Potensi Desa Maoslor Dorong Perbaikan Ekonomi

Optimalisasi budidaya ikan lele pada Desa Maoslor, Cilacap. (Foto: Disperka Cilacap)

Maoslor, Cilacap – Desa Maoslor merupakan desa pertanian dan perikanan budidaya dengan hasil utama ikan gurameh dan nilai serta penghasil padi yang unggul.

Desa Maoslor merupakan salah satu desa dari 10 desa/kelurahan di kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, yaitu Maos Kidul, Maos Lor, Glempang, Kalijaran, Karangkemiri, Karangreja, Karangrena, Klapagada, Mernek, dan Penisihan.

Sebagian besar penduduk bekerja di bidang usaha pertanian dalam arti luas (peternakan, perkebunan dan kehutanan) sebanyak 2.321 orang (sebesar 68,12%) dan kedua terbesar adalah pengusaha sebanyak 532 orang (sebesar 15,64%). Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh tani sebanyak 587 orang, buruh industri sebanyak 143 orang dan buruh bangunan sebanyak 87 orang.

Desa Maoslor sesuai dengan potensi dan unggulan desa menjadi salah satu desa Inovasi di Kabupaten Cilacap, dengan unggulan di sektor perikanan dan pertanian khususnya padi. Pengembangannya memerlukan kerja keras untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Kompetensi yanng paling baik untuk dikembanganka di desa Maoslor adalah komoditas pertanian. Walaupun demikian dilihat dari potensi lan yang cukup penting untuk diperhatikan adalah komoditas perikanan. Potensi pengembangan yang perlu diterapakan di desa Maoslor adalah komoditas perikanan budidaya dengan hasil utama gurameh dan lele serta nila.

Penetapan Desa Maoslor sebagai desa inovasi diharapkan dapat lebih berkembang dan memberikan pembelajaran bagi lembaga-lembaga desa dan masyarakat desa dalam mengembangkan potensi unggul dan peluang berusaha, baik wisata kuliner desa dan pengembangan kewirausahaan di kawasan cepat tumbuh di Kabupaten Cilacap.

Model pengembangan desa inovatif Desa Maoslor mensyaratkan pentingnya komunikasi dan peran tidak hanya penyelenggara pemerintahan di tingkat desa (Kades dan Badan Permusyawaratan Desa), tetapi juga elemen masyarakat lain khususnya pemuda, kelompok UKM dan kelompok lainnya yang mendominasi kegiatan perekonomian.

Peran stakeholder lain yang sama pentingnya adalah sinergitas antar OPD di Pemerintah Kabupaten Cilacap dan stakeholder lainnya. Seluruh kegiatan lintas OPD perlu dimusyawarahkan dan disusun rencanarencana aksi yang terukur agar bisa dijadikan panduan dan evaluasi.

Potensi yang dapat dikembangkan di Desa Maos Lor terkait dengan program desa inovasi. Penetapan potensi unggulan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai upaya untuk meningkatkan potensi desa dalam upaya pengembangan desa lebih lanjut.

Strategi Pengembangan Budidaya Ikan Lele

Pengembangan desa inovasi dimulai dengan menyusun rencana strategis pengembangan potens unggulan desa dan menyusun peta jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan , baik melalui peningkatan sumberdaya manusia, penguatan kelembagaan dan kerjasama dengan pemangku kepentingan pembangunan desa.

Dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan produktifitas sektor perikanan khususnya di daerah pedesaan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mempunyai program dengan konsep Minapolitan. Pengurangan tingkat pengangguran menjadi isu penting dalam pencapaian pemerataan kesejahteraan, karena tingkat pengangguran memiliki korelasi positif dengan tingkat kemiskinan (Hudaya, 2009).

Secara teknis, sebuah kawasan dikatakan sebagai kawasan minapolitan antara lain adalah sumber pendapatan sebagian besar masyarakat diperoleh dari kegiatan perikanan dan semua kegiatan yang ada dalam kawasan didominasi oleh kegiatan perikanan termasuk kegiatan budi daya dan pengolahan hasil perikanan.

Secara teknis, sebuah kawasan dikatakan sebagai kawasan minapolitan antara lain adalah sumber pendapatan sebagian besar masyarakat diperoleh dari kegiatan perikanan dan semua kegiatan yang ada dalam kawasan didominasi oleh kegiatan perikanan termasuk kegiatan budi daya dan pengolahan hasil perikanan.

Pengembangan usaha budi daya harus disesuaikan dengan kondisi potensi wilayah dalam pengembangannya, sehingga keberlanjutan usaha budi daya yang dilakukan tetap terjaga.

Perlunya pengkajian lebih lanjut mengenai analisa usaha pada budi daya Ikan Lele baik yang dilakukan pada skala usaha mikro, kecil, menengah maupun besar. Pengkajian terutama difokuskan pada aspek sosial ekonomi serta teknis budi daya, sehingga dapat diketahuinya secara pasti faktor-faktor yang menyebabkan usaha budi daya Ikan Lele pada skala usaha mikro lebih menguntungkan dari pada usaha budi daya Ika Lele skala usaha besar ataupun sebaliknya, Purwanto (2017).

Pada usaha budi daya Ikan Lele daya dukung lingkungan perlu diperhatikan, seperti ketersediaan pasokan air serta kesuburan lahan budi daya, sehingga dapat menjadi faktor pertimbangan utama dalam pengembangan usaha budi daya lele.

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya diperlukannya peranan pemerintah yang membantu dalam ketersediaan benih melalui pembentukan usaha pembenihan rakyat (UPR) di sekitar kawasan minapolitan.Introduksi pakan buatan sangat perlu dilakukan, karena selama ini biaya operasional terbesar adalah untuk pembeliaan pakan, dengan adanya introduksi pakan buatan diharapkan dapat menekan biaya operasional.