Potensi Kader Posyandu dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Gigi Dan Mulut Lansia

Terdapat 7 kelompok posyandu balita pada Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. (Foto: RSGMP UNSOED)

Karanglewas, Banyumas – Terdapat 7 kelompok posyandu balita pada Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Posyandu Pamungkas merupakan satu-satunya posyandu yang terletak di Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas yang masih aktif memberikan pelayanan kesehatan.

Posyandu tersebut merupakan posyandu balita dan lansia dengan jumlah kader sebanyak 5 orang. Selain itu memiliki 1 bidan desa yang juga membawahi 3 dusun secara bersamaan yaitu Dusun Semaya, Dusun Cibun, dan Dusun Sunyalangu sehingga peran bidan dirasakan kurang maksimal oleh Posyandu.

Kegiatan Posyandu Pamungkas Dusun Semaya seharusnya rutin dilakukan setiap bulannya pada tanggal 8 dengan kegiatan menimbang berat badan balita serta pemberian vitamin A. Untuk kegiatan posyandu lansia biasanya terdapat pengecekan tekanan darah walaupun kegiatan posyandu lansia tersebut sudah lama terhenti karena kendala pelatihan kader yang jauh sehingga kader posyandu tersebut enggan mengikuti pelatihan.

Kader Posyandu Pamungkas juga belum pernah mendapatkan penyuluhan dan pelatihan terkait kesehatan gigi dan mulut serta jumlah posyandu aktif dan jumlah kader kesehatan kurang memadai sehingga pendataan kesehatan gigi dan mulut pada lansia menjadi tidak ada.

Optimalisasi Kader Posyandu di Dusun Semaya meliputi pembinaan kader lansia melalui penyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut pada kader posyandu. Pembinaan kader lansia tersebut diharapkan mampu mengaktifkan kembali dan mengoptimalkan kegiatan kesehatan lansia di posyandu di Dusun Semaya.

Pembinaan kader lansia di Dusun Semaya dilakukan dengan pemberian materi kesehatan atau penyuluhan dan pelatihan kader mengenai kesehatan gigi dan mulut, serta dilakukan follow up dengan menguji pengetahuan mereka melalui uji pretest dan posttest. Uji tersebut dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan pengetahuan kader lansia dalam kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Media yang digunakan saat pemberian mater atau penyuluhan antara lain: model gigi, sikat gigi, model gigi tiruan, dan flipchart dengan materi mengenai kesehatan gigi dan mulut.

Peran Posyandu Sebagai Pusat Informasi Kesehatan Ibu dan Anak

Posyandu sudah dikenal sejak lama sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan balita. Kini, Posyandu dituntut untuk mampu menyediakan informasi kesehatan secara lengkap dan mutahir sehingga menjadi sentra kegiatan kesehatan masyarakat.

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelanggraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi ( Departemen Kesehatan RI. 2006).

Tujuan didirikannya Posyandu adalah untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak balita, angka kelahiran agar terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera, Pos pelayanan terpadu (Posyandu) ini merupakan wadah titik temu antara pelayanan professional dari petugas kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya penurunan angka kematian bayi dan angka kelahiran.

Posyandu merupakan wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan. Posyandu mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini. Yang dimaksud dengan nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini yaitu dapat meningkatkan mutu manusia di masa yang akan dating.

posyandu harus penjadi pusat informasi dengan dukungan sisten informasi yang handal. Sistem informasi Posyandu adalah rangkaian kegiatan untuk menghasilkan data dan informasi tentang pelayanan terhadap proses tumbuh kembang anak dan pelayanan kesehatan dasar ibu dan anak yang meliputi cakupan program, pencapaian program, kontinuitas penimbangan, hasil penimbangan dan partisipasi masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan secara tepat guna dan tepat waktu bagi pengelola Posyandu. Oleh karena itu, Sistem Informasi Posyandu (SIP) merupakan bagian penting dari pembinaan Posyandu secara keseluruhan. Pembinaan akan lebih terarah apabila di dasarkan pada informasi yang lengkap, akurat dan aktual, Saepudin., et all (2017).

Manfaat Sistem Informasi Posyandu yaitu sebagai bahan kader Posyandu untuk memahami permasalahan sehingga dapat mengembangkan kegiatan yang tepat dan disesuaikan dengan kebutuhan sasaran dan sebagai bahan informasi yang tepat guna dan tepat waktu mengenai pengelolaan posyandu, agar berbagai pihak yang berperan dalam pengelolaan Posyandu dapat menggunakannya untuk membina posyandu demi kepentingan masyarakat.

Posyandu memiliki peranan penting dalam meningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui proses pelayanan kesehatan. Peran posyandu sebagai agen perubahan sosial berupa perubahan cara pandang masyarakat mengenai kesehatan, terutama kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi penyakit sejak dini, dan masuh banyak keuntungan lain yang menimnulkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap kesehatan. Salah satu peubahan yang paling besar adalah perubahan cara pandang pengobatan dan kesehatan yang tadinya berifat alternative berubah ke pengobatan dan kesehatan medis.