LazisMu Purbalingga Lakukan Aksi Galang Dana

Daily Banyumas
Aksi galang dana dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodakoh Muhammadiyah (LazisMu) Purbalingga pada 13-18 Januari 2020. (Sumber foto: Website Pemkab Purbalingga)

Purbalingga Lor – Dalam rangka membantu korban yang terdampak banjir dan longsor di wilayan Jabodetabek dan Banten, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodakoh Muhammadiyah (LazisMu) Purbalingga melakukan aksi galang dana pada 13-18 Januari 2020.

Andi Pranowo selaku Direktur LazisMu Purbalingga, mengatakan aksi galang dana untuk korban banjir dan longsor tidak dilakukan sendiri. LazisMu Purbalingga melibatkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di masing-masing SMA/SMK Muhammadiyah di Kabupaten Purbalingga.

“Dengan galang dana LazisMu peduli bencana ini, dana yang terhimpun akan segera disalurkan untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak musibah,” kata Andi, Selasa (14/1), dilansir dari laman resmi Kabupaten Purbalingga.

Andi menuturkan, penggalangan dana ini dilakukan karena banyak korban terdampak bencana banjir dan longsor yang menimpa beberapa wilayah di Jabodetabek dan Banten. Nantinya hasil dana yang berhasil terkumpul dari penggalangan dana akan diserahkan ke LazisMu Jawa Tengah untuk disalurkan langsung ke lokasi korban bencana.

“Kalau target sendiri kita belum ada target yang ditargetkan, tapi mudah-mudahan dari penghimpunan ini kita berharap bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita di beberapa lokasi yang terkena bencana banjir maupun longsor,” ujarnya.

Ia berharap penyaluran dana kemanusiaan ini juga dapat memberikan manfaat bagi LazisMu Purbalingga yakni meningkatkan solidaritas untuk misi kemanusiaan bersama. Dan dengan adanya aksi galang dana ini juga dapat menumbuhkan rasa kepedulian bagi generasi remaja yang perlu dipupuk sejak dini.

“Ini tentu harus menjadi ujian bagi kita bersama sehingga sebagai bentuk kepedulian bersama LazisMu Purbalingga bekerja sama para pelajar yang tergabung dalam IPM di Kabupaten Purbalingga,” pungkas Andi.

Upaya Meningkatkan Kepedulian Sosial

Peduli sosial dapat dikatakan sebagai perilaku baik seseorang terhadap orang lain di sekitarnya. Menurut Nafisah dalam Darmiyati (2011) peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Furqon (2010) menguraikan beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan karakter peduli sosial, antara lain: peduli pada orang lain; menghargai orang lain; menghormati hak-hak orang lain; bekerja sama; dan membantu dan menolong orang lain.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Pertama, pembelajaran di rumah. Peranan keluarga terutama orang tua dalam mendidik anak sangat berpengaruh terhadap tingkah laku anak. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama. Dikatakan sebagai pendidikan yang pertama karena pertama kali anak mendapatkan pengaruh pendidikan dari dan di dalam keluarganya.

Kedua, pembelajaran di lingkungan. Lingkungan masyarakat merupakan lingkungan pendidikan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Teman sebaya merupakan orang yang lebih sering berinteraksi dengan anak setelah orang tua dan guru. Di sekolah anak akan berinteraksi dengan teman sekelasnya, ketika di lingkungan masyarakat anak juga berinteraksi dengan teman sebayanya. Teman sebaya atau teman bermain anak dapat memberikan pengaruh baik atau buruk, jika teman sebaya anak merupakan anak yang rajin maka akan memberikan pengaruh positif bagi anak. Sebaliknya jika teman sebaya anak merupakan anak yang nakal maka tentunya dapat memberikan pengaruh negatif pada diri anak.

Ketiga, pembelajaran di sekolah. Sekolah sebagai penyelenggara pendidikan harus memiliki potensi untuk memberikan pendidikan tentang kepedulian sosial melalui guru dan seluruh penyangga kepentingan sekolah. Penanaman nilai juga dapat diintegrasikan pada setiap mata pelajaran supaya nilai benar-benar terinternalisasi pada siswa. Sekolah juga memiliki berbagai macam kegiatan baik yang berhubungan di dalam maupun di luar sekolah yang melibatkan warga sekitar yang dapat menumbuhkan sikap kepedulian sosial. Misalnya infak mingguan, menjenguk teman atau guru yang sakit, kerja bakti, bakti sosial ke panti asuhan dan lain-lain.