Tumbuhkan Minat Baca pada Anak

daily banyumas
Peran orang tua tumbuhkan minat baca pada anak. (Sumber: Website Kabupaten Purbalingga)

Purbalingga – Upaya menumbuhkan minat baca pada anak, Kabupaten Purbalingga akan melaunching perpustakaan yang baru bertepatan dengan hari pendidikan nasional.

“Rencana tepat hari pendidikan nasional, kita akan melaunching perpustakaan yang baru oleh Bupati. Dilancutkan kegiatan Pameran Buku yang akan berlangsung 2 – 8 April. Tempatnya di KPAD,” tambahnya, dilansir dari laman resmi dinarpus Purbalingga.

Upaya meningkatkan minat baca, dilakukan KPAD Purbalingga dengan berbagai cara. Diantaranya melalui kegiatan gerakan cinta perpustakaan yang diadakan dalam rangka peringatan hari pendidikan nasional 2014. “Gerakan cinta perpustakaan diawali dengan lomba mewarnai yang diikuti 250 anak PAUD. Juga kegiatan lainnya yang akan dirangkai hingga awal Mei lusa,” jelasnya.

Sidik merinci, selain lomba mewarnai, juga akan diadakan lomba melukis bagi siswa SD pada 17 April 2014. Sebelumnya, pada 15 April diselenggarakan lomba mengarang bagi siswa SLTA dan 16 April lomba synopsis bagi siswa SLTP.

Selain adanya perpustakaan, yang paling utama dalam menumbuhkan minat baca yaitu peran orang tua. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam upaya menumbuhkan minat baca pada anak. Bukan hanya sekedar memerintahkan anak untuk banyak belajar dan membaca, namun perlu aksi nyata dari para orang tua agar anak-anak Purbalingga tumbuh cerdas dengan banyak membaca buku.

“Bila orang tua punya uang belilah buku untuk bacaan di rumah. Kalau anak berprestasi sesuatu, berilah hadiah buku jangan hadiah mainan yang justru akan menyita waktu belajar mereka,” ungkap Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) Purbalingga Sidik Pramono, saat membuka lomba mewarnai bagi anak-anak PAUD se wilayah kecamatan Purbalingga di pelataran perpustakaan daerah setempat, Sabtu (12/4).

Menurut Sidik, gerakan peningkatan minat baca merupakan unsur penting yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Minat baca tidak bisa muncul tiba-tiba tetapi harus dipupuk sejak dini. Peningkatan minat baca ini, dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga. Dari keluarga inilah diharapkan para orang tua mulai menanamkan kecintaan anak-anaknya untuk mencintai bacaan.

“Misalnya dilakukan dengan membacakan buku cerita pada anak menjelang tidur. Bila dilakukan terus menerus lambat laun akan menggugah anak untuk membaca sendiri. Bila kebiasaan membaca sudah tertanam, maka kebutuhan akan bahan bacaan meningkat. Barulah peran perpustakaan dibutuhkan,” katanya.

Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Minat Baca

Membaca dipengaruhi faktor lingkungan keluarga, karena orang tua yang mempunyai kesadaran akan pentingnya kemampuan membaca, akan berusaha-agar anak-anaknya memiliki kesempatan unik belajar membaca. Kebiasaan orang tua membaca cerita untuk anak-anaknya yang masih kecil, merupakan usaha yang besar sekali dalam menumbuhkan minat baca anak maupun perluasan pengalaman serta pengatahuan anak (dalam Jurnal Ilmiah Guru).

Menurut Nita (2009) ada beberapa cara yang digunakan dalam menumbuhkan minat baca pada anak, diantaranya yaitu dalam menggambarkan peran orang tua sebagai modeling, mentoring, organizing, teaching dan strategi orang tua dalam meningkatkan minat baca anak.

  1. Modelling, menurut Stephen R. Covey, orangtua merupakan model atau panutan anak-anaknya. Orangtua memengaruhi secara kuat sekali dalam hal keteladanan bagi sang anak. Baik hal positif ataupun negatif, orang tualah yang pertama dan terdepan yang dijadikan teladan oleh anak. Orang tua menjadi pola pembentukan “Way of Life” atau gaya hidup anak. Cara berpikir dan perbuatan anak dibentuk oleh cara berpikir dan berbuat orang tuanya. Dengan cara seperti inilah orangtua mewarisi perbuatan dan pola pikir buat anaknya. Keluarga sebagai lingkungan pertama berinteraksinya seorang anak sangat berperan dalam menumbuhkan dan mengembangkan minat baca anak. Orang tua mempunyai peranan yang lebih besar dalam meningkatkan minat baca anak, karena orang tua mempunyai kedekatan emosional terhadap anak.
  2. Mentoring, artinya kemampuan untuk menjalin atau membangun hubungan, menanamkan kasih sayang kepada orang lain, atau pemberian perlindungan kepada orang lain secara mendalam, jujur dan tanpa syarat. Dalam kegiatan membaca tentunya anggota keluarga mendukung apa yang berhubungan dengan membaca. Keluarga merupakan tempat pertama untuk mendapatkan pendidikan dari orang tua. Sebagai mentor orang tua dituntut adanya hubungan yang terjalin antara anak dan orang tua, dalam hal ini didalam menjalin hubungan anak dan orang tua, intensitas dalam komunikasi antar anggota keluarga menjadi bagian dari keterjalinan hubungan baik anak dan orang tua, selain itu kualitas intensitas komunikasi juga menjadi hal yang penting dalam proses meningkatkan minat baca anak.
  3. Organizing, keluarga juga merupakan analogi dari perusahaan kecil yang memerlukan kerjasama tim, dalam menyelesaikan permasalahan, tugas, atau memenuhi kebutuhan keluarga. Kerjasama antar anggota dalam menumbuhkan minat baca anak merupakan hal yang paling utama dalam keluarga. Keluarga memilki peranan mendasar dalam menanamkan membaca. Peran orang tua sangat menentukan bagi anak untuk lebih baik kedepannya dan kebiasan membaca yang dilakukan oleh orang tuanya akan ditiru oleh anaknya. Menumbuhkan minat baca anak dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, untuk itu yang paling tepat dan terbaik dilakukan di lingkungan keluarga dan adanya kerjasama antar anggota keluarga agar menimbulkan kebiasaan membaca.
  4. Teaching, orangtua sebagai guru di lingkungan keluarga.Orangtua mengajarkan kepada anak-anaknya tentang hukum-hukum atau prinsip dasar kehidupan. Di sinilah orangtua diuji kompetensinya untuk menciptakan kemampuan sadar pada diri anak, yaitu anak sangat menyadari apa yang dikerjakannya dan memahami alasan mengapa mengerjakan hal itu. Di sinilah anak akan merasa enjoy dengan pekerjaannya tanpa sedikitpun ada rasa terpaksa karena orangtuanya.

Peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan minat baca karena orang tua sebagai pengajar nomor satu. Maka dari itu pengajaran yang baik akan mempengaruhi minat baca pada anak. Orang tua juga harus memiliki cara yang kreatif yaitu dengan dengan memberikan reward berupa suatu bacaan yang benar-benar mereka inginkan apabila anak mencapai suatu keberhasilan, lalu dengan menciptakan suasana membaca yang menyenangkan dengan meluangkan waktu untuk mendampingi anak dan memperhatikannya ketika membaca. Pemberian reward yang diberikan untuk anakanya atas suatu keberhasilan anak, sehingga sang anak akan terus menerus senang dalam membaca.