Kebumen Miliki Fasilitas Ruang Publik Terbaru

daily banyumas
Fasilitas Ruang Publik terbaru yang dimiliki Kabupaten Kebumen. (Sumber: Pemkab Kebumen)

Kebumen – Sekretaris Deputi Pemberdayaan Olahraga Kementerian Pemuda Olahraga, Suryati, meresmikan fasilitas ruang publik berupa alat fitnes outdoor. Alat fitnes outdoor yang merupakan fasilitas ruang publik berasal dari hibah Kementerian Pemuda Olahraga senilai Rp 150 juta. Peresmian tersebut didampingi Bupati Kebumen, Yazidh Mahfudz.

Peresmian dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan senam bersama dan jalan sehat yang digelar dalam rangka Hari Ibu ke-91 di Alun-Alun Kebumen, Minggu (22/12/ 2019), dilansir dari lama resmi Kabupaten Kebumen.

Bupati dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga atas fasilitas pengembangan olahraga rekreasi berupa alat fitnes outdoor. Bupati berharap kesadaran masyarakat untuk gemar berolahraga akan meningkat. Bupati juga berpesan agar sarana olahraga dapat dijaga dan dirawat dengan baik untuk kepentingan bersama.

Pentingnya Menjaga Fasilitas Umum di Ruang Publik

Fasilitas adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan suatu usaha dan merupakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam melakukan atau memperlancar suatu kegiatan. Menurut Dr. Ricardi S. Adnan, Sosiolog dari Universitas Indonesia, yang dimaksud dengan fasilitas umum adalah fasilitas yang diadakan untuk umum dan dimiliki bersama oleh seluruh anggota masyarakat.

Fasilitas umum tidak boleh dipakai sembarangan apalagi sampai menyebabkan kerusakan. Dimulai dari diterbitkannya Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang hingga Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman di Daerah mengamanatkan pentingnya penyediaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Kehadiran ruang publik di suatu kota menjadi salah satu pilihan tempat bagi masyarakat untuk menghilangkan penat yang dirasa. Menurut Desta dalam (Irwanto, 2006) ruang publik merupakan ruang terbuka yang bisa memuat bebagai macam aktivitas di dalamnya. Ruang terbuka juga bisa disebut sebagai arsitektur tanpa atap yang mengumpamakan lantainya adalah bumi, dindingnya berupa bangunan- bangunan dan alam di sekitarnya, dan atapnya adalah langit.

Saat ini pemerintah banyak membangun sarana dan prasarana serta fasilitas umum di ruang publik untuk bisa dinikmati oleh orang banyak. Seperti adanya alat pengembangan fasilitas olahraga, taman, halte untuk menunggu dan masih banyak lagi. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat diharapkan untuk menggunakan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya dan menjaganya karena kegunaannya untuk orang banyak.