Kesbangpol Kebumen Gelar Forum Diskusi Politik

daily banyumas
Kegiatan Koordinasi Forum Diskusi Politik di Hotel Candisari Karanggnyar, Kamis (08/02/2018). Sumber: Website Kesbangpol Kebumen)

Kebumen – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol Kebumen mengadakan Forum Diskusi Politik pada Kamis 8 Februari 2018 di Hotel Candisari Karangagnyar, dilansir dari laman resmi Kesbangpol Kebumen.

Kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat dalam Rangka Penguatan Demokrasi Guna Menyongsong Pemilukada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak (Pileg dan Pilpres 2019) yang Berkualitas di Kabupaten Kebumen” diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari kepala OPD dan para Camat se-kabupaten Kebumen. Diantaranya yaitu: Ketua DPRD Kebumen beserta jajajrannya, Ketua organisasi kemasyarakatan, Pengurus Parpol, dan diikuti oleh oleh para Kepala Badan/ Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Se-Jawa Tengah, dan dihadiri oleh Forkompimda Kebumen.

Acara ini menghadirkan Narasumber Direktur Politik Dalam Negri Ditjen Politik dan Pemerintah Umum Kementerian Dalam Negeri RI, DR Drs Bachtiar Msi.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Politik

Menurut Dwira dalam (Miriam Budiarjo 2008:367), dikatakan bahwa partisipasi politik adalah kegiatan seorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, antara lain dengan jalan memilih pimpinan negara atau suatu daerah dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah (public policy). Kegiatan ini mencakup kegiatan seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, mengadakan hubungan (contacting) atau lobbying dengan pejabat pemerintah atau anggota parlemen, menjadi anggota partai, atau salah satu gerakan sosial dengan direct action dan sebagainya.

Milbrath dalam Maran (2001:156-157) menyebutkan 4 faktor utama yang mendorong seseorang untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik, adalah :

1) Adanya rangsangan dari seseorang ketika berpartisipasi dalam kehidupan politik. Dalam hal ini minat untuk berpartisipasi dipengaruhi oleh misalnya sering mengikuti diskusi-diskusi politik melalui media massa atau melalui diskusi informal.

2) Faktor karakteristik pribadi seseorang. Orang yang berwatak sosial, yang punya kepedulian besar terhadap masalah sosial, politik ekonomi dan lain-lainnya biasanya bersedia terlibat dalam aktivitas politik.

3) Faktor karakteristik sosial seseorang. Karakter sosial menyangkut status sosial ekonomi, kelompok ras, etnis dan agama seseorang. Bagaimanapun lingkungan sosial itu ikut mempengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku seseorang dalam bidang politik. Orang yang berasal dari lingkungan sosial yang lebih rasional dan menghargai nilai-nilai seperti keterbukaan, kejujuran, keadilan dan lain-lainnya tentu akan mau juga memperjuangkan tegaknya nilai-nilai tersebut dalam bidang politik. Hal-hal seperti itulah memuat mereka berpartisipasi dalam politik.

4) Faktor situasi atau lingkungan politik itu sendiri. Lingkungan politik yang kondusif membuat orang dengan senang hati berpartisipasi dalam kehidupan politik. Dalam lingkungan politik yang demokratis, orang merasa lebih bebas dan nyaman untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas politik ketimbang dalam lingkungan politik yang totaliter. Tetapi meningkatnya jumlah pemberi suara secara dramastis di negara-negara bagian selatan Amerika akhir-akhir ini betul-betul akibat dari adanya registrasi yang rapi dan aktivitas pemberian suara di kalanngan golongan rakyat berpenghasilan rendah yang secara tradisional apatis.

Berdasarkan hal hal yang telah disebutkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang sangat mempengaruhi partisipasi politik adalah : Tingkat Pendidikan, Jenis Kelamin, Status Sosial Ekonomi, Peran Partai Politik, Aktivitas Kampanye, Calon-Calon/Tokoh Politik yang memiliki daya tarik pribadi kuat (kharismatik).