Upaya FIKes Unsoed Gencarkan Program Pengendalian Stunting di Banyumas

Dekan FIKes Unsoed, Dr. Saryono, SKp., Mkes. (Foto: Humas Unsoed)

Purwokerto Utara – Satu dari sembilan agenda pembangunan nasional saat ini adalah meningkatkan kualitas hidup manusia. Pembangunan kesehatan menjadi salah satu skala prioritas, dengan titik tekan di antaranya adalah penurunan pravalensi stunting pada anak di bawah usia dua tahun. Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup ini, elemen Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (FIKes Unsoed) bersatu untuk membantu mengendalikan permasalahan stunting di Kabupaten Banyumas.

Dekan FIKes, Dr. Saryono, dalam keterangan tertulis di laman Unsoed menjelaskan, pencegahan stunting merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, stunting bisa menghambat prestasi anak. Sehingga, pengendalian stunting merupakan tugas bersama, demi meningkatkan kesehatan masyarakat. “Kami dari institusi pendidikan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mendampingi program pengendalian stunting di wilayah Kabupaten Banyumas,” terang dekan.

Program pengendalian ini salah satunya diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan kampanye remaja peduli stunting. Kampanye tersebut telah diselenggarakan pada akhir tahun lalu, dengan mengikutsertakan siswa sekolah untuk menyampaikan informasi dengan berorasi dan pra edukasi kepada masyarakat. Meski begitu, program pengendalian stunting sampai saat ini masih tetap menjadi perhatian dari FIKes Unsoed.

Terkait kampanye remaja peduli stunting, Dosen Kesehatan Masyarakat FIKes Unsoed, Siti Masfiah mengatakan, pencegahan stunting dengan target remaja dinilai sangat penting. “Supaya mereka siap menjadi ibu yang sehat. Perilaku spesifik apa yang ingin kita ubah, yaitu pola makan, gizi seimbang, sehingga mereka terhindar dari anemia,” terang Siti, dikutip dari website Unsoed.

Sementara itu, Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FIKes Unsoed, Dr. Arih Diyaning Intiasari memaparkan, stunting merupakan salah satu isu prioritas nasional selain TBC dan HIV/AIDS, sehingga seluruh anggaran maupun konsentrasi penelitian berfokus pada bagaimana pengendalian stunting. Tim pengendalian stunting dari FIKes Unsoed, imbuhnya, berupaya memberikan solusi yang paling mungkin untuk dilakukan masyarakat di Kabupaten Banyumas.

“Faktor yang memengaruhi stunting di Banyumas yang dominan yaitu pola asuh, sanitasi lingkungan, dan perilaku hidup bersih dan sehat,” terangnya.

Kampus Jangan Berdiam Diri

Disebutkan Dekan FIKes Unsoed, Dr. Saryono, bahwa tahun lalu FIKes Unsoed mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan dua kegiatan, yaitu pendampingan pencegahan stunting dan upaya promosi kesehatan untuk mencegah stunting.

“Peran serta perguruan tinggi sangat membantu untuk mencegah dan mengentaskan masalah stunting. Ini merupakan titik awal persamaan persepsi di dalam perguruan tinggi tentang apa peran yang perlu kita lakukan untuk menyukseskan pencegahan stunting,” jelasnya.

Senada, Rektor Unsoed Prof. Dr. Suwarto menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh berdiam diri saja. Kampus harus ambil bagian secara proaktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Kampus harus secara responsif dalam menginisiasi dan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat untuk perbaikan gizi yang lebih baik.

“Tidak hanya itu, kampus juga harus terlibat dalam memperkuat kapasitas seluruh stakeholder dalam peranannya mewujudkan standar gizi, pola asuh, dan kualitas kesehatan lingkungan sebagai satu kesisteman dalam menyikapi masalah stunting ini,” papar rektor, dilansir dari laman Unsoed.