Kabupaten Kebumen Selenggarakan Sosialisasi Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2019

Sosialisasi dan Koordinasi Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2019 di Kabupaten Kebumen (29/5). Sumber: Website Dindik Kabupaten Kebumen

Kebumen – Kabupaten Kebumen melalui Dikmas dan Kebudayaan menyelenggarakan Sosialisasi dan Koordinasi Gerakan Seniman Masuk Sekolah pada hari Rabu (29/5/2019). Kegiatan yang diikuti oleh 21 kepala sekolah dan guru pengampu seni jenjang SD dan SMP dibuka oleh Kabid Paud Dikmas dan Kebudayaan Dra Seha Rahayu M.M..

Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen salah satu dari 5 kabupaten di Jawa Tengah yang termasuk lolos seleksi sebagai penyelenggara kegiatan tersebut. Sosialisasi ini merupakan program Dirjen Kebudayaan Direktorat Kesenian dikhususkan bagi provinsi dan kabupaten yg terpilih se-Indonesia.

Paparan secara teknis kegiatan sosialisasi ini disampaikan oleh staf Seksi Kebudayaan Eko Haryono SE. Kegiatan akan diawali seleksi seniman yang mendaftar secara online di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kegiatan ini diikuti oleh seniman sejumlah 50 orang dari berbagai jenis seni yang akan ikut mendaftar dan mereka harus non PNS.

Melalui kegiatan ini diharapkan akan memaksimalkan potensi para seniman di Kebumen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas karya seninya.

Mengoptimalkan Bakat Melalui Seni

Seni merupakan istilah yang identik dengan keindahan, kesenangan, dan rekreasi. Saat kita mendengar kata seni maka yang mungkin muncul dalam benak kita adalah suatu karya seni entah berupa benda, musik, bangunan, lukisan atau benda-benda indah lainnya yang dihasilkan oleh seorang seniman yang tentunya sangat berbakat dan memiliki kreativitas yang tinggi (dalam Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni).

Wiji (2019) menyatakan bahwa era globalisasi saat ini memberikan banyak tantangan terutama terhadap pendidikan. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dapat menimbulkan banyaknya persoalan yang di hadapi oleh setiap orang yang juga dapat mempengaruhi kebudayaan yang ada didalamnya. Dalam dunia pendidikan, seni juga memberikan pengaruh penting terhadap perkembangan mental maupun fisik peserta didik. Bahkan, dengan pendidikan seni, perilaku peserta didik dapat terbentuk kearah yang lebih baik karena seni dapat mengenalkan nilai-nilai dan normanorma yang ada dalam masyarakat kepada peserta didik.

Bakat diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar terwujud. Berbeda dengan bakat, kemampuan merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukan bahwa suatu tindakan dapat dilakukan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.

Menurut Iwan (2016) pengembangan sumber daya manusia berkualitas pada hakikatnya mengenai dua hal, yaitu: identifikasi bakat-bakat unggul dalam berbagai bidang dan pemupukan serta pengembangan kreativitas yang dimiliki setiap orang yang pada dasarnya perlu dikenali dan dirangsang sejak usia dini (Munandar, 2012). Pengembangan sumber daya berkualitas juga disebutkan dalam GBHN tahun 1999 yang berisi “Pengembangan kualitas sumber daya manusia dilakukan sedini mungkin secara terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dan dukungan serta perlindungan sesuai dengan potensi yang dimilikinya”.

Seni tidak hanya merupakan suatu karya yang hanya dapat dinikmati saja, seni pun memiliki banyak fungsi, diantaranya yaitu: fungsi religi, fungsi komunikasi, fungsi rekreasi, fungsi artistik dan juga berfungsi dalam kesehatan. Dalam seni, setiap orang dinilai memiliki kreatifitas dan kecerdasannya masing-masing. Seni dapat memfasilitasi setiap orang untuk menuangkan atau mencurahkan segala kreativitas berdasarkan kehendak masing-masing orang itu sendiri. Maka dari itu sangat penting untuk kita dalam mengembangkan bakat seni.