Cabang Gerakan Pramuka 1101 Adakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2019

Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2019 digelar oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 1101, Kamis (26/12). (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2019 digelar oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 1101. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan sebagai evaluasi atas kegiatan kepramukan selama tahun 2019, sekaligus menyusun program kerja tahun 2020.

Acara tersebut di buka Ketua Kwarcab 11.01 Cilacap, Drs Farid Maruf, S.T., M.M di Gedung Graha Pemuda Cilacap, Kamis (26/12). Nampak hadir Pengurus Kwarcab, Pengurus Kwarran, DKC dan DKR se Kabupaten Cilacap.

Ketua Penyelenggara, Sumaryo, S.Sos, MM menjelaskan bahwa melalui Rakercab ini pihaknya ingin memperoleh saran maupun masukan atas program kerja yang telah dilaksanakan tahun 2019 sekaligus untuk menyusun program kerja tahun 2020 yang akan dilaksanakan oleh tiap-tiap bidang. Sumaryo mengatkan bahwa harapan dari program kerja ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya sehingga kinerja Kwarcab 1101 Cilacap juga akan semakin baik lagi.

“Rakercab ini merupakan kegiatan yang strategi. Selain merupakan amanat AD/ART Gerakan Pramuka, juga merupakan yang forum yang tepat untuk membahas berbagai hal baik kegiatan yang sudah dilaksanakan maupun program kerja tahun 2020,” ujar Ketua Kwarcab 1101 Cilacap Drs Farid Maruf ST MM dalam sambutannya.

Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2019 merupakan merupakan pelaksanaan amanat Muscab tahun 2018 dalam mendukung terwujudnya visi dan misi Kwarcab 1101 Cilacap. Farid Maruf menguvapkan terima kasih kepada seluruh pengurus pramuka disemua tingkatan atas berbagai capaian prestasi selama ini, dan berharap kedepan terus di tingkatkan lagi.

“Kegiatan Rakercab berlangsung selama satu hari diikuti oleh 171 peserta yang terdiri dari Unsur tingkat Cabang sebanyak 99 orang dan unsur kwarran sebanyak 72 orang. Alhamdulillah semua agenda dalam Rakercab ini berjalan lancar dan sukses”, ujar Taryo, S.Sos, M.Si, sebagai Andalan Cabang Urusan Humas Kwarcab 1101 Cilacap.

Peran Pramuka dalam Membentuk Karakter Anak Bangsa

Pendidikan karakter sebagai salah satu langkah menyikapi permasalahan dekadensi moral peserta didik. Pentingnya pendidikan karakter dalam kehidupan merupakan hal prinsip yang banyak diperbincangkan.

Saadah Erliani (2017) Gerakan pramuka menjadi salah satu pembentuk karakter bangsa diantaranya berjiwa patriot, nasionalisme, cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama, dan cinta kepada alam, mengajarkan gotong royong, disiplin, mandiri, saling menolong, menghargai, kepedulian sosial dan lingkungan.

Banyak kalangan termasuk pemerintah menaruh kepercayaan kepada gerakan pramuka sebagai organisasi pilihan utama dalam membangun karakter dan pendidikan kepemimpinan bagi anak dan remaja bangsa ini. Gerakan Pramuka harus mampu mendidik dan membina generasi muda kita untuk tidak mudah putus asa, pantang menyerah dan dengan penuh keberanian menghadapi berbagai tantangan.

Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan non formal diharapkan mampu menjadi suatu kekuatan pembentukan karakter sosial dan mandiri. Peran besar gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian generasi muda dalam bidang karakter bangsa hendaknya dapat diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Ditinjau dari segi sosial budaya dari pembangunan bangsa maka pendidikan kepramukaan yang sebenarnya paling cocok untuk mempersiapkan kaum muda untuk menanggulangi degradasi karakter bangsa, karena kegiatan kepramukaan bersumber dari Dasa Darma Pramuka.

Gerakan Pramuka sebagai Metode Pendidikan Karakter dengan Pendekatan sistem Among Adapun sistem Among ala Ki Hajar Dewantara yang dikutip oleh Suparto (2010:81), adalah sebagai berikut:

  1. Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberikan keteladanan). Sebagai orang tua, guru atau sebagai pemimpin sebuah organisasi macam apapun, anak-anak, para murid dan para bawahan akan memperhatikan tingkah laku orang tua, guru, atau pimpinannya.
  2. Ing Madya Mangun Karsa (di tengah memberi semangat). Dalam pergaulan sehari-hari ketika melihat anak-anak, murid atau bawahan mulai mandiri, menjalankan hal yang benar, mereka wajib diberi dorongan, diberi semangat. Kepedulian terhadap perkembangan anak, murid dan bawahan diwujudkan dengan memberi dorongan kepada mereka menjalankan hal yang benar. Seorang anak, murid atau bawahan perlu diberi semangat dalam menjalankan kewajibannya.
  3. Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dukungan). Anak-anak, murid atau bawahan yang mulai percaya diri perlu didorong untuk berada di depan. Orangtua, guru atau pimpinan perlu memberi dukungan dari belakang. Sudah seharusnya generasi tua memberi kesempatan kepada generasi muda untuk berkiprah.