Dinkominfo Kabupaten Purbalingga Lakukan Pembinaan Etika Media Sosial Kepada Siswa SMP N 1 Kemangkon

Daily Banyumas
Siswa SMP N 1 Kemangkon Memperhatikan Pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kominfo pada Rabu (25/9). (Sumber Foto: Dinkominfo Purbalingga)

Kebumen – Sebanyak 750an siswa mengikuti pembinaan yang disampaikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga di halaman sekolah SMP N 1 Kemangkon, Rabu (25/9).

Materi pembinaan yang disampaikan yaitu tentang etika bermedia sosial sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dilansir dari laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga.

Haryono selaku wakil Kepala Sekolah SMP N 1 Kemangkon menyatakan bahwa saat ini sebagian besar siswa/siswi SMP N 1 Kemangkon memiliki HP dan memiliki akun sosial media, sehingga perlu mendapat arahan dan penjelasan mengenai aturan-aturan yang berlaku dalam besosial media.

Untuk itu, pada kesempatan jeda tengah semester SMP N 1 Kemangkon menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi para siswanya dengan mengundang dan menghadirkan Dinas terkait untuk memberikan materi pembinaan.

Selain sosialisasi dan pembinaan tentang etika bersosial media dari Dinkominfo Kabupaten Purbalingga, sebelumnya juga telah dilaksanakan pembinaan tentang bahaya narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga.

Etika Bermedia Sosial

Dilansir dari Profetik Jurnal Komunikasi, Harold D. Laswell memaparkan fungsi media bisa dibagi menjadi tiga. Pertama, media memiliki fungsi sebagai pemberi informasi untuk publik luas tentang hal-hal yang berada di luar jangkauan penglihatan mereka. Kedua, media berfungsi melakukan seleksi, evaluasi, dan interpretasi atas informasi yang diperoleh. Ketiga, media berfungsi menyampaikan nilai dan warisan sosial-budaya kepada masyarakat (Dita & Sri dalam Haryatmoko, 2007).

Media sosial saat ini bermunculan berbagai versi, ada media sosial khusus chatting, ada yang khusus untuk menulis, ada yang khusus memposting foto dan masih banyak lagi. Interaksi yang dilakukan dalam media sosial, haruslah memperhatikan etika dalam berinteraksi. Hal ini sangat penting agar segala aktivitas kita di media sosial tidak berdampak buruk dalam kehidupan kita, baik secara langsung maupun tidak langsung (dalam Jurnal Etika Komunikasi dalam Menggunakan Media Sosial Instagram).

Adapun etika komunikasi dan berinteraksi yang baik dalam media sosial yang dinyatakan oleh Maulinda (2016) adalah tidak menggunakan kata kasar, tidak memberi kesan provokatif, tidak mengunggah atau menyebarkan konten bermuatan porno ataupun SARA, tidak memposting artikel atau status yang bohong, tidak men-copypaste artikel atau gambar yang mempunyai hak cipta, serta tidak memberikan komentar yang relevan.