Pengcab POSSI Banyumas Membawa Harapan Baru

Pelantikan 28 Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengcab POSSI) Kabupaten Banyumas periode tahun 2019-2022 oleh Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Rabu (22/1). (Foto: Pemkab: Bayumas)

Purwokerto – Pelantikan 28 Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengcab POSSI) Kabupaten Banyumas periode tahun 2019-2022 oleh Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Rabu (22/1) di Pendopo Sipanji Purwokerto.

Pelantikan disaksikan oleh Wakil Ketua Pengurus Provinsi POSSI Jawa Tengah, Ketua KONI Kabupaten Banyumas, Dinas Pendidikan, Banyumas Rescue, PMI, BPBD, perwakilan klub renang di wilayah Banyumas dan undangan lainya.

“Pemerintah Kabupaten sedang mengupayakan untuk dibangunnya tempat khusus untuk olahraga selam di Banyumas. Saat ini kami telah melakukan komunikasi dengan kementerian terkait untuk pembangunannya dan dalam proses untuk tahapan selanjutny, ujar Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

Sadewo berharap para pengurus baru harus bisa beradaptasi dan berinovasi sehingga olahraga selam semakin dikenal dan berprestasi sehingga Banyumas dapat berbicara ditingkat yang lebih tinggi.

Ketua Pengcab POSSI Kabupaten Banyumas yang baru dilantik Yosua Julianto berharap agar atlet Banyumas dapat membawa nama harum bagi Banyumas, Jawa Tengah dan juga memabawa nama harum Merah Putih. Dia juga mengajak kepada pengurus baru untuk bekerjasama agar POSSI Kabupaten Banyumas lebih maju dan lebih baik lagi.

“Jabatan adalah amanah dan kepercayaan, sehingga pengurus baru harus mengabdi dengan sebaik-baiknya” katanya.

Ketua KONI Banyumas, Bambang Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Muskab adalah hal yang harus dilakukan secara periodik sesuai dengan AD/ART. Menurutnya POSSI adalah salah satu cabang yang dibanggakan dari 48 cabang olahraga yang berada di bawah KONI. Torehan prestasi pada Porprov 2019 berupa perolehan medali sesuai dengan target yang ditentukan adalah contoh nyatanya.

Selain itu dia berpesan kepada para pengurus yang baru dilantik untuk meneruskan prestasi yang telah diraih POSSI Kabupaten Banyumas. Tidak lupa juga disampaikan terima kasih kepada pengurus lama yang telah bekerja dengan baik sehingga berprestasi dengan baik.

Perlunya Dukungan Pemerintah Daerah dalam Mendukung Kegiatan Olahraga Prestasi

Kebijakan publik dalam strategi pembinaan olahraga presatasi diposisikan sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari pembangunan daerah yang berwawasan pembangunan yang berkesinambungan. Tugas pokok bidang keolahragaan melaksanakan tugas kewenangan desentralisasi dan tugas dekonsentrasi bidang keolahragaan di daerah.

Perlu adanya rumusan kebijakan teknis dalam rangka perencanaan, pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi dan olahraga masyarakat, yang sesuai dengan visi, dan misi terwujudnya generasi muda yang berkualitas, maju, mandiri, demokratis, sehat dan kreatif inovatif, Dispora (2013).

Pembinaan olahraga prestasi adalah proses pengembangan dan pemanduan bakat olahragawan secara sistematis dan terencana didukung oleh sumber daya manusia dan ilmu pengetehuan yang baik untuk mencapai tujuan yaitu prestasi olahraga.

Pembinaan olahraga prestasi dilakukan sesuai dengan jenjang dan tingkat kompetensi yang dicapai atlet, hal itu dilakukan melalui pemassalan, pemantauan, dan pengembangan bakat atlet melalui instansi ataupun melalui organisasi olahraga.

Kebijakan publik untuk merencanakan pembinaan olahraga prestasi yang berjenjang dan berkesinambungan sangat perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dalam hal ini KONI dan Dinas pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi dalam pelaksanaannya, Proses perecanaan pembinaan olahraga berawal dari perumusan kebijakan publik, Lutan (2001).

Menurut Muthohir (2014) perlu disusun kebijakan olahraga nasional khususnya terkait dengan pengembangan kapasitas organisasi guna mendukung kelancaran penyelenggaraan Sistem Keolahragaan Nasional.

Penyediaan sarana dan prasarana olahraga prestasi harus diupayakan untuk lengkap guna mendukung sarana dan prasarana olahraga prestasi dapat dilakukan melakukan kerjasama dengan pihak swasta atau mengajukan kepada pemerintah pusat, agar atlet dapat mengasah bakatnya dengan baik.

Faktor yang mempengaruhi peran pemerintah daerah dalam pembinaan olahraga adalah sumber daya manusia pelaksana kegiatan, dukungan kelembagaan dan sesama klub-klub olahraga lainnya dan kerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat sebagai faktor pendukung.