Orientasi Pelayanan Kesehatan Lansia

Daily Banyumas
Kegiatan Orientasi Pelayanan Kesehatan Lansia bagi petugas kesehatan yang dilaksanakan pada hari Senin-Rabu (22-24 Juli 2019) di Aula Saga Dinas Kesehatan. (Sumber: Puskesmas Mrebet Purbalingga)

Purbalingga – Bertempat di Aula Saga Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga melalui program Kesehatan Lansia berupaya memajukan kualitas kesehatan dan menanamkan pola hidup sehat kepada para lansia untuk meningkatkan Angka Harapan Hidup masyarakat. Kegiatan tersebut yaitu tentang Orientasi Pelayanan Kesehatan Lansia bagi petugas kesehatan pada hari Senin-Rabu (22-24 Juli 2019).

Materi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi dan tenaga medis baik dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Daerah fokus pada upaya kesehatan lansia. Para peserta terdiri dari dokter, perawat, petugas gizi dan bidan koordinator lansia di 11 Puskesmas di Kabupaten Purbalingga.

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan para lansia, dikarenakan semakin usia lanjut kesehatan para lansia semakin menurun dan semakin banyak keluhan yang dirasakan. Kepedulian dan perawatan yang baik dari petugas kesehatan diharapkan mengurangi ketidaknyamanan lansia yang sakit. Upaya kesehatan masyarakat dengan sasaran para lansia pun semakin digiatkan di puskesmas diantaranya melalui Posyandu Lansia dengan kegiatan penyuluhan, pemeriksaan rutin berat badan dan tekanan darah, senam lansia dan kegiatan lain.

Dimulai dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan dan Kecamatan memberikan program Rantang Berkah untuk lansia yang kurang mampu sebatang kara dengan memberikan makan setiap hari selama beberapa bulan.

“Mari kita dukung kegiatan untuk lansia karena mereka adalah orang tua kita.” Ujar Rahayu Puji Astuti, drg

Pola Hidup Sehat dengan Metode Food Combining

Food combining atau yang dikenal dengan kombinasi makanan serasi menurut Gunawan (2001:34) adalah metode pengaturan asupan makanan yang diselaraskan dengan mekanisme alamiah tubuh, khususnya yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Manfaat pola makan ini akan meminimalkan jumlah penumpukan sisa makanan dan metabolisme, sehingga fungsi pencernaan dan penyerapan zat makanan menjadi lancar, dan pemakaian energi tubuh juga lebih efisien.

Menurut Rina (2016) pada dasarnya, inti dari food combining yaitu:

Banyak mengkonsumsi makanan segar dan alami serta menjauhi makanan yang telah diproses. Dalam hal ini sayuran dan buah-buahan segar menjadi bagian utama menu sehari-hari dan tidak disarankan mengkonsumsi makanan olahan karena tidak lagi alami. Seperti makanan kalengan, makanan pengawet (sawi asin, manisan buah, abon), dan makanan mengandung penyedap rasa (MSG, pewarna sintetis).

Selain itu, makanan dan minuman sejenis tempe dan yoghurt meskipun memiliki kandungan senyawa fitokimiawi justru menjadi makin kaya protein setelah mengalami proses pengolahan. Beras putih slip yang mengalami proses pemutihan dan penambahan pewangi pandan tidak disarankan. Paling baik mengkonsumsi beras merah atau beras putih tumbuk. Mengkombinasi makanan harus sesuai siklus metabolisme tubuh. Pengaturan kombinasi makanan membuat tubuh lebih hemat menggunakan energi untuk memproses makanan sehingga tubuh menjadi lebih bugar dan bertenaga. Penghematan penggunaan energi bermanfaat untuk menghambat kerusakan sel akibat ekploitasi sel dan organ tubuh secara berlebihan. Inilah salah satu alasan mengapa orang-orang yang menerapkan pola makan food combining.

Food combining juga sebagai inovasi di bidang gizi (kesehatan) yang memiliki wujud sebagai gagasan yang harus disebarkan kepada masyarakat. Sehubungan dengan manfaat besar yang dapat diperoleh masyarakat, antara lain, untuk mencapai derajat kesehatan yang memuaskan. Sebuah inovasi mempunyai karakter tertentu akan dipersepsi oleh calon pengadopsinya. Karakter inovasi dianalisis berdasarkan pada tiga aspek, yaitu: relative advantage (keuntungan relatif), compatibility (kesesuaian), dan complexity (kompleksitas).

Contoh Menu Sehari Menurut Acuan Gizi Konvensional dan “Food Combining

Menu Acuan Gizi Konvensional Menu Food combining
Makan Pagi: Nasi, Sambal Goreng Kering, Daging Setup bincis dan wortel

Kudapan Pagi: Bubur Kacang Hijau

Makan Siang: Nasi, Ikan Goreng, Sambal Goreng Tahu Sayur Asam, Pepaya

Makan Malam: Nasi, Telur Bumbu Rujak Tempe Goreng, Sup Sayuran Pisang

Bangun tidur: Air putih + sedikit air jeruk nipis

Makan pagi (jam 05.30-11.30): Jus semangka, Apel, Jeruk Manis

Makan siang: Karedok Sayuran Nasi, Perkedel Kentang, Tempe Bacem

Kudapan sore: Lassi Mangga (Mangga + Yogurt)

Makan Malam: Salad sayuran Steak daging Sapi

Sumber: Acuan gizi menurut bagian Gizi RS Dr. Ciptomangunkusumo & Persatuan Ahli Gizi Indonesia, serta menurut ahli nutrisi Food combining.