Terapkan Lima Hari Sekolah Rencana dari Dinas P dan K Cilacap

Rapat kerja dengan Komisi D DPRD dalam pembahasan rencana untuk menerapkan lima hari sekolah untuk ntuk sekolah yang di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Jum’at(11/01). (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau P dan K Kabupaten Cilacap merencanakan untuk menerapkan lima hari sekolah dalam waktu dekat. Yakni untuk sekolah yang di bawah naungan Kementerian Pendidikan. Hal tersebut dibahas saat Rapat kerja dengan Komisi D DPRD, Jum’at (11/01).

“Rencana penerapan lima hari sekolah tersebut katanya hanya dilakukan untuk sekolah yang dinilai sudah siap. Sedangkan untuk prosesnya kini telah memasuki pada tahapan awal. Mecakup pendataan sejumlah sekolah di Cilacap yang dianggap telah siap menjalankan program tersebut.Nantinya akan dilakukan pendekatan dan sosialiassi terlebih dahulu,” ujar Kepala Dinas P dan K Kabupaten Cilacap, Budi Santosa.

Dijelaskan, terkait rencana penerapan lima hari sekolah katanya masih perlu dilakukan sejumlah sosialisasi kepada setiap sekolah yang ada di Cilacap. Termasuk PCNU Cilacap maupun lembaga pengelola sekolah swasta yang belakangan ini menyatakan penolakan terhadap program tersebut.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap – Didi Yudi Cahyadi mengatakan, rencana penerapan hari sekolah, diakuinya memang mendapatkan penolakan dari sejumlah elemen. Salah satunya lembaga keagamaan. Kekawatiran tersebut disebabkan pengurangan hari sekolah akan berkonsekuensi penambahan jam setiap harinya. Penambahan jam yang semakin banyak, dikawatirkan dapat mengganggu proses kegiatan mengaji atau belajar ilmu agama yang umumnya dilakukan sekitar jam 3 sore.

Pembelajaran Progam Sekolah Lima Hari (PS5H) Dukung Peningkatan Pendidikan

Pembelajaran dengan Progam Sekolah Lima Hari (PS5H) merupakan inovasi pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui efektivitas dan efisiensi penggunaan waktu di sekolah. PS5H dinilai dapat membantu siswa mampu membagi waktu dengan baik antara kegiatan akademik maupun non akademik yang keduanya sangat dibutuhkan bagi perkembangan siswa. Siswa juga dapat mempunyai waktu lebih untuk bersosialisasi dengan keluarga, masyarakat juga lingkungan disekitarnya, Muthiah Ikhwandhia (2016)

Asumsi yang dipakai dalam melakukan perubahan dari enam menjadi lima hari sekolah ialah bahwa perubahan itu akan dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan mutu pendidikan di masing-masing sekolah. Di lain pihak perubahan kebijakan itu diharapkan sesuai dengan harapan siswa, orang tua dan guru serta selaras dengan visi dan misi BPK Penabur.

Apabila pelaksanaan Program Sekolah 5 Hari dimulai maka diasumsikan bahwa sekolah telah memenuhi berbagai sarana yang dibutuhkan. Dengan demikian yang perlu dipersiapkan lebih lanjut pada adalah: (a) analisis kurikulum yang mencakup materi, metoda dan sarana pembelajaran dengan hasil analisis berupa pengurangan jumlah jam pelajaran dengan berbagai aspeknya, (b) rancangan penghitungan kompensasi remunerasi guru dan karyawan yang berkaitan dengan perubahan program sekolah. Apabila sekolah langsung melaksanakan Program Sekolah 5 Hari maka persiapan-persiapan yang matang dan teliti serta detail perlu dipersiapkan guna dari program tersebut memberikan dampak yang positif dan sesuai dengan yang diharapkan.

Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dimana siswa ikut aktif dalam pembelajaran dan menunjukkan sikap positif untuk belajar. Selain itu, dapat dilihat dari segi hasil pembelajaran dimana terjadi perubahan tingkah laku yang positif dan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Pembelajaran efektif merupakan tolak ukur keberhasilan guru dalam mengelola pembelajaran oleh karena itu, proses pembelajaran dikatakan efektif jika siswa terlibat secara aktif, baik mental, fisik, maupun sosialnya dalam pembelajaran (Susanto, 2013:53).

Dalam pembelajaran yang efektif terdapat dua hal penting, yaitu terjadinya belajar pada siswa dan apa yang dilakukan oleh guru untuk membelajarkan siswa. Guru dan siswa perlu sama-sama berusaha sesuai dengan perannya masing-masing. Peran penting guru dan siswa dalam mewujudkan efektivitas pembelajaran melalui pembelajaran yang efektif adalah guru dapat mencapai tujuan pembelajaran sedangkan siswa mampu mencapai kompetensi sesuai dengan tujuan pembelajaran, sehingga keduanya dapat mencapai tujuan yang diharapkan dalam kegiatan pembelajaran (Asmani, 2012:93).

Melalui program khusus kemampuan guru menelaah dan menganalisis kurikulum perlu ditingkatkan. Kurikulum disini mencakup isi metodologi pembelajaran termasuk pengelolaan kelas, media pembelajaran, dan teknik evaluasi guna mendukung proses pembelajarann PS5H.

Penataan manajemen sekolah perlu dilakukan selaras dengan penerapan PS5H, khususnya yang berkaitan dengan pengaturan jadwal kegiatan sekolah, pemanfaatan sumber-sumber belajar yang ada di sekolah, supervisi serta pemanfaatan hasil supervisi sebagai umpan balik untuk meningkatkan mutu manajemen, sistem pemberian imbalan/insentif kepada guru dan tenaga kependidikan lainnya, dan pelayanan administrasi kependidikan.