Kebumen Melalui Anggota SRC Launching Tas Belanja Non-Plastik

Bupati KH Yazid Mahfudz dan SRC launching Tas Belanja Non-Plastik (Sumber: Humas Kabupaten Kebumen)

Karanganyar – Anggota SRC “Sampoerna Retail Community” melaunching tas belanja non-plastik di Hotel Candisari Karanganyar Kabupaten Kebumen. Hal ini berkaitan dengan terlihatnya antusias dari masyarakat Kebumen untuk mencintai lingkungan melalui berbagai kegiatan. Beberapa bulan lalu sudah tumbuh Komunitas Sahabat Sampah di Kecamatan Sadang, beberapa bank sampah juga mulai tumbuh ibarat jamur di musim penghujan.

Acara launching tersebut dihadiri oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. Dalam sambutannya beliau berpesan agar masyarakat ikut mendukung dan mensukseskan program pemerintah terkait dengan pengurangan sampah 30 persen dan penanganan sampah 70 persen di tahun 2025. Launching ditandai dengan penyerahan tas belanja non plastik oleh Bupati Kebumen kepada Ketua SRC.

Bupati juga berterima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh anggota SRC yang sudah melakukan tindakan nyata ikut mengupayakan pengurangan sampah plastik dengan membagikan tas belanja non plastik kepada para pelanggannya. Hal tersebut dirasa penting karena untuk mengurangi timbulan sampah harus dimulai dari level rumah tangga yaitu dengan melakukan pemilahan sampah. Sampah yang bernilai ekonomis bisa dikumpulkan untuk dijual atau ditabung di bank sampah, sampah organik diolah menjadi pupuk kompos sedangkan sampah residu yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah.

Dengan terpilahnya sampah mulai dari rumah tangga diharapkan sampah residu yang dibuang ke TPA semakin sedikit sehingga umur TPA yang kita miliki akan semakin panjang. Selain peduli terhadap lingkungan, SRC juga memiliki tujuan utama untuk memberdayakan dan membantu melindungi para pemilik toko atau warung kecil yang ada di desa-desa dari desakan toko retail modern yang saat ini sudah banyak masuk. Dengan slogan “Dekat, Hemat, Bersahabat”, SRC mendorong masyarakat utamanya para tetangga bisa berbelanja di warung atau toko milik tetangga yang dekat dengan rumah. Selain bisa saling membantu antar tetangga, dengan belanja di warung sebelah akan terjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik antar tetangga dekat.

Terinformasi saat ini sudah ada 300 lebih toko dan warung yang sudah bergabung dalam SRC dan semoga kedepan akan terus bertambah demi memajukan ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pengurangan Sampah Plastik

Arieyanti dalam Jurnal Litbang tahun 2016 menyatakan bahwa sampah plastik harus ditindaklanjuti dengan benar dan bijaksana, karena sampah plastik merupakan salah satu komponen terbanyak yang ada dalam sampah yang berbahaya dan perlunya di dukung dengan infrastruktur yang memadai. Persentase sampah plastik menempati urutan kedua setelah sampah kertas dalam komposisi jenis sampah di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Pati dimana pada Persentase Komposisi Jenis Sampah menurut BPS Prov. Jawa Tengah (2014), sampah plastik (0,90%) berada di urutan kedua setelah sampah kertas (4,27%).

Masalah sampah plastik harus segera diatasi, ada beberapa hal yang dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Salah satunya dengan menekan jumlah penggunaan kantong plastik dan juga menggunakan tas berbahan non-plastik. Adanya kebiasaan pemberian kantong plastik secara gratis, menjadikan penggunaan kantong plastik semakin tidak terkendali. Upaya mengurangi penggunaan kantong plastik secara tidak langsung dapat menghambat terjadinya pemanasan global serta tetap menjaga kelestarian lingkungan (Arieyanti, 2016).

Dilansir dari Jurnal Litbang tahun 2016 pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mengurangi sampah plastik melalui Surat Edaran Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK Nomor: SE-06/PSLB3-PS/2015 tentang Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar pada Usaha Ritel Modern. Surat edaran ini menjelaskan bahwa salah satu arah kebijakan pemerintah dalam rangka pengurangan sampah, khususnya sampah kantong plastik, adalah penerapan kebijakan kantong plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia. Kebijakan kantong plastik berbayar merupakan salah satu strategi guna menekan laju timbulan sampah kantong plastik yang selama ini menjadi bahan pencemar bagi lingkungan hidup.

Sebenarnya ada upaya lain yang dapat mengurangi sampah plastik di kehidupan sehari-hari. Yaitu dengan menggunakan tas berbahan non plastik, sedotan yang berbahan stainless dan menggunakan tempat makan yang berbahan non plastik juga. Namun, hal tersebut harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Harus ada komitmen dari diri sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik di kehidupan, maka perlahan-lahan akan mengurangi jumlah sampah plastik.