Perempuan Berdaya, Indonesia Maju

Daily Banyumas
Inspektur upacara menyampaikan sambutan yang diperoleh dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada (23/12). (Sumber Foto: KPU Kabupaten Kebumen).

Kebumen – Bertempat di Jl. Arumbinang No.14 Kebumen, KPU Kebumen laksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91. Peringatan Hari Ibu ini bertema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” dipimpin oleh inspektur upacara yang merupakan satu-satunya anggota komisioner wanita KPU Kebumen, Dzakiatul Banat, SE, M.Pd.

Dzakiatul membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sambutan tersebut yaitu tentang ajakan untuk mengingat kembali perjuangan kaum perempuan Indonesia yang memperjuangkan haknya untuk setara dengan kaum laki-laki.

“Saya ingin mengajak semua perempuan untuk terus maju, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri, dan bersama kaum laki-laki menjadi kekuatan besar yang memastikan terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Maju,” katanya seperti yang dibacakan oleh Dzakiatul pada Senin (23/12)

Upacara kali ini dikemas sedikit berbeda dari upacara-upacara biasanya. Kali ini, yang bertindak sebagai inspektur hingga petugas upacara adalah para wanita di lingkungan KPU Kebumen. Selain Inspektur, Komandan upacara kali ini juga diperankan oleh Arinta Suprapti, SE, yang saat ini menjabat sebagai Kasubbag Program dan Data dan merupakan satu-satunya Kasubbag wanita di lingkungan KPU Kabupaten Kebumen.

Upacara Peringatan Hari Ibu Kpu Kebumen berjalan dengan lancar dan diikuti oleh segenap anggota komisioner dan jajaran sekretariat KPU Kebumen.

Pemberdayaan Perempuan

Pemberdayaan adalah kemampuan untuk mengelola sebuah nilai yang terdapat dalam sumber daya manusia baik secara kelompok maupun secara individu. Hal ini bertujuan agar mampu berdikari sesuai dengan keinginan. Perkembangan peradaban di Indonesia saat ini tumbuh dalam lingkup budaya dan ideologi praktis sehingga meninggalkan dampak negatif diberbagai aspek kehidupan dan struktur masyarakat serta telah menciptakan ketimpangan gender (Amin dan Kadar, 2016 dalam Jurnal Buana Gender).

Tutik (2015) dalam Jurnal Perempuan dan Anak, menyampaikan konsep pemberdayaan perempuan menurut Kementrian Pemberdayaan Perempuan, disebutkan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan suatu upaya perempuan dalam menghadapi dan memperoleh akses serta kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, social, budaya. Tujuannya agar perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri dalam berdiskusi dan menyampaikan aspirasinya serta berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah sehingga dapat menumbuhkan kemampuan dan konsep diri. (Kementrian Pemberdayaan Perempuan, 2014).

Tujuan dari pemberdayaan perempuan itu sendiri antara lain adalah: (1) Meningkatkan kedudukan serta peran perempuan di berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara, masyarakat dan keluarga; (2) Meningkatkan peran perempuan sebagai pengambil keputusan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender; (3) Meningkatkan kualitas peran perempuan dalam menunjukan kemandirian organisasi perempuan dengan mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan; (4) Meningkatkan komitmen dan kemampuan semua lembaga yang memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender; (5) Mengembangkan usaha pemberdayaan perempuan, kesejahteraan keluarga dan masyarakat serta perlindungan anak (Tutik, 2015 dalam Jurnal Perempuan dan Anak).