Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Hadiri Puncak Acara Natal Banyumas

Bupati Banyumas Achmad Husein kunjungi puncak perayaan natal di Gedung Sasana Krida, Kompleks Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu, (15/1). (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto – Sekitar 3.000 umat kristiani dari berbagai gereja tetap semangat memadati Gedung Sasana Krida, Kompleks Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu, (15/1) pukul 17.30 untuk mengikuti perayaan Natal bersama umat Nasrani yang mengusung tema “Yesus Sahabat Semua Orang” dengan keadaan hujan mengguyur kota Purwokerto dan sekitarnya.

SD Karitas, SD Santo Yosep, SD Santa Maria, SD Kristen 01, SD Kristen 02, SD Kristen Sokaraja, SD Palm Kids yang mengisi acara Natal kali ini dengan berbagai hiburan dari murid-murid sekolah yang ada di Kabupaten Banyumas. Mereka menampilkan pujian, tarian juga permainan angklung.

Ketua Panitia Perayaan Natal Bersama Tingkat Kabupaten Banyumas Pendeta Sukarmo mengatakan acara tersebut merupakan puncak kegiatan perayaan Natal 2019.

“Perayaan Natal pada tahun ini bertemakan ‘Yesus Sahabat Semua Orang’, dan kita bersyukur di sela-sela kesibukan kita dapat berkumpul di GOR Satria, Purwokerto, untuk merayakan Natal bersama. Natal ini merupakan Natal yang sangat membahagiakan, karena Natal ini dihadiri begitu banyak saudara-saudara kita di Purwokerto atau saudara-saudara kita seluruh Kabupaten Banyumas,” katanya.

Bupati Banyumas Achmad Husein, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Budhi Setiawan, Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Whisnu Caraka, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf. Chandra, Ketua FKUB Kabupaten Banyumas K.H. M. Roqib turut hadir dalam kegiatan tersebut dan tamu undangan lainnya.

Bupati Banyumas turut serta menyalakan lilin beserta tamu undangan dan juga menyerahkan secara langsung doorprize berupa sepeda kepada tamu yang beruntung malam itu.

Sementara saat memberi sambutan, Bupati Banyumas Achmad Husein menyampaikan ucapan selamat Natal tahun 2019 dengan harapan perayaan Natal tersebut membawa kebahagiaan dan keberkahan.

“Kita juga bersyukur dan terima kasih atas kerja sama antara aparat Kepolisian, TNI, dan Pemda dalam perayaan Natal Tahun 2019 di wilayah Kabupaten Banyumas berjalan dengan aman lancar, aman, dan khidmat,” katanya.

Peran Pemerintah Daerah dalam Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Dalam bidang agama, arah kebijakanpembangunan nasional yang dicita-citakan saat ini, menyangkut 4 hal seperti; peningkatan kualitas pelayanan, pemahaman agama, kehidupan beragama serta peningkatan kerukunan intern dan antar umat beragama. Untuk mewujudkan cita-cita dan arah kebijakan pembangunan nasional itu tentu diperlukan kerja maksimal, seperti sinergi dan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan mitra pemerintah dalam pengelolaan keberagaman umat beragama. Program-program yang dirancang oleh pemerintah khususnya ditingkat lokal/ daerah juga perlu dievaluasi, terutama berkaitan dengan pemeliharaan kerukunan umat beragama, karena program yang sudah dijalankan belum memberikan hasil yang baik.

Dalam upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemerintah menerbitkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat (selanjutnya cukup disebut PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006, atau PBM saja).

Pemerintah daerah dalam memelihara kerukunan umat beragama.Peranan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 3 yakni sebagai fasilitator, koordinator dan regulator. Peranan pemerintah sebagai fasilitator terlihat dari berbagai tugas yang telah dijalankan seperti memberdayakan dan memfasilitasi Forum Kerukunan Umat Beragama dan menyelenggarakan program wawasan kebangsaan dan cinta tanah air bagi pelajar, mahasiswa daerah, organisasi masyarakat dan tokoh agama, Henrikus Wawan Kurniawan (2017).

Peranan Pemerintah daerah yang kedua yakni sebagai Koordinator berarti pemerintah melakukan berbagai mengkoordinasikan semua kegiatan di Instansi vertikal dan menumbuhkembangkan keharmonisan diantara umat beragama, Pembinaan camat, lurah atau kepala desa dalam penyelenggaraan kehidupan beragama, penyampaian kebijakan pemerintah kota dalam rapat koordinasi dengan camat pada musrembang tingkat kelurahan, kecamatan atau kota dan koordinasi dengan Instansi Pemerintahan seperti Kementerian Agama Daerah serta Kepolisian Resort Daerah.

Peranan Pemerintah daerah sebagai regulator dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama berarti pemerintah memberikan perizinan terkait pendirian rumah ibadah sesuai dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sipemohon. Pertimbangan bupati dalam memberikan ijin yakni dengan adanya surat rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama Daerah.