Pemanfaatan Film Sebagai Media Informasi

Daily Banyumas
Pemutaran Film Kesehatan di Desa Podourip Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen pada 17 Januari 2020. (Sumber: Dinas Kesehatan Kebumen)

Petanahan – Bidang Kesehatan Masyarakat Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen menyelenggarakan pemutaran film kesehatan di Desa Podourip Kecamatan Petanahan pada (17/1/2020).

Dalam sambutannya, Siswati selaku Ibu Kepala Desa menyampaikan kepada masyarakat Desa Podourip untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup bersih dan sehat, dilansir dari laman resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen.

Acara ini juga dihadiri oleh ketua BPD bapak KH. Zein Kholik yang memberi masukan kepada mendorong generasi muda untuk menjauhi narkoba dan perilaku sex bebas agar generasi muda terutama masyarakat Desa Podourip menjadi generasi yg sehat dan unggul.

Sebanyak kurang lebih 70 orang ikut serta dalam acara ini. Acara ini pun turut dihadiri oleh perwakilan kecamatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Podourip. Pada kesempatan kali ini film yang diputar adalah penyuluhan tentang TBC dan HIV AIDS. Alasan dipilihnya film, karena format film merupakan salah satu media audio visual yang dapat menyampaikan edukasi secara efektif dan variatif.

Edukasi seperti ini akan terus dilakukan dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih memahami dengan mudah materi apa yang disampaikan, selain tampil lebih fun dan menarik tentunya memberikan edukasi bagi masyarakat.

Peran Film dalam Dunia Pendidikan

Penggunaan media dalam pendidikan memiliki ratusan jumlahnya, baik di dalam negara maju maupun negara berkembang. Di luar dugaan, sebagaimana dicatat oleh Wilbur Schramm, dari sekian banyak kasus penerapan teknologi pendidikan dengan media yaitu sekitar 75% atau kurang lebih 170 kasus yang terdapat di negara berkembang. Hal ini dimungkinkan bahwa negara berkembang selalu dijadikan sebagai kelinci percobaan atau tempat pemasaran perangkat keras peralatan media. Salah satu media yang turut memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan ini adalah film. Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam membantu proses belajar mengajar (dalam Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan).

Nur (2007) menjelaskan bahwa pemanfaatan film menarik perhatian orang karena di dalamnya memiliki makna tersendiri dalam menyampaikan pesan. Perkembangan film akan membawa dampak yang cukup besar dalam perubahan sosial masyarakat. Perubahan tersebut disebabkan oleh semakin bervariasinya proses penyampaian pesan tentang realitas obyektif dan representasi yang ada terhadap realitas tersebut secara simbolik serta sebuah kondisi yang memungkinkan khalayak untuk memahami dan menginterpretasikan pesan secara berbeda.

Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dalam penggunaan film sebagai media untuk menyampaikan pelajaran terhadap anak didik. Muslih (2006) menyebutkan beberapa manfaat film sebagai media pengajaran, antara lain:

(1) Film dapat menggambarkan suatu proses, misalnya proses pembuatan keterampilan tangan dan sebagainya

(2) Dapat menimbulkan kesan ruang dan waktu

(3) Penggambarannya bersifat 3 dimensional

(4) Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk ekspresi murni

(5) Dapat menyampaikan suara seorang ahli sekaligus melihat penampilannya

(6) Kalau film tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan, dan

(7) Dapat menggambarkan teori sains dan animasi.