Pemkab Banyumas Persiapkan SDM melalui Dinakerkop & UKM

Sambutan Drs Joko Wiyono MSi di UPTD Balai Latihan Kerja, Dinakerkop & UKM Kabupaten Banyumas dalam upaya membuka kesempatan bagi para generasi muda untuk mengikuti berbagai pelatihan kursus, Jumat (17/01). (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto – UPTD Balai Latihan Kerja, Dinakerkop & UKM Kabupaten Banyumas membuka kesempatan bagi para generasi muda untuk mengikuti berbagai pelatihan kursus secara cuma-cuma.

Hal tersebut dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja sekaligus guna mendorong terwujudnya berbagai usaha mandiri, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mempersiapkan SDM tenaga kerja yang terlatih dan terampil.

Secara teknis, upaya pemkab tersebut dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinakerkop & UKM) Kabupaten Banyumas yang beralamat di Jalan Mochamad Besar No. 2 Purwokerto.

Selama Februari-April 2020, Dinakerkop & UKM menyelenggarakan tujuh macam pelatihan secara gratis dan terbuka bagi masyarakat yang berminat serta benar-benar serius ingin mengikuti pelatihan.

“Ketujuh jenis pelatihan kursus tersebut meliputi Pembuatan Roti dan Kue, Pelatihan Teknisi Sepeda Motor, Pelatihan Las, Tata Kecantikan Kulit, Tata Rias Pengantin dan Hantaran, Teknisi Telpon Seluler (Servis HP), serta Pelatihan Manajemen Dasar,” ujar Kepala Dinakerkop UKM setempat, Drs Joko Wiyono MSi.

Syarat calon peserta kursus adalah sehat jasmani dan rohani, berusia antara 17-35 tahun, menyerahkan fotokopi KTP, fotokopi ijazah terakhir (bagi yang punya), pas foto terbaru, serta tidak sedang kuliah ataupun bekerja.

“Bagi yang berminat untuk mengikuti kursus pelatihan dimaksud, dipersilakan untuk datang dan mendaftar langsung ke UPT Balai Latihan Kerja di Jalan Raya Baturraden km 5,3 Pabuwaran Purwokerto,” pungkas Jokowi.

Perlunya Suport Pemkab Terhadap Perkembangan UMKM

Salah satu upaya untuk mewujudkan keberhasilan otonomi daerah adalah melalui pengembangan ekonomi daerah. Pengembangan ekonomi daerah didasarkan atas kondisi riil daerah dan masyarakat dengan melihat setiap potensi yang ada. Secara praktis, upaya ini dilakukan dengan mengembangkan potensi ekonomi rakyat, yaitu dengan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang ada, sehingga masyarakat dan lingkungannya mampu secara partisipatif menghasilkan dan menumbuhkan nilai tambah ekonomis.

Salah satu bentuk pengembangan ekonomi daerah adalah pengembangan sektor riil atau sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Berdasarkan undang-undang, UMKM diatur dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. UMKM merupakan salah satu kekuatan pendorong terdepan dalam pengembangan ekonomi daerah, gerak sektor UMKM amat vital untuk menciptakan pertumbuhan dan lapangan pekerjaan.

Tujuan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah yaitu (1) mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang dan berkeadilan; (2) menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan usaha mikro, kecil dan menengah menjadi usaha yang tangguh dan mandiri; (3) meningkatkan peran usaha mikro kecil dan menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

UMKM dalam perkembangannya masih menghadapi berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, pembinaan pada UMKM perlu terus dilakukan, terutama pembinaan dari sisi internal. Dua faktor yang bersifat internal adalah pertama, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), etos kerja, jiwa kewirausahaan dan naluri bisnis. Kedua, aspek manajemen yang meliputi kemampuan planning, organizing, actuating dan controling.

Ditambahnya intensitas pelaksanaan pelatihan yang khusus mengajarkan tentang materi kewirausahaan secara intensif dan rutin. Sehingga kegiatan yang dilakukan akan dapat membantu untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan para pelaku usaha UMKM, Sofiy Hasbiyyah (2018).

Pemerintah kabupaten sebaiknya mengadakan kegiatan event-event promosi yang lebih unik dan berbeda, seperti mengadakan pameran tiap akhir pekan yang dilengkapi dengan hiburan-hiburan dan pemberian potongan harga agar masyarakat lebih tertarik untuk membeli produk UMKM.