untuk melakukan koordinasi sekaligus supervisi secara langsung dengan dewan guru dalam menjalankan kebijakan dan proses pembelajaran. Koordinasi dengan masyarakat juga menjadi aspek penting. Sebab proses pendidikan anak usia dini idealnya melibatkan kerja sama secara konsisten antara pihak sekolah, keluarga dan masyarakat.