Kabupaten Kebumen Antisipasi Menghadapi Musim Hujan

daily banyumas
Kabupaten Kebumen menggelar apel kesiapsiagaan untuk mengantisipasi musim penghujan 2020 pada Selasa (12/11/ 2019). (Sumber Foto: BPBD Kabupaten Kebumen)

BPBD Kebumen – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kebumen menggelar “Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan tahun 2019/ 2020 di Kabupaten Kebumen” pada Selasa (12/11/ 2019) bertempat di Desa Sidomukti, Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen.

Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto, memimpin apel kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan di Kabupaten Kebumen. Arif mengatakan ketika terjadi bencana, salah satunya banjir dan longsor, harus memiliki kesiapan. Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di Desa Sidomukti, Kecamatan Kuwarasan yang mengalami dampak bencana banjir, dilansir dari laman resmi BPBD Kabupaten Kebumen.

Apel Kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan di Kabupaten Kebumen diikuti oleh TNI, Polri, BPBD Kebumen, polres, polsek, Dinkes, Dinsos, Dishub, dan unsur Relawan Kebencanaan.

Maksud dan tujuan digelar apel tersebut, untuk antisipasi dampak bencana alam yang terjadi pada saat musim penghujan. Selain itu, untuk membangun sinergi, serta satuan pelaksana penanggulangan bencana. Sehingga masyarakat di kebumen, bisa lebih tanggap, tangkas, dan tangguh ketika ada bencana datang.

Tahapan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Sebagaimana didefinisikan dalam (UU 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana) penyelenggaraan Penanggulangan Bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi (dalam Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana).

Dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, agar setiap kegiatan dalam setiap tahapan dapat berjalan dengan terarah, maka disusun suatu rencana yang spesifik pada setiap tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana.

  1. Pada tahap Prabencana dalam situasi tidak terjadi bencana, dilakukan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (Disaster Management Plan), yang merupakan rencana umum dan menyeluruh yang meliputi seluruh tahapan/bidang kerja kebencanaan. Secara khusus untuk upaya pencegahan dan mitigasi bencana tertentu terdapat rencana yang disebut rencana mitigasi misalnya Rencana Mitigasi Bencana Banjir DKI Jakarta.
  2. Pada tahap Prabencana dalam situasi terdapat potensi bencana dilakukan penyusunan Rencana Kesiapsiagaan untuk menghadapi keadaan darurat yang didasarkan atas skenario menghadapi bencana tertentu (Single Hazard) maka disusun satu rencana yang disebut Rencana Kontinjensi (Contingency Plan).
  3. Pada Saat Tangap Darurat dilakukan Rencana Operasi (Operational Plan) yang merupakan operasionalisasi/aktivasi dari Rencana Kedaruratan atau Rencana Kontinjensi yang telah disusun sebelumnya.
  4. Pada Tahap Pemulihan dilakukan Penyusunan Rencana Pemulihan (Recovery Plan) yang meliputi rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pada pasca bencana. Sedangkan jika bencana belum terjadi, maka untuk mengantisipasi kejadian bencana dimasa mendatang dilakukan penyusunan petunjuk/pedoman mekanisme penanggulangan pasca bencana.