Polres Cilacap Lakukan Pengamanan Penuh Perayaan Natal

Polisi memantau pengamanan 6 gereja dibantu aparat TNI, Satpol PP, dan anggota organisasi kemasyarakatan. Rabu (25/12). (Foto: Pemkab Cilacap)

Cilacap – Polres Cilacap melakukan pengamanan penuh di seluruh gereja saat perayaan Natal Rabu (25/12). Polisi memantau pengamanan 6 gereja dibantu aparat TNI, Satpol PP, dan anggota organisasi kemasyarakatan. Dalam pengamanan ini, Polres Cilacap menurunkan kekuatan pengamanan penuh pada gereja-gereja yang ada di Cilacap.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto saat memimpin pengamanan misa Natal digereja Stevanus Jalan A Yani Cilacap mengataka bahwa anggota cadangan yang tidak terkena bertugas pengamanan di gereja juga diturunkan saat perayaan Natal.

Pengamanan ini dilakukan juga sebagai wujud kehadiran anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya warga masyarakat yang melaksanakan kegiatan ibadah di gereja.

“Ini merupakan rangakaian dari kegiatam Operasi lilin Candi 2019 untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang dapat menganggu kekhusukan masyarakat yang merayakan Natal,” ujar Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto.

AKBP Djoko Julianto menambahkan bahwa personil Polres Cilacap beserta jajaran turut diturunkan untuk memberikan keamanan bagi jemaat yang mengikuti ibadah di gereja-gereja diwilayah hukum Polres Cilacap.

Peran Polres dalam Menjaga Keamanan Umat Beragama di Indonesia

Negara menjamin kebebasan semua warga negaranya untuk melaksanakan kepercayaannya masing-masing seperti yang tercantum dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat (2) yang berbunyi : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu”.

Pernyataan ini mengandung arti bahwa keanekaragaman pemeluk agama yang ada di Indonesia diberi kebebasan untuk melaksanakan ajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kebebasan yang demikian harus dilakukan agar tidak mengganggu dan merugikan umat yang beragama lain, karena jika hal tersebut terjadi akan membawa akibat yang dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Muh. Alif (2013) menjelaskan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan suatu kebutuhan dasar yang senantiasa diharapkan masyarakat dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. Oleh karenanya, masyarakat sangat menginginkan adanya perasaan dan lingkungan yang aman dari segala bentuk perbuatan, tindakan dan intimidasi yang mengarah dan menimbulkan hal-hal yang akan merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, yang dilakukan oleh orang-perorangan dan atau pihak-pihak tertentu lainnya.

Polres dalam upaya menciptakan kerukunan umat beragama dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain melalui forum musyawarah/dialog, kerjasama antar pemuka agama, pembentukan seketariat bersama baik dipusat maupun di beberapa daerah, pendidikan berwawasan multikultural, dan rehabilitasi mental paska kerusuhan.

Peran Polres dalam pemeliharaan kerukunan umat bergama dapat juga dilakukan dengan memfasilitasi terwujudnya kerukunan umat beragama, menumbuhkembangkan keharmonisan, membina dan mengkoordinasikan perangkat camat dan desa dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang ketentraman dan ketertiban masyarakat dalam kehidupan keagamaan. Motivator yaitu memberikan motivasi kepada masyarakatnya agar saling menghargai setiap umat beragama.