Sambut Tahun Baru Banyumas Optimis Adanya Peningkatan Kinerja

Pemukulan kentong bersama tanda menyambut pergantian tahun baru dalam acara doa bersama dan pentas seni menyongsong tahun baru diadakan di Alun-alun Purwokerto, Selasa (31/12). (Foto: Pemkab Banyumas)

Purwokerto – Doa bersama dan pentas seni menyongsong tahun baru diadakan di Alun-alun Purwokerto, Selasa (31/12). Acara tersebut dilaksankan sebagai upaya menyongsong tahun 2020 menjadi lebih baik lagi.

Bupati Banyumas Ir Achmad Husein meminta semua warga Banyumas harus optimis menyambut tahun baru 2020. Tahun 2019 yang telah dilalui dengan selamat harus disyukuri apa yang telah terjadi.

“Saya berharap tahun 2020 menjadi tahun kemajuan untuk semua, semua tambah sehat, tambah rejeki yang lebih baik dari tahun kemarin untuk maju bersama. Kita harus optimis, semangat menyongsong tahun baru. Kebersamaan, kerja bareng, kerja keras harus terus dijaga,” kata Bupati saat memberi sambutan.

Bupati berharap agat Banyumas menjadi lebih sejahtera, anan, tentram dan damai. Banyumas untuk semua, untuk ketentraman seluruh rakyatnya. Semua harus optimis tahun 2020 jauh lebih baik kedepannya.

Pembacaan doa empat pemuka agama memimpin doa yakni untuk perwakikan Islam dipimpin Drs.H.Ahksin Aedi.M.Pd Plh kemenag Banyumas, Agama Kristen oleh Irawan Chrismiyanto, S.Th M.Pd, Agama Katholik dipimpin Hieronimus Soedjarwo dan Agama Budha dipimpin Bante Ditti Santana.

Malam pergantian tahun ini Bupati Banyumas didampingi Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono, Ketua DPRD Banyumas dr Budhi Setiawan, Kapolresta Banyumas AKBP Wisnu Caraka, Dandim 0701 Banyumas Letkol Inf Chandra, dan undangan lainnya. Tidak ada peniupan terompet, tetapi tanda pergantian tahun baru ditandai dengan pemukulan kentong bersama.

Good Governance Goverment Dorong Peningkatan Kinerja

Terjadinya peningkatan tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance government), telah mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menerapkan akuntabilitas publik.

Melvi Olinda (2015) Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan negara. Dengan demikian menuntut setiap pejabat publik harus bertanggung jawab dan mempertanggung jawab kan segala sikap, perilaku, dan kebijakan kepada publik dalam rangka melaksanakan apa yang menjadi tugas pokok, fungsi wewenang, dan tanggung jawab yang diberikan kepada nya.

Menurut Mardiasmo (2002:63) terdapat 3 fungsi utama sektor publik :

  1. Melakukan pelayanan publik yang sangan vital bagi kepentingan umum
  2. Mendefenisikan prinsip operasional masyarakat
  3. Melanyediakan pelayanan publik yang diperlukan karena tidak ada sektor swasta atau nirlaba yang ingin menanganinya.

Pemerintah daerah perlu melakukan pengelolaan dana publik yang didasarkan pada konsep performance budgeting system (anggaran kinerja). Hal ini ditegaskan oleh pendapat Irsan (2010) bahwa anggaran yang disusun harus dengan pendekatan kinerja.

Penyusunan anggaran lebih menekankan pada input, di mana perubahan terletak pada jumlah anggaran yang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kinerja anggaran lebih mengutamakan penyerapan anggaran dibandingkan melakukan penghematan dana anggaran sehingga banyak anggaran digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu, tidak terjadi efisiensi anggaran, dan banyak penggunaan anggaran yang meyimpang dengan tujuan atau target kebijakan pemerintah.

Untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam menerapkan anggaran berbasis kinerja, maka sangat diperlukan peningkatan partisipasi penyusunan anggaran, kualitas sumber daya manusia, sistem pengendalian intern pemerintah, pengawasan fungsional, penerapan sistem informasi akuntansi. Dengan adanya keterlibatan tersebut akan mendorong para pegawai dan kepala bagian untuk bertanggung jawab terhadap masing-masing tugas yang diembannya sehingga para pegawai dan kepala bagian akan meningkatkan kinerjanya agar mereka dapat mencapai sasaran atau target yang telah ditetapkan dalam anggaran.