Dua Ambulance Gratis Dilaunching Gesutters Ngapak Wujud Kepedulian Sosial

Bupati Banyumas berkunjung di acara ulang tahun Gesutters Ngapak yang ke 5 yang diadakan di Gedung Indoor Sasana Krida Komplek Gor Satria Purwokerto, Minggu (26/1).(Foto: Pemkab: Banyumas).

Purwokerto – Gesutters Ngapak Launching 2 ambulance gratis untuk masyarakat kurang mampu dalam rangka memperingati Ulang Tahunnya yang ke 5 yang diadakan di Gedung Indoor Sasana Krida Komplek Gor Satria Purwokerto, Minggu (26/1).

Gesutters Ngapak adalah komunitas sablon se Barlingmascakeb pada umumnya dan Banyumas pada khususnya. Kegiatan yang di selenggarakan meliputi talkshow , live music dan open donasi. Acara ini bertujuan untuk mengumpulkan donasi agar terbelinya unit mobil ambulans dan saat ini sudah terbeli 2 unit, keterangan tersebut berdasarkan penuturan Sugif Perdana selaku Ketua Panitia.

“Dalam acara ini sendiri ada talkshow, live music dan yang paling utama yaitu ada donasi untuk pembelian ambulans gratis,” ujar Sugif Perdana.

Untuk donasi sendiri diambil dari hasil penjualan merchandise yaitu berupa kaos dan sponsor seperti dari perusahaan alat-alat tentang sablon.

“Penjualan merchandise yaitu berupa kaos, semua keuntungan pembelian kaos dari yang beli, itu untuk pembiayaan ambulans gratis dan ada dari sponsor seperti tinta, tinta dana sablon, kain, dan ada screen printing equipment yaitu alat-alat tentang sablon,” katanya.

Dua unit ambulans ini diresmikan oleh Bupati Banyumas di Gor Satria bersamaan dengan acara tersebut. Dan untuk donasi akan tetap di buka dengan tujuan agar ambulans tetap berjalan untuk membantu kaum dhuafa, yatim piatu dan yang membutuhkan setelah acara ini selesai.

Dalam sistem kerjanya jika ada yang mebutuhkan informasi akan di pasang nomer telfon di setiap mobil dan bisa langsung menghubungin Si (Siaga Ambulan) Bulan. Untuk operasionalnya sendiri di buat sistem kolektif setiap bulannya dan akan bergabung dengan komunitas Si Bulan Gratis Indonesia.

Bupati Banyumas Achmad Husein sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya anak anak muda yang kreatif ini turut mengembangkan usaha ekonomi kreatif yang dapat menyerap tenaga kerja dari para pemuda.

“Yang luar biasa mereka juga peduli terhadap sesama dengan menyisihkan sebagian keuntungan untuk pembelian ambulance,” ujar Achmad Husein.

Menumbuhkan Rasa Kepedulian Sosial Sejak Kecil Pada Anak

Peduli sosial dalam kehidupan masyarakat lebih kental diartikan sebagai perilaku baik seseorang terhadap orang lain di sekitarnya. Menurut Darmiyati Zuchdi (2011: 170) peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam pengembangan nilai-nilai peduli orang lain pada anak usia dini harus dilakukan dengan tepat. Jika hal ini tidak bisa tercapai, kemungkinan pesan moral yang akan disampaikan orang tua kepada anak menjadi terhambat. Pengembangan nilai peduli orang lain bagi anak usia dini ini bisa dilakukan di dalam tiga pusat pendidikan yang ada, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dalam pengembangan nilai peduli orang lain pada anak usia dini perlu dilakukan dengan sangat hati-hati. Anak belum bisa serta merta menerima apa yang diajarkan guru/orang tua yang sifatnya abstrak secara cepat. Ichtiarso dan Harmanto (2015).

Untuk itulah orang tua maupun guru harus pandai dalam memilih dan menentukan metode yang akan digunakan untuk menanamkan nilai peduli, agar pesan moral yang ingin disampaikan guru dapat benar-benar sampai dan dipahami oleh siswa untuk bekal kehidupannya di masa depan.

Pendidikan karakter kepedulian sosial merupakan salah satu dari pendidikan untuk mengembangkan aspek sosial emosional, dalam penelitian ini indikatornya antara lain adalah anak mau berbagi makanan/mainan, anak mau membantu teman dan anak yang mau bekerja sama dalam membereskan mainan.

Pembelajaran karakter kepedulian sosial dapat ditingkatkan oleh guru melalui pembiasaan, melalui kegiatan sosio drama, bermain peran dan melalui metode bercerita yang dilakukan secara terus menerus dengan penuh kesabaran dan berikan pujian atau reward pada anak yang telah melakukan karakter yang baik tersebut.

Sekolah merupakan tempat bagi anak untuk berinteraksi terhadap sesama karena sekarang waktu anak dihabiskan di sekolah. Dan anak akan sering berinteraksi kepada guru,teman dan pegawai yang ada disekolah, sehingga lingkungan anak akan semakin luas dan kepedulian anak akan berkembang sesuai dengan lingkungan yang ada disekolahnya. Ketika akan berinteraksi kepada teman yang memiliki kepedulian sosial maka anak tersebut akan ikut memiliki kepedulian terhadap orang lain, Tyas (2017).