Jembatan Kali Sarangan Resmi Beroperasi, Lancarkan Lalu Lintas Perdagangan Warga

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, meresmikan jembatan Kali Sarangan Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Senin (13/1). (Foto: Pemkab Banyumas)

Kemranjen – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, meresmikan jembatan Kali Sarangan Desa Karangsalam, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Senin (13/1). Dengan diresmikan jembatan tersebut, warga mengaku senang dengan dibangunnya jembatan Kali Sarangan. Adanya jembatan tersebut memudahkan masyarakat untuk menyeberang Kali Sarangan tanpa harus turun langsung ke sungai.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, jembatan Kali Sarangan sangat memudahkan akses masyarakat di dua desa, yaitu Desa Karangsalam dengan Desa Alasmalang. Adanya jembatan itu membuat lalu lintas perdagangan dan ekonomi kedua antara dua desa tersebut lancar.

“Perdagangan dua desa itu bisa lancar, sehingga komoditas unggulan bisa terjual dengan baik dengan kualitas baik, karena perjalanan sudah lancar,” terang Wagub.

Ia menyampaikan, jembatan tersebut merupakan salah satu hasil dari program satu SKPD satu desa binaan yang dicanangkan Pemprov Jateng. Pembangunan jembatan Kali Sarangan itu merupakan andil dari Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng yang menjadi pembina Desa Karangsalam.

“Ini hasil dari program desa binaan SKPD, dalam hal ini Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng. Adanya jembatan ini dapat membantu masyarakat untuk mengangkut hasil kebun, yaitu durian Kromo,” katanya.

Dariman, warga Karangsalam, mengatakan di seberang sungai ada dua RT dengan total hampir 100 KK. Sebelum jembatan Kali Sarangan dibangun, warga sekitar harus nyemplung dan basah-basahan ke sungai hanya untuk menyeberang. Bahkan saat musim penghujan mereka bisa terisolasi karena tidak dapat menyeberang.

Diakui, jalan lain untuk menyeberang ada, tetapi jaraknya terlalu jauh. Itu pun hanya dapat dilewati dengan jalan kaki. Kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, tidak dapat melintas.

“Begitu ada jembatan itu sekarang sudah mudah, masyarakat melintasi jalur ini. Terus di sana ada produk unggulan yaitu durian kromo. Jadi banyak warga dari luar desa dan daerah datang ke sana. Sebelum dibangun sangat sulit karena masuk ke dalam sungai,” ungkapnya.

Warga lainnya, Sainem dan Siti Sofiana juga merasa senang karena pemerintah telah membangun jembatan Kali Sarangan. Sekarang keduanya tidak perlu menunggu air sungai surut kalau ingin menyeberang saat hujan atau debit air tinggi.

“Dulu kalau hujan harus nunggu surut dulu baru bisa menyeberang. Sekarang kami senang karena sudah dibuatkan jembatan yang bagus. Ini menguntungkan bagi kami,” ujar Siti.

Gerak Kolaborasi, Sukseskan Pembangunan Daerah

Pembangunan dalam bidang sosial masyarakat dilakukan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar mendapatkan kesempatan dalam merubah kehidupan perekonomian mereka. Perubahan kehidupan perekonomian dilakukan dengan memberdayakan dan mengikutsertakan masyarakat dalam proses pembangunan. Demikian juga amatlah penting peran aktif dari pemerintah daerah dan investor untuk secara bersama membuka kesempatan bagi masyarakat lokal agar dapat berpartisipasi aktif dalam mendorong semangat perubahan, Mohamad Teja (2015).

Dalam penyusunan dan pengembangan rencana program, seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) selayaknya secara bersama-sama merumuskan apa yang akan dilakukan dan bagaimana melakukannya untuk mecapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan kata lain, seluruh pemangku kepentingan menentukan tujuan, strategi, tugas dan prosedur yang ditujukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan pemecahan masalah. Program dirumuskan sebagai suatu perangkat kegiatan yang saling mendukung atau saling tergantung yang diarahkan pada pencapaian satu atau beberapa tujuan khusus.

Kapasitas perencanaan perlu ditingkatkan disemua tingkatan terutama yang terkait dengan identifikasi dan prioritas masalah, penentuan tujuan, penyusunan dan pengembangan rencana program, pelaksanaan program, dan evaluasi program.

Identifikasi masalah perlu dilakukan secara komprehensif dengan menggunakan berbagai teknik dan indikator yang tepat mengingat kegiatan ini merupakan salah satu kunci keberhasilan program pembangunan secara keseluruhan karena sangat menentukan derajat urgensi kebutuhan, akseptabilitas usulan opsi serta efisiensi dan efektivitas implementasi program yang dilaksanakan. Perumusan masalah harus pula dapat mengungkap akar penyebab masalah-masalah yang dihadapi.

Keterlibatan aparat desa dan masyarakat dalam proses pembangunan mutlak diperlukan dalam upaya mempercepat pengembangan perdesaan. Namun demikian, relatif rendahnya pengetahuan dan sumberdaya yang dimiliki menyebabkan terbatasnya peran mereka secara efektif. Kondisi ini diperparah oleh berbagai kebijakan pemerintah dan struktur pelayanan yang seringkali membatasi, daripada mengembangkan peranan aparat desa dan masyarakat dalam proses pembangunan di desanya sendiri.

Pengetahuan dan kemampuan aparat desa ditentukan oleh tingkat pendidikan, sehingga pemerintah sebaiknya turut menentukan aparat desa dengan pendidikan minimal SMA atau Akademi. Program pelatihan yang intensif juga merupakan salah satu jalan keluar bagi peningkatan pengetahuan dan kemampuan aparat desa.