Psikologi UMP Fokuskan Dukungan Psikososial bagi Para Penyintas Bencana

Daily Banyumas
Tim Relawan Psikologi UMP memberi dukungan psikososial pada korban bencana. (Sumber foto: Website UMP)

Kembaran, Purwokerto – Tim Relawan Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memfokuskan dukungan psikososial bagi para penyintas bencana. Masalah psikososial merupakan masalah yang banyak terjadi dimasyarakat. Menurut Yeni (2011) psikososial adalah suatu kemampuan tiap diri individu untuk berinteraksi dengan orang yang ada di sekitarnya.

Pembina Komunitas Psikososial UMP, Dr. Ugung Dwi Ario Wibowo mengungkapkan bahwa komunitas psikososial dibentuk ketika ada permintaan, psikologi UMP sudah memiliki stok relawan yang berpengalaman karna sudah pernah melakukan tugas trauma healing pada bencana alam di Banjarnegara, Lombok, Palu, dan Lampung.

Tugas para relawan Psikososial salah satunya yaitu dengan proses trauma healing yang sifatnya untuk anak-anak seperti mendongeng, bercerita, bermain, game dan seterusnya. Sementara untuk sikologi lansia dilakukan dengan cara mendeteksi apa yang terjadi pada sikologi lansia dan dewasa, terutama dalam hal trauma pasca bencana.

Moto dari kegiatan ini adalah look, listen, and link. Look, yakni melihat pada korban bencana seperti apa. Kemudian listen, mendengarkan setiap keluhan dan apa yang mereka rasakan, dan link, akan dihubungkan dengan orang yang bisa memberikan bantuan.

Ugung juga menjelaskan bahwa setiap mahasiswi yang akan ditugaskan telah memiliki skill dan kemampuan seperti trauma healing pada anak, misalnya seperti bercerita, mendongeng, bersulap dan hal-hal bermanfaat lainnya agar proses trauma healing berjalan lancar. Yang terpenting dari kegiatan ini yakni mengisi kekosongan waktu pada anak-anak.

Psikososial penting dilakukan karna menurut Ugung efek dari bencana yang paling banyak muncul adalah trauma. Ada trauma yang bersifat temporer, dan juga bersifat jangka panjang.

Perkembangan Perilaku Psikososial

Psikologi sosial (social psychology) adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami asal usul dan sebab-sebab terjadinya perilaku serta pemikiran individual dalam konteks situasi sosial (Tati dalam Baron & Byrne, 2004:5).

Tati dalam The Journal Social and Economics Education tahun 2016 menyatakan bahwa definisi mengenai psikologi sosial tidak terlepas dari adanya situasi sosial atau interaksi sosial dan fokusnya adalah perilaku individu dan sosial. Ada beberapa perkembangan perilaku psikososial. Pertama, perkembangan pemahaman diri dan identitas, proses pembentukan identitas diri membutuhkan waktu yang lama dari masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang dari kehidupan individu. Hal tersebut akan membentuk kerangka berpikir dalam mengorganisasikan perilaku ke dalam berbagai bidang kehidupan.

Kedua, perkembangan hubungan dengan orang tua, keluarga mempunyai pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan remaja karena keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang mengajarkan dasar kepribadian remaja. Pola asuh orang tua sangat besar pengaruhnya bagi remaja. Ketiga, perkembangan hubungan dengan teman sebaya, masa remaja bisa disebut sebagai masa sosial karena sepanjang masa remaja hubungan sosial semakin tampak jelas dan sangat dominan. Kesadaran akan kesunyian menyebabkan remaja berusaha mencari kompensasi dengan mencari hubungan dengan orang lain atau berusaha mencari pergaulan.

Keempat, perkembangan moral dan religi, moral dan religi merupakan bagian yang cukup penting dalam jiwa remaja. Sebagian orang berpendapat bahwa moral dan religi bisa mengendalikan tingkah laku anak yang beranjak dewasa sehingga ia tidak melakukan hal-hal yang merugikan atau bertentangan dengan kehendak atau pandangan masyarakat.