Desa Wanogara Kulon Antisipasi Banjir dan Normalisasi Sungai Gintung

Daily Banyumas
Desa Wanuraga Kulon lakukan kerja bakti di Dusun Sambirata dalam rangka mengantisipasi banjir dan melakukan normalisasi Sungai Gintung pada Sabtu (9/11). (Sumber Foto: BPBD Purbalingga).

Rembang – Desa Wanogara Kulon Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga melaksanakan kerja bakti pemasangan bronjong di Sungai Gintung dalam rangka mengantisipasi adanya banjir di lokasi Dusun Sambirata. Bronjong tersebut merupakan bantuan dari BPBD Purbalingga sejumlah 36 lembar bronjong.

Dwi Mulyono selaku Kepala UPJ2I Wilayah Rembang DPU PR Purbalingga menyampaikan bahwa, “Kami juga sedang berproses meminta bantuan bronjong pada Dinrumkim dan DPU PR mudah-mudahan bisa melengkapi kekurangan yang ada,” katanya pada Kamis (7/11), dilansir dari laman resmi BPBD Kabupaten Purbalingga.

Ia juga menjelaskan telah berkoordinasi dengan pihak setempat untuk mengerahkan warganya dalam membantu pemasangan bronjong. Kurang lebih sekitar 600 orang yang terdiri dari warga desa di sekitar sungai gintung, dari pihak DPU PR, Kecamatan Rembang dan Perangkat Desa.

Dwi berharap dengan adanya kegiatan kerja bakti ini, diharapkan bisa menjadi upaya penanggulangan awal apabila terjadi banjir serta dirasa perlu untuk melakukan normalisasi Sungai Gintung.

Hanafi selaku Sekretaris Desa Wanogara Kulon, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial berkaitan dengan pemasangan bronjong tersebut dilakukan sebagai pengaman Sungai Gintung. Hal ini dikarenakan, Sungai Gintung yang diperkirakan apabila terjadi banjir dapat naik ke pemukiman warga di sekitarnya.

“Harapannya dengan adanya pengalihan arus sungai tersebut nantinya arus sungai beralih tidak sampai mengenai pemukiman,” kata Hanafi.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Purbalingga, Rakhman Widianto mengatakan pihaknya dibantu Kepala UPJ2I Wilayah Rembang DPU PR, Koramil, unsure kecamatan dan unsure Desa Wanogara Kulon telah melakukan pemasangan patok bambu sebagai lokasi pemasangan bronjong. Pemasangan bronjong ini sebagai mitigasi structural untuk penanganan banjir Sungai Gintung Dusun Sambirata, Desa Wanogara Kulon.

“Bronjong nantinya akan dipasang pada tiga titik dengan kebutuhan 36 lembar bronjong,” kata Rakhman.

Bronjong telah diambil oleh pihak terkait di BPBD Purbalingga pada Kamis (7/11). Pemasangan bronjong dan normalisasi Sungai Gintung yang dilaksanakan secara gotong royong rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu (9/11).

Strategi Pengendalian Banjir

Banjir menurut Inne (dalam Kristianto, 2010: 3) adalah air yang memiliki kelebihan kapasitas air dalam tanah, saluran air, sungai, danau, dan laut yang meluap dan mengalir cukup deras menggenangi daratan atau daerah yang lebih rendah di sekitarnya. Hal ini sesuai dengan sifat air yang selalu mengalir dan mencari tempat-tempat yang lebih rendah. Lain dengan banjir, rob merupakan penurunan muka tanah mengakibatkan permukaan air laut lebih tinggi dari permukaan tanah.

Adapun strategi pengendalian banjir yang dikemukakan oleh Ligal (2008) dalam Jurnal yang berjudul Pendekatan Pencegahan dan Penanggulangan Banjir yaitu: (1) Perbaikan saluran dan perlindungan vegetasi, dasar sungai yang sudah dangkal harus segera dikeruk serta tebing/tanggul di kanan-kiri sungai harus segera di perlebar. Metode-metode ini meningkatkan kemampuan penampungan lebihan air dan menurunkan peluang meluapnya air ke sekitar sungai. Kemudian harus didukung dengan adanya perlindungan vegetasi dan penghijauan. Hal ini bertujuan menjaga berlanjutnya siklus hidrologi. (2) Konstruksi bendungan/tanggul yang aman. Bendungan adalah suatu tempat untuk membuat waduk yang mampu menyimpan cadangan air dan harus dikelola dengan baik. Penguatan bangunan yang sudah ada perlu dilakukan dengan melakukan servis dan perawatan. Perlindungan dari pengikisan tanah merupakan unsur penting menghadapi bencana banjir seperti dasar sungai sebaiknya distabilkan dengan membangun ‘alas batu’ atau beton yang kuat, atau menanami bantaran dengan pepohonan, khususnya bila dekat jembatan. (3) Partisipasi Aktif Masyarakat. Masyarakat berperan penting dalam mengantisipasi adanya banjir dengan memberi peringatan kepada masing-masing desa/kelurahan, kerja bakti dalam membersihkan sampah yang berserakan, melakukan penghijauan tanaman serta melakukan kesiapan dalam menghadapi banjir. (4) Langkah-langkah dan rencana, dengan melakukan pengaturan tata guna tanah, rencana utama ini harus mencakup pula program informasi masyarakat.