Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Purbalingga

Daily Banyumas
Dinkop UKM Purbalingga mengadakan pelatihan pemberdayaan ekonomi pesantren di BLK Kabupaten Purbalingga. (Sumber Foto: Dinkop UKM Purbalingga).

Purbalingga – Dinkop UKM kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan BLK Kabupaten Purbalingga melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi pesantren mengadakan pelatihan pemberdayaan ekonomi pesantren untuk bidang konveksi, perbengkelan dan bakery di BLK Kabupaten Purbalingga dalam rangka menumbuhkan jiwa kewirausahaan santri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 24-25 Agustus 2019.

Kepala Bidang UMKM Kabupaten Purbalingga Adi Purwanto mengatakan bahwa untuk menjawab tantangan kedepan harus diantisipasi dengan kesiapan mental dan jiwa kewirausahaan, sehingga diharapkan pesantren mampu memberikan kontribusi nyata. Oleh karena itu, para peserta diminta mengikuti pelatihan dengan baik dan dapat menerapkan hasinya ke pesantren masing-masing, sehingga bisa memberikan nilai tambah untuk perkembangan pesantren maupun masyarakat sekitarnya.

“Para santri diharapkan tidak hanya mumpuni dalam masalah keagamaan, tetapi juga bagaimana santri bisa bersaing dan mampu menjadi penggerak ekonomi pesantren sehingga menjadi pesantren yang mandiri dan produkstif” tegas Adi.

Sementara itu Kasi Kewirausahaan Tri Suhani menjelaskan salah satu tujuan dari pelatihan kewirausahaan pesantren adalah agar para santri punya skill dan keahlian, sehingga bisa mandiri dan berusaha menciptakan lapangan kerja. Dengan demikian para santri bisa berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian warga pesantren dan masyarakat disekitar.

Pelatihan diikuti oleh 84 santri masing-masing pelatihan konveksi/menjahit dengan 32 peserta dari 16 Pesantren, bakery 28 peserta dari 14 pesantren dan perbengkelan 24 peserta dari 6 pesantren dengan mengahdirkan pelatih dan instruktur yang ditunjuk BLK.

“Pelatihan ini dibiayai dari APBD Kabupaten melalui kegiatan Peningkatan ekonomi pesantren” jelas Tri Suhani

Lebih jauh dijelaskan oleh Tri Suhani, para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan, walaupun dalam waktu yang singkat. Untuk mendukung dan memotivasi peserta, Dinkop UKM akan memberikan bantuan berupa mesin Jahit, Alat Masak dan Perbengkelan.

“Insya Allah akan segera kami proses, masih menunggu pencairan” jelas Tri Suhani

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan, dari Pihak BLK akan memfasilitasi pelatihan lanjutan.

“kita akan memprioritaskan peserta yang berminat untuk meningkatkan keterampilan di bidangnya” jelas Kepala UPT BLK, Hasan.

Pemberdayaan Ekonomi di Masyarakat

Pemberdayaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai kata nomina (kata benda) yang berarti proses, cara, perbuatan, memberdayakan (Departemen Pendidikan Nasional, 2008; 300). Pemberdayaan dalam bahasa Inggris disebut sebagai empowerment. Istilah pemberdayaan diartikan sebagai upaya mengaktualisasikan potensi yang sudah dimiliki masyarakat agar menjadi sebuah sistem yang bisa mengorganisasi diri mereka sendiri secara mandiri. Individu bukan sebagai obyek, melainkan sebagai pelaku yang mampu mengarahkan diri mereka sendiri kearah yang lebih baik (Choironi, 2018)

Dalam situs yang ditulis oleh Daniel Sukalele, pemberdayaan dimaksudkan bahwa:

a. Pemberdayaan adalah upaya yang membangun daya masyarakat dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta berupaya untuk mengembangkannya.

b. Pemberdayaan diarahkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat secara produktif sehingga mampu menghasilkan nilai tambah yang tinggi dan pendapatan yang lebih besar. Upaya peningkatan kemampuan untuk menghasilkan nilai tambah paling tidak harus ada perbaikan akses terhadap empat hal, yaitu akses terhadap sumber daya, akses terhadap teknologi, akses terhadap pasar dan akses terhadap permintaan.

Menurut Afriyani (2017) terdapat tiga pokok dalam setiap pemberdayaan masyarakat, yang disebutkan sebagai tri bina yaitu: bina manusia, bina usaha, dan bina lingkungan.

1. Bina manusia

Bina manusia dilandasi oleh pemahaman tentang tujuan pembangunan. Yang mana bertujuan untuk memperbaiki mutu hidup atau kesejahteraan masyarakat. Bina manusia merupakan upaya yang pertama dan utama yang harus diperhatikan dalam setiap upaya pemberdayaan masyarakat. Selain itu, bina manusia sangat mengutamakan kapasitas dari masyarakatnya, karena yang dibina harus mengerti dan paham tentang pemberdayaan yang ada di daerah tersebut.

2. Bina usaha

Bina usaha salah satu hal yang penting juga dalam setiap pembedayaan, karena bina usaha yang tidak memberikan manfaat bagi kesejahteraan ekonomi akan menimbulkan kekecewaan. Maka dari itu setiap perberdayaan usaha harus tahu apa yang lebih cocok untuk jenis usaha yang akan dipilih dalam pemberdayaan.

3. Bina lingkungan

Bina lingkungan menjadi sangat penting hal ini terlihat pada setiap pemberdayaan yaitu analisis manfaat dan dampak lingkungan, karena pelestarian lingkungan akan sangat menentukan keberlanjutan kegiatan investasi maupun operasi (utamanya yang terkait dengan tersedianya bahan baku). Dalam bina lingkungan tidak hanya dari sumber daya alam akan tetapi juga lingkungan sosialnya, karena lingkungan sosial pula akan menambah pengaruh dalam meningkatkan pemberdayaan.