Banyumas Sabet Penghargaan KIP Award 2019

Jajaran penerima penghargaan dalam KIP Awards 2019 untuk Badan Publik Pemerintah Kabupaten/Kota, Kamis (1912). (Foto: Pemkab Banyumas)

Banyumas – Kabupaten Banyumas berhasil meraih penghargaan sebagai kota dengan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Award 2019 pada kategori Badan Publik Pemerintah Kabupaten/Kota ‘Menuju Informatif’ dengan nilai 88,62.

Penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Banyumas yang diserahkan oleh Kepala Dinas Kominfo Prov Jateng didampingi Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Tengah pada malam penganugerahan KIP Tahun 2019 di Grand Rama Shinta, Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (19/12).

Peningkatan nilai dari 79,04 pada ajang KIP Award 2018 dan 88,62 di KIP Award 2019 membuat Kabupaten Banyumas dengan kategori ‘Menuju Informatif’ di tahun 2019 mampu meraih penghargaan.

“Uji publik ini merupakan tahapan yang dilalui oleh badan publik kabupaten / kota se Jawa Tengah yang telah melalui visitasi dan verifikasi data dan informasi dalam pengisian SAQ,” ujar oleh Ketua Komisi Informasi Prov. Jateng Drs. Sosiawan.

Harapan melalui uji publik ini diharapkan kabupaten / kota berkompetensi untuk menunjukkan paparan dan inovasi pelayanan publik yang inovatif dan mudah di akses oleh masyarakat.

Pengaruh Motivasi dan Penghargaan dalam Mendorong Kinerja

Prestasi kerja tidak harus mencakup semua prilaku yang terjadi pada pekerjaan, tetapi hanya beberapa bagian dari prilaku yang relevan. Salah satu cara untuk mendefinisikan perilaku yang relevan tersebut yaitu perilaku yang jelas terkait dalam menyelesaikan tugas-tugas khusus yang termasuk dalam pekerjaan seseorang.

Prestasi kerja adalah tampilan sorang pegawai dalam serangkaian proses pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang dicapai oleh seorang pegawai dan keterampilan yang ditunjukkan di dalam melakukan pekerjaan secara professional selama kurun waktu tertentu, dengan indikator: (1) profesionalisme dalam menjalankan tugas, (2) pelaksanaan dan pencapaian tujuan organisasi, (3) tanggung jawab terhadap tugas.

Aldila Saga Prabu dan Dewie Tri Wijayanti(2016) Penghargaan dan motivasi telah dipandang sebagai sebuah instrumen yang sangat penting dalam kinerja karyawan. Seorang karyawan yang dihargai dan dimotivasi dengan baik akan merasa bahwa mereka telah dihargai oleh perusahaan atas pekerjaan apa yang telah mereka kerjakan.

Dengan adanya penghargaan yang baik diharapkan pegawai mampu meningkatkan kinerja serta lebih memiliki keinginan yang tinggi untuk unggul dalam melakukan pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkompetisi sehingga tercapai keseimbangan antara tujuan pribadi dan organisasi.

Selain penghargaan untuk meningkatkan kinerja karyawan perusahaan juga harus mampu memberikan motivasi kepada karyawannya. Motivasi merupakan proses psikologis yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku pada pencapaian tujuan atau goal-directed behavior. Sehingga diharapkan pemberian motivasi yang baik dan tepat diharapkan mampu meningkatkan kinerja karyawan.

Aldila Saga Prabu dan Dewie Tri Wijayanti(2016) Motivasi berprestasi mencoba menjelaskan dan memprediksi perilaku dan prestasi kerja berdasarkan pada kebutuhan seorang akan prestasi, kekuasaan dan keanggotaan. Jadi motivasi berprestasi erat kaitannya dengan kebutuhan seseorang akan prestasi dirinya.

Organisasi memberikan penghargaan (reward) kepada pegawai mereka dalam rangka untuk mencoba memotivasi prestasi mereka dan mendorong loyalitas dan retensi mereka, jadi penghargaan mempengaruhi motivasi berprestasi dan mendorong loyalitas dan retensi mereka sehingga kebanyakan organisasi menggunakan penghargaan (reward) untuk memotivasi pegawai.