Karangkemiri Jeruklegi Cilacap Dicanangkan sebagai Desa Bersinar Terang, Kampung KB, dan Desa Bebas ODF oleh Pemda Cilacap

Pemukulan gong oleh Bupati Cilacap meresmikan pencanangan Karangkemiri sebagai Desa Bersinar Terang, Kampunng KB, dan Desa Bebas ODF Kamis (19/12). (Foto: Pemkab Cilacap)

Jeruklegi, Cilacap – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji secara simbolis mencanangkan Desa Karangkemiri Kecamatan Jeruklegi sebagai Desa Bersinar Terang, akronim dari Bersih dari Narkoba, Terorisme, Radikalisme, dan Organisasi Terlarang. Kamis (19/12/2019).

Acara ini selain dihadiri Bupati, acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Maruf, Forkopimda, Forkopimcam, Kepala Desa se-kecamatan Jeruklegi, dan undangan lain. Kepala Desa Karangkemiri, Kuswadi menyampaikan terimakasih atas pencanangan terpadu di desanya.

Acara ini juga dirangkai dengan pencanangan terpadu Kampung KB, Desa Siaga Bencana, dan Desa Bebas ODF (Open Defecation Free). Bebas ODF sendiri mengandung pengertian dimana tiap warga tidak lagi buang air sembarangan, dan menekankan sanitasi berbasis lingkungan.

Kuswadi menjelaskan bahwa Desa Karangkemiri dengan luas wilayah desa mencapai 614 hektar, luas wilayah hutan negara 383 hektar, dengan jumlah penduduk 4.988 jiwa merupakan suatu wilayah pegunungan yang secara geografis berbatasan dengan Kabupaten Banyumas.

Sebagian besar penduduk di desa ini bermata pencaharian petani, berkebun, dan sebagian lainnya wiraswasta. Launching Kampung KB ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sejahtera dengan peran serta pemerintah, dan swasta untuk berpartisipasi aktif. sedangkan Launching Desa Bersinar Terang, sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Cilacap untuk mewujudkan Cilacap yang Bercahaya, dalam implementasinya membutuhkan suatu perjuangan dan kerja keras seluruh komponen pemerintah dan masyarakat.

“Penataan mental, perubahan pola pikir, sumber daya manusia, adalah modal terwujudnya kelestarian program pembangunan pemerintahs secara berkelanjutan. Di sisi lain fenomena dalam masyarakat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Masih banyak tantangan yang dihadapi seperti narkoba, terorisme, dan radikalisme, yang merupakan ancaman bagi kelestarian NKRI,” ujar Tatto selaku Bupati Cilaccap.

“Terkait hal itu, sinergitas Polres Cilacap dan Pemkab Cilacap sebagai pemrakarsa dan pelopor pencanagan Desa Bersinar Terang di Kabupaten Cilacap sangat tepat”, tambahnya.

Pencanangan terpadu Kampung KB, Desa Bersinar Terang, dan Desa Bebas ODF dilakukan secara simbolis dengan penandatanganan prasasti. Pada kesempatan ini, Bupati, jajaran Forkopimda, dan dunia usaha menyerahkan sejumlah bantuan bagi masyarakat desa setempat. Melalui pencanangan ini, pemangku kepentingan dapat dengan mudah mengawali pembinaan, ajakan, dan komitmen untuk berpegang teguh pada ideologi negara. Selain itu generasi muda merupakan aset bangsa yang pada saatnya nanti akan meneruskan tongkat estafet perjuangan bangsa.

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Narkoba

Chotijah Fanaqi dan Resty Mustika Pratiwi (2019) dalm jurnal Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Narkoba Di Garut menuliskan, persoalan penyalahgunaan narkoba menjadi permasalahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Tingkat penyalahgunaan ini semakin hari semakin menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan. Di Indonesia, Pada tahun 2008 menurut hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Universitas Indonesia, angka prevalensi penyalahguna narkoba adalah 1,99% sekitar 3,3 juta orang, sementara pada tahun 2011 meningkat menjadi 2,2% sekitar 3,8 juta orang dan pada tahun 2012 mengalami peningkatan sekitar 4 juta orang, dengan rentang usia terbanyak pada 20-34 tahun. Keadaan ini apabila tidak segera diatasi, diproyeksikan angka prevalensi tersebut akan terus menikat. Hal ini yang menyebabkan Indonesia berada pada kondisi darurat narkoba.

Partisipasi masyarakat bisa menjadi “telinga” untuk mendapatkan informasi tentang kondisi, permasalahan dan kebutuhan yang ada ditengah-tengah masyarakat. menjadikan tokoh masyarakat yang berpengaruh, seperti Ketua kelompok Pemuda, Ketua-ketua RW dan RT di desa-desa dengan harapkan mampu menjadi informan bagi BNN untuk mengetahui informasi terkini mengenai penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Rekomendasi bagi pemerintah dalam mendukung program pencegahan narkoba di desa-desa adalah dengan program keberlanjutan pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah desa agar program tersebut berjalan secara kontinu dan efektif. Dukungan dana untuk memfasilitasi program-program tersebut sehingga bisa berjalan sebagaimana mestinya. Upaya pembinaan yang lebih intens terhadap kelompok pemuda seperti Karang Taruna, mengingat mereka adalah kelompok paling rentan terpengaruh penyalahgunaan narkoba, terutama oleh masyarakat pendatang.