Keberhasilan Operasi Satpol PP Banyumas

Tiga orang manusia silver tertangkapoleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (14/1). (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto – Operasi pekat dilaksanakan di wilayah kota Purwokerto oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (14/1) dengan tujuan untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Tiga orang manusia silver terdiri dari seorang laki-laki K(47) seorang wanita S(33) dan bahkan ada seorang anak-anak TR(12) berhasil diamankan oleh tim patroli Satpol PP yang dipimpin Kasi Operasi dan Pengendalian Kasmo.

Kasmo mengatakan bahwa mereka bertiga sudah sering beroperasi di perempatan. Sehingga keberadaan manusia silver yang meminta-minta di perempatan kota Purwokerto membuat masyarakat resah.

‚ÄúDari keterangan S(33) dia mengaku disuruh oleh teman suaminya untuk memanfaatkan anaknya TR(12),” ujar Kasmo

Setelah diundang kekantor Satpol PP, mereka diminta untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan, karena melanggar Perda Nomor 16 tahun 2015 tentang Penanggulangan penyakit Masyarakat.

Dari hasil kegiatan operasi penyakit masyarakat, Satpol PP memberi tindakan dengan mengirim pelaku ke Dinas Sosial untuk pembinaan.

Peran Pemeritah dalam Memberdayakan Masyarakat

Menurut Kartasasmita (1996:159-160), upaya memberdayakan masyarakat harus dilakukan melalui tiga jurusan, yaitu sebagai berikut:

Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling). Disini titik tolaknya adalah pengenalan bahwa setiap manusia, setiap masyarakat, memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Artinya, tidak masyarakat yang sama sekali tanpa daya karena, kalau demikian akan sudah punah. Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya itu dengan mendorong (encourage), memotivasi, dan membangkitkan kesadaran (awareness) akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya.

Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat (empowering). Dalam rangka ini diperllukan langkah-langkah lebih positif selain dari hanya menciptakan iklim dan suasana. Perkuatan ini meliputi langkah-langkah nyata dan menyangkut penyediaan berbagai masukan (input), serta pembukaan akses kepada berbagai peluang (opportunities) yang akan membuat masyarakat menjadi makin berdaya.

Dalam proses pemberdayaan, harus dicegah yang lemah menjadi bertambah lemah, karena kurang berdaya dalam menghadapi yang kuat oleh karena itu, dalam konsep pemberdayaan masyarakat, perlindungan dan pemihakan kepada yang lemah amat berdasar sifatnya.

Program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaan pada prinsipnya memiliki banyak persamaan. Hal ini terlihat pada program Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP), Gapoktan dan Desa Mandiri Pangan(Demapan). Adapun persamaannya antara lain: sama-sama berbasis desa, dilaksanakan oleh kelompok masyarakat, mendapatkan modal usaha pertanian dan non pertanian, terbentuknya lembaga keuangan mikro ditingkat desa, dan dibimbing oleh penyuluh dan tenaga pendamping.

Mendirikan kelembagaan bukanlah pekerjaan yang mudah baik dari sisi pembentukan awal maupun dari sisi menjalankan kelembagaan itu sendiri. Dibutuhkan waktu untuk bisa memantapkan eksistensi kelompok miskin dan kelembagaan terkait lainnya dengan sasaran pemberdayaan masyarakat miskin dan menumbuhkan ekonomi perdesaan. Mensinergikan program PUAP dengan Demapan merupakan salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan sinergitas program PUAP dalam mendukung Demapan tetap dalam kendali Badan Ketahan Pangan, namun kegiatan monitoring dan evaluasi terkait dengan efektifitas penggunaan dana PUAP dapat dilakukan oleh Direktorat Djenderal Sarana dan Prasarana Pertanian. Dana program PUAP tersebut dapat dipergunakan untuk memantapkan tingkat kemandirian dan memfasilitasi desa binaan Demapan dengan sasaran pemantapan ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Agar kegiatan sinergi kedua program ini menjadi maksial, maka peran BPTP sebagai sekretaris kegiatan PUAP di provinsi dapat dioptimalkan fungsi pengawasannya.

Demapan bisa dikategorikan sebagai salah satu program yang akan mensukseskan program PUAP, dengan cara melanjutkan kegiatan-kegiatan yang ada di desa Demapan. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya yang ada di kelompok afinitas saja, bisa juga kegiatan-kegiatan diluar kelompok afinitas seperti pembangunan infrastrukur pertanian dan perdesaan. Dengan adanya koordinasi kegiatan, pembangunan lintas sektoral, serta peningkatan peranan pemerintah, swasta dan LSM, maka akselerasi pembangunan pertanian dan ekonomi desa yang mengarah pada pengentasan kemiskinan dapat diwujudkan.