Pelatihan Praktik Pengelolaan Sekolah Efektif Bersama Tanoto Foundation

Pelatihan praktik praktik pengelolaan sekolah efektif dengan manajemen berbasis sekolah dan budaya baca di Hotel Wisata Niaga Purwokerto, Banyumas, Rabu (22/01). (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto – Pelatihan praktik pengelolaan sekolah efektif dengan manajemen berbasis sekolah dan budaya baca diselenggarakan di Hotel Wisata Niaga Purwokerto, Banyumas, Rabu (22/01). Sekolah dan madrasah mitra Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation mulai diberikan pelatihan untuk pengembangan sekolah.

Pendekatan yang dilakukan PINTAR yaitu dengan cara pengembangan sekolah secara menyeluruh, artinya semua aspek dalam sekolah dikembangkan. Implementasi Sekolah Mitra PINTAR Tanoto Foundation Dilatih Pengelolaan Sekolah Efektif. Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Tanoto Foundation mulai direalisasikan di tingkat sekolah dan madrasah.

“Kita akan melatih kepala sekolah terlebih dahulu. Karena kepala sekolah memiki peran sangat penting dalam manajerial sekolah. Setelah itu bertahap, kepala sekolah dan guru, baru kepala sekolah, guru dan komite. Harapannya dengan melatih semua komponen utama sekolah, perubahan positif di sekolah akan berlangsung secara terstruktur dan masif,” kata Koordinator Tanoto Foundation Jawa Tengah, Dr. Nurkolis.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati, S.E, saat membuka acara menceritakan bagaimana ikut pelatihan bagi pelatih (training of trainer) di Semarang beberapa waktu yang lalu. Secara langsung dia melihat bahwa pelatihan dapat mengaktifkan semua peserta. Ada diskusi kelompok, interaksi, literasi, dan presentasi, semuanya akan sangat baik jika diterapkan di sekolah.

“Saya berharap praktik baik yang telah dilatihkan nanti bisa dikembangkan tidak hanya di sekolah mitra, tetapi semua sekolah SD dan SMP di Banyumas juga bisa menerapkan. Yang dilatihkan PINTAR Tanoto Foundation ini semuanya sesuai dan selaras dengan apa yang disampaikan Menteri Pendidikan,” tegas Irawati.

Kegiatan praktik pemantauan sekolah dilakukan pada hari kedua. Hasil pemantaun kemudian dirumuskan untuk kegiatan perbaikan, pengembangan dan penyebarluasan yang digunakan peserta dalam memecahkan masalah internal yang mereka alami. Pemantuan dilakukan untuk mengidentifikasi hal-hal yang sudah dan belum berjalan dengan baik dalam penyelenggaraan pembelajaran, budaya baca, maupun pengelolaan manajemen di sekolah.

Merumuskan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu yang telah disepakati. Setelah pelatihan, sekolah dan madrasah mitra akan didampingi oleh fasilitator daerah sebanyak 12 kali per fasilitator untuk memastikan implementasi materi pelatihan benar-benar diaplikasikan di sekolah adalah output diakhir pelatihan.

Manajemen Bebrasis Sekolah Dorong Perbaikan Mutu Pendidikan

Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, upaya tidak ada yang bisa dilakukan adalah memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa untuk mengembangkan potensi mereka, terutama agar menjadi manusia dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi demokratis dan bertanggung jawab warga, Asbin Pasaribu (2017).

Perwujudan pendidikan yang efektif dan efisien, hendaklah mewujudkan Manajemen Berbasis Sekolah sebagai wujud dari reformasi pendidikan, sehingga kepala sekolah, guru, peserta didik dan orangtua peserta didik mempunyai andil yang sangat penting untuk mengawasi jalannya proses belajar mengajar pada lembaga pendidikan. Dengan demikian, akan terjadi sistem yang positif secara sentralisasi dan desentralisasi.

Dalam hal ini, manajemen pendidikan menurut Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) berbeda dengan manajemen pendidikan sebelumnya yang sifatnya sentralisasi, sedangkan MBS memberikan otonomi yang luas pada unit sekolah itu sendiri dan melibatkan masyarakat untuk berperanserta dalam memajukan pendidikan di sekolah. Dengan demikian, terjadi perubahan paradigma manajemen sekolah, yaitu semula diatur oleh birokrasi di kantor pusat menuju pengelolaan yang berbasis pada potensi internal sekolah itu sendiri.

Peningkatan sumber daya manusia perlu dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Lembaga pendidikan merupakan bagian utama dalam meningkatkan sumber daya manusia, terutama lembaga pendidikan formal atau sekolah.

Sangat dibutuhkan peningkatannya dalam meningkatkan sumber daya manusia, adanya pola manajemen berbasis sekolah memberi harapan besar bagi sekolah untuk bisa mengembangkan dan meningkatkan kemampuan sesuai dengan kondisi sekolah. Oleh karena itu hasil dari pelaksanaan MBS di setiap sekolah tidak bisa sama. Tetapi semua sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sekolah yang berkualitas.

Dalam mengimplementasi Manajemen Berbasis Sekolah atau MBS agar dapat berjalan dan berlangsung secara efektif dan efisien, maka perlu dukungan dari sumber daya manusia yang professional untuk mengoperasikan sekolah, dan yang cukup agar sekolah mampu menggaji staf sesuai dengan fungsinya, sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, serta dukungan orangtua siswa atau masyarakat yang tinggi.

Dalam mengimplementasikan MBS secara efektif dan efisen, guru juga harus berkreasi dalam meningkatkan manajemen kelas. Guru adalah teladan dan panutan langsung para peserta didik di kelas. Oleh karena itu, guru perlu siap dengan segala kewajiban, baik manajemen maupun persiapan isi materi pengajaran.