Sosialisasi Stop Buang Air Besar Sembarangan oleh Desa Jatijajar Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen

Daily Banyumas
Sosialisasi Stop Buang Air Besar Sembarangan di Desa Kalijajar Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. (Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen).

Ayah – Masyarakat Desa Jajijajar Kecamatan Ayah mengundang Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen untuk memberikan Sosialisasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABs) pada (16/1/2020).

Desa Jatijajar Kecamatan Ayah sebanyak 40% telah memiliki Akses Sanitasi Jamban Sehat. Sebanyak 716 KK sebagian besar akses sanitasi masih disalurkan sebagian ke kolam ikan dan sungai, dilansir dari laman resmi Kabupaten Kebumen.

“Pada Tahun 2020 Pemerintah Desa Jatijajar melalui Dana Desa akan memberikan stimulant kepada masyarakat desa Jatijajar terutama masyarakat yang tidak mampu untuk meningkatkan akses sanitasi yang baik bagi masyarakat” kata Zuliatmo selaku Kepala Desa Jatijajar. Dengan perubahan perilaku dan komitmen dari masyarakat untuk merubah perilaku juga dapat memberikan jaminan agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Tri Tunggal Eko Sapto, S.KM.,M.PH menyampaikan salah satu strategi dalam rangka Peningkatan Akses Sarana Sanitasi yang layak bagi masyarakat adalah perubahan perilaku bagi masyarakat agar mau berperilaku bersih dan sehat.

Acara dilanjutkan Tanya Jawab Permasalahan dan Spesifikasi Jamban yang baik dan sehat dapat diterapkan di wilayah Desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Pada kesempatan kali ini tim monitoring melakukan kunjungan langsung ke sarana sanitasi yang dicuragai belum memiliki septic tank yang memenuhi syarat.

Pemanfaatan Sanitasi Demi Terwujudnya Kesehatan Lingkungan

Isnaini, (2014) menurut WHO definisi sanitasi lingkungan (Environmental Sanitation) adalah sebagai ilmu dan keterampilan yang memusatkan perhatiannya pada usaha pengendalian semua faktor yang ada pada lingkungan fisik manusia yang diperkirakan menimbulkan atau akan menimbulkan hal-hal yang merugikan perkembangan fisiknya, kesehatan maupun kelangsungan hidupnya (dalam Jurnal Sanitasi Lingkungan dalam Al-Qur’an).

Perilaku yang ditimbulkan manusia menimbulkan masalah yang telah mengakibatkan perubahan ekosistem dan timbulnya sejumlah masalah sanitasi. Kecenderungan untuk merubah pola hidup yang tidak sehat harus memiliki sanitasi lingkungan yang baik. Sanitasi yang baik meliputi penyediaan air rumah tangga yang baik, cukup kualitas maupun kuantitasnya, mengatur penggunaan jamban keluarga, pembuangan sampah, pembuangan air limbah, mendirikan rumah sehat, dan pembasmian binatang-binatang penyebar penyakit seperti lalat, nyamuk, kutu-kutu, serta penyakit lainnya (Ayu dalam Hiasinta A, 2001: 2).

Sanitasi sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dalam menghadapi masalah gangguan kesehatan akibat faktor lingkungan yang ditimbulkan manusia. Beberapa manfaat sanitasi yaitu terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman bagi manusia. Selain itu, dengan adanya sanitasi akan mencegah timbulnya penyakit-penyakit menular. (Supriadi & Emilian 2018 dalam Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi).