Tiga Atlet Tenis Meja Cilacap Melenggang Ke PON Papua 2020

Juara umum di ajang Porprov Surakarta tahun 2018 membuat sejumlah atlet Cilacap terpilih untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam gelaran PON Papua tahun 2020. (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Prestasi gemilang yang dicatatkan tim tenis meja Kabupaten Cilacap, sebagai juara umum di ajang Porprov Surakarta tahun lalu, membuat sejumlah atlet Cilacap terpilih untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam gelaran PON Papua tahun 2020.

Salah satunya adalah atlet putri penyumbang medali emas asal Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Lilis Indriyani yang bakal menjalani pemusatan latihan bersama Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar atau BPPLOP di Semarang.

“Selain Lilis, ada 2 atlet potensial lainnya yang bakal memperkuat kontingen Jateng di ajang PON Papua 2020 mendatang, mereka yakni Rofiana Nurul Sabila dan Hendri Saputro,” ujar Ketua Harian Persatuan Tenis Meja Indonesia Kabupaten Cilacap, Hasanudin.

Menurutnya, kualitas para atlet tenis meja tersebut diklaim mengalami peningkatan. Pasalnya dari berbagai ajang kejuaraan lokal maupun regional mampu mendulang prestasi sebagai juara.

Kendati demikian, atlet tersebut dituntut fokus dan konsisten dalam melakoni setiap kejuaraan. Terlebih persaingan dalam PON Papua 2020 cukup ketat. Sebab Kabupaten lain dalam dua tahun terakhir menunjukan progres regenerasi atltet yang cukup baik seperti Surakarta dan Kudus.

“Prestasi atltet tenis meja Cilacap sudah terbukti. Keberadaanya mereka juga didukung oleh Pemkab, khususnya fasilitas sarpras, dan kedepanya sejumlah pihak swasta bakal diupayakan untuk terlibat dalam mendukung prestasi para atlet tersebut. Salah satunya dari fokus program pembinaan dan dana sponsor,” imbuhnya.

Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Atlet Daerah

Prestasi tentu saja membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional menjelaskan bahwa sis-tem keolahragaan nasional adalah kese luruhan aspek keolahragaan yang saling terkait secara terencana, sistematis, terpadu, dan berkelanjutan sebagai satu kesatuan yang meliputi pengaturan, pendidikan, pelatihan, pengelolaan, pembinaan, pengembangan dan pengawasan untuk men-capai tujuan keolahragaan nasional. Pemerintah Pusat dan Daerah wajib melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya.

Pembinaan olahraga di tinkgat dapat dilaksanakan dengan membagi tugas kepada pihak pemerintah Kabupaten dalam hal ini dinas pemuda olahraga dan seni yang melaksanakan perannya dalam bentuk pem-binaan dengan mengadakan event olahraga serta pengadaan sarana dan prasarana dan untuk pembinaan fisik lebih diberikan tanggungjawab kepada pihak KONI, Widyani Permatasari (2011).

Penghargaan berupa dana kepada atlet berprestasi yang telah mewakili Kabupaten pada ajang Porda atau lainnya seharusnya diberikan dengan jumlah yang cukup tinggi sehingga bisa memberikan rasa bangga bagi para atlet dan bagi atlet sendiri bisa merasakan adanya apresiasi dari Pemkab yang nantinya akan memunculkan atlet-atlet baru lebih berkualitas lagi.

Dalam upaya peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten yakni pengupayaan pelatih yang konsisten, kualitas atlet yang berkualitas, bantuan dari pihak swasta, dan pelaksanaan event olahraga. Hal-hal tersebut dapat menunjang keberhasilan atlet dalam perlombaan sehingga bisa membawa nama baik daerah.