Jelajah Alam sebagai Ajang Silaturahim dan Memperkenalkan Daerah Alam Sumpiuh

Lomba Jelajah Alam Sumpiuh 1 digelar oleh Pramuka Peduli Kwartir Ranting (Kwarran) Sumpiuh. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Team Reaksi Cepat (TRC) Pramuka Peduli Kwarran Sumpiuh yang pertama, Sabtu (25/01). (Foto: Pemkab Banyumas)

Sumpiuh – Lomba Jelajah Alam Sumpiuh 1 digelar oleh Pramuka Peduli Kwartir Ranting (Kwarran) Sumpiuh. Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Team Reaksi Cepat (TRC) Pramuka Peduli Kwarran Sumpiuh yang pertama. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (25/01) di Lapangan Kusuma Sumpiuh.

“Kegiatan Jelajah Alam Sumpiuh 1 merupakan kegiatan pertama yang memperkenalkan alam di Sumpiuh sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara Gerakan Pramuka Kwarran Sumpiuh dengan para peserta lomba,” ujar Siti Nurhsanah selaku ketua Kwartir Ranting Sumpiuh.

Dia juga menambahkan bahwa harapannya dengan kegiatan ini para peserta dapat mengenal wilayah Kecamatan Sumpiuh dan saling mengenal satu sama lain sesama peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh 86 Team yang terdiri dari putra maupun putri sebanyak 4 orang peserta, yang terdiri atas perwakilan Pangkalan SLTA & SLTP Kwarcab Banyumas, Kebumen dan Cilacap.

Perolehan hasil Lomba Jelajah Alam Sumpiuh untuk juara putra tingkat SMP/MTS diraih oleh SMPN 3 Nusawungu ( regu 1) sebagai juara 1, SMPN 3 Nusawungu ( regu 2) sebagai juara 2, dan MWI kebarongan seabagai juara 3.

Juara putri tingkat SMP/MTS diraih oleh SMPN 1 Ayah sebagai juara 1, MWI Kebarongan sebagai juara 2, SMPN 3 Nusawungu sebagai juara 3.

Untuk tingkat SMA /MA /SMK Putra diraih oleh SMA Raden Fatah Cilacap sebagai juara 1, SMK Bhakti Husada Sumpiuh sebagai juara 2, dan Saka Bhayangkara Gandrung Mangu Juara 3. Untuk SMA/MA/SMK Putri diraih oleh SMA Raden Fatah sebagai juara 1, SMK Bhakti Husada Sumpiuh sebagai juara 2, dan terakhir SMKN 1 Kebasen sebagai Juara 3.

Peran Pramuka dalam Pembentukan dan Pengembangan Karakter Anak Bangsa

Kahono (2010 : 16), Kepramukaan pada hakekatnya merupakan suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, di bawah tanggung jawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu.

Peran besar gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian generasi muda dalam bidang karakter bangsa hendaknya dapat diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Ditinjau dari segi sosial budaya dari pembangunan bangsa maka pendidikan kepramukaan yang sebenarnya paling cocok untuk mempersiapkan kaum muda untuk menanggulangi merosotnya karakter bangsa.

Pendidikan kepramukaan dilaksanakan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional. Misalnya dalam mengembangkan karakter kepemimpinan, karena didalamnya terdapat nilai-nilai leadership yang dikembangkan. Karakter kepemimpinan perlu dikembangkan sejak dini kepada peserta didik, karena peserta didik merupakan generasi pemimpin bangsa selanjutnya.

Gerakan Pramuka harus mampu mendidik dan membina generasi muda kita untuk tidak mudah putus asa, pantang menyerah dan dengan penuh keberanian menghadapi berbagai tantangan. Kegiatan pramuka banyak menanamkan nilai-nilai karakter terutama karakter kepedulian sosial dan kemandirian, Susanto dan Salamah (2018).

Ekstrakurikuler pramuka atau kepramukaan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sangat relevan dengan pendidikan karakter terbukti dengan kesamaan nilai-nilai pendidikan karakter dengan nilai-nilai Dasa Dharma.

Kegiatan kepramukaan dapat berhasil menciptakan siswa yang berkarakter jika pada proses pendidikannya tidak hanya mengembangkan teknik kepramukaan (tekpram) semata, tetapi juga dikembangkan kemampuan, keterampilan dan sikap berorganisasi. Dalam organisasi akan diterapkan prinsip-prinsip manajemen atau pengelolaan organisasi yang meliputi langkah-langkah seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan/penggerakan (actuacting) dan fungsi pengawasan (controlling).

Organisasi juga merupakan sebuah alat atau media kontrol sosial bagi sekolah atau pihak lainnya utuk mengamati sekaligus memantau perkembangan siswa.