Kebumen Gelar Pelatihan Guru Kreatif dan Inovatif

daily banyumas
Pelatihan Guru Kreatif di Hotel Mexolie Kebumen. (Sumber Foto: Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen)

Kebumen – Pelatihan Guru Kreatif dan Inovatif digelar pada Senin (18/2/2019) sampai Rabu (20/2/2019). Pelatihan diikuti guru dari SD MI se-Kabupaten Kebumen. Pelatihan yang bertempat di Hotel Mexolie Kebumen ini diselenggarakan oleh Adiresy Smart Teaching Indonesia dari Yayasan Adiluhung yang bekerjasama dengan BNI, APKASI dan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kebumen yang diwakili oleh plt Kepala Dinas Pendidikan Drs. H. Sudirman.

Sudirman menyatakan bahwa “Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas guru. Pasalnya, guru mendapatkan pelatihan yang kemudian bisa menerapkannya di sekolah dan lingkungan sekitar yang pada akhirnya, guru diharapkan menerapkan pendidikan dengan metode smart dan menyenangkan sehingga menjadikan berkualitas. Bila guru berkualitas akan mencetak murid yang berkualitas pula,” ucapnya pada saat mengisi pelatihan guru kreatif dan inovatif.

Pengembangan Inovatif dan Kreatif dalam Pendidikan

Menurut Heny (2016) kata “inovatif” berasal dari kata sifat bahasa Inggris inovative. Kata ini berakar dari kata kerja to innovate yang mempunyai arti menemukan (sesuatu yang baru). Maka dapat dikatakan bahwa pembelajaran inovatif adalah suatu rancangan pembelajaran yang baru di mana pembelajaran tersebut belum pernah ada sebelumnya. Tujuannya untuk memberikan kontribusi pada siswa dalam mengembangkan minat serta pengetahuan ke arah yang lebih baik. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu. Maka dari itu, proses pembelajaran harus fleksibel, bervariasi dan memenuhi standar.

Demi mewujudkan generasi yang unggul dalam karya inovatif, maka proses pendidikan mengarahkan siswa ke arah pembelajaran yang. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional, yang secara eksplisit mencantumkan kreativitas siswa menjadi salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan. Hal tersebut mengindikasikan, bahwa kegiatan belajar di sekolah harus mampu mengembangkan kreativitas siswa. Untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif, guru diharapkan memiliki caranya tersendiri yang dipersiapkan secara matang dan berbeda dari yang telah ada. Guru yang kreatif berusaha memberikan alternatif terhadap sesuatu yang telah ada dan selalu ingin menemukan sesuatu yang lebih baik dan efisien. Maka dari itu, kreativitas tidak membatasi ide yang muncul (dalam Jurnal Mengembangkan Budaya Belajar Kreatif untuk Mewujudkan Generasi Unggul dalam Karya Inovatif).