DPD KNPI Banyumas Gelar Rapat Pimpinan Daerah

Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Kabupaten Banyumas (DPD KNPI Banyumas) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Aula Rapat Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Sabtu (11/01). (Foto: Pemkab Cilacap)

Purwokerto – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Kabupaten Banyumas (DPD KNPI Banyumas) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Aula Rapat Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Sabtu (11/01).

Rapimda dipimpin langsung oleh Ketua Caretaker DPD KNPI Kabupaten Banyumas Bung Muhammad Mustafid, didampingi oleh Wakil Sekretaris DPD KNPI Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan 9 organisasi kepemudaan di wilayah Kabupaten Banyumas, dibuka oleh Kapala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Drs. Asis Kusumandani, M.Hum, digelar bertujuan untuk menyusun materi Musda.

Ketua Organisation Comite Rapimda, Sarifudin mengungkapkan, Rapimda merupakan forum tinggi Pra Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Banyumas. Sedangkan Musda adalah forum tertinggi DPD KNPI Kabupaten Banyumas yang bertujuan menentukan kebijakan-kebijakan dan rekomendasi serta memilih seorang ketua untuk periode selanjutnya.

“Rapimda telah memutuskan rancangan materi Musda. Musda DPD KNPI Kabupaten Banyumas nantinya disebut Musda XIII untuk masa bakti tahun 2020-2023,” Sarifuddin menambahkan.

Peserta Musda XIII yang mempunyai hak suara dalam pemilihan ketua DPD KNPI Kabupaten Banyumas sejumlah 33. Rinciannya, 1 utusan dari DPD KNPI Provinsi Jawa Tengah, 1 utusan dari DPD KNPI Kabupaten Banyumas, masing-masing 1 utusan dari 31 organisasi kepemudaan (OKP) yang pernah hadir pada Musda sebelumnya.

Untuk Peninjau Musda adalah 1 utusan dari Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Banyumas dan masing-masing 1 utusan dari 8 organisasi yang baru pertama mengikuti Musda.

“Panitia Musda XIII membuka pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD KNPI Banyumas mulai tanggal 12 sampai dengan 18 Januari 2020. Syarat calon ketua yang lebih selektif, sebagaimana tertuang dalam rancangan materi Musda XIII, diantaranya berusia tidak lebih dari 40 tahun atau belum genap 41 tahun. Kemudian menyampaikan dukungan tertulis minimal 20% dari jumlah peserta Musda XIII dan minimal rekomendasi 6 OKP dan menyampaikan daftar riwayat hidup serta surat pernyataan kesanggupan,” jelasnya.

Ia berharap, dengan syarat-syarat tersebut, Musda ke depan akan menghasilkan Ketua dan pengurus yang akan membawa KNPI Banyumas lebih baik lagi, setelah sempat tak begitu terdengar gaungnya.

“KNPI Banyumas terus berbenah dan akan memperbaiki diri untuk memberikan kontribusi serta dedikasi kepada masyarakak, bangsa, dan negara,” pungkas Sarifudin.

Pembentukan Karakter Pemuda dan Peran Serta Pemuda dalam Perubahan Bangsa

Pemuda merupakan pewaris generasi yang seharusnya memiliki nilai-nilai luhur, bertingkah laku baik, berjiwa membangun, cinta tanah air, memiliki visi dan tujuan positif. Pemuda harus bisa mempertahankan tradisi dan kearifan lokal sebagai identitas bangsa. Pendidikan formal yang dilakukan juga harus menjadi bekal untuk bergaul dalam masyarakat. Wahab dan Sapriya (2011;311)

Untuk mempertahankan tradisi dan pembentukan karakter yang lebih baik. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah sebagai berikut;

  1. Kepada Pemerintah, mengeluarkan beberapa kebijakan yang memihak kepada pemuda. Pemerintah memberikan beberapa fasilitas yang memadai untuk menarik perhatian pemuda supaya beralih kepada kegiatan yang positif. Optimalisasi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 83/ HUK/ 2005 tentang pedoman dasar karang taruna sebagai landasan hukum penyelenggaraan karang taruna harus dilaksanakan sebagaimana mestinya.
  2. Kepada Karang Taruna, dapat mengkoordinir dan mengayomi seluruh pemuda di desa agar dapat maksimal berperan dalam masyarakat, perlu ditingkatkan kembali kegiatan yang dapat memberikan kontribusi dan pelatihan yang sesuai dengan pemuda setempat, koordinasi dan kerjasama antara karang taruna dengan organisasiorganisasiyang lain agar Pendidikan Karakter agar dapat berjalan searah, bisa menjalankan fungsinya sebagai pusat informasi bagi pemuda lainnya. Sehingga banyak yang tertarik untuk berkumpul dengan karang taruna. Menjadikan karang taruna sebagai rumah kedua dalam masyarakat, dan tempat berkomunikasi sesama pemuda lainnya.
  3. Kepada Pemuda, harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan yang luas, maka harus bergabung dalam karang taruna, peningkatan wawasan dan kecendekiawanan tidak dapat berjalan secara instan, oleh karena itu ketika bergabung dalam karang taruna haruslah dapat memberikan kontribusi atau manfaat dan peningkatan kualitas diri.
  4. Kepada Warga Masyarakat, selalu mengajak dan memberikan kesempatan kepada pemuda untuk ikut serta dalam tradisi masyarakat. Mengawasi dan memberikan dorongan, motivasi dan saran kepada mereka agar senantiasa terkontrol dan tidak berbuat kesalahan. Pendidikan karakter dalam masyarakat harus dapat berjalan secara kolektif dan meningkatkan perilaku baik pemuda, terbebas dari kepentingan individu dan atau golongan, bertujuan untuk peningkatan wawasan, pengetahuan, bakat dan kemampuan pemuda, setiap masyarakat harus memiliki perilaku baik untuk memberikan keteladanan pada pemuda, yakni memancing tindakan baik, menghargai perbedaan, dan memberikan nasihat kepada mereka serta ketauladanan.

Pramudyasari Nur Bintari dkk (2016;75)

Merujuk pada pernyataan ”pemuda adalah harapan bangsa”, kuantitas yang besar tidak berarti mengalahkan kualitas. Artinya, jumlah pemuda yang besar pada suatu negeri tidaklah bernilai apa-apa ketika tidak ada atau sedikit sekali yang berkarya, mandiri, profesional, serta berakhlak tinggi.

Warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan dengan baik hak dan kewajibannya sebagai individu, peka dan memiliki tanggung jawab sosial, mampu memecahkan masalahnya sendiri dan masalah kemasyarakatan sesuai fungsi dan perannya (socially sensitive, socially responsible, dan socially intelligence), agar dicapai kualitas pribadi dan perilaku warga masyarakat yang baik (socio civic behavior dan desirable personal qualities).

Sebagai seorang negarawan, semangat juang dan semangat persaudaraan harus dimiliki. Para pemuda diminta untuk mewujudkannya dalam kehidupan ini. Di sinilah letak rahasia membangun persatuan dan kesatuan bangsa ini, sebagaimana yang tertera dalam Pancasila sila ketiga, dan UUD’45 alinea IV. Pemuda adalah pemegang kendali negeri ini ke depannya. Kesetiaannya terhadap negeri ini adalah kebahagian buat segenap komponen bangsa.