Desa Adiluhur Mendapat Juara 1 Desa Wisata Terbaik Se-Jawa Tengah

Desa Wisata Adiluhur Mendapat Juara 1 Desa WIsata Terbaik Se-Jawa Tengah. (Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen)

Adimulyo – Desa Wisata Adiluhur, Kec Adimulyo Kab Kebumen berhasil mencuri perhatian dewan juri pada acara Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2019 sejak awal kedatangan. Acara ini digelar pada tanggal 20-21 Juli 2019 di Lapangan Garnisun, Kota Semarang. Acara yang diikuti oleh 31 perwakilan dari seluruh kota / kabupaten di Jawa Tengah ini berlangsung sangat meriah. Lebih menarik lagi, acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H. Tujuan diadakannya acara ini untuk memberikan ruang promosi bagi para peserta Gelar Desa Wisata dalam mempromosikan segala potensi yang dimiliknya, tak terkecuali Kab. Kebumen yang menempati stan nomor urut 3.

“Sejak awal kedatangan, Desa Wisata Adiluhur sudah mencuri perhatian dewan juri dan pengunjung dengan konsep stannya yang unik dari anyaman bambu dan gubug kecil mini di depan stan yang diisi penjual serabi tradisional yang menjajakan serabi dengan tungku gerabah tradisional,” ungkap Supardi Kepala Desa Adiluhur yang turut serta mendampingi peserta selama 2 hari. “Kita juga menampilkan Ebeg Pangeran Ula sebagai seni yang ditampilkan kepada dewan juri, selain itu untuk produk unggulan kami juga membawa minuman khas Adiluhur yaitu Telang Squash yang juga berhasil meraih juara kategori Produk Unggulan Terbaik di ajangini.” Tambah Novanda Alim Setya N., S.S., M.Hum. selaku Ketua Desa Wisata Adiluhur, dilansir dari laman resmi Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Penilaian mencakup pengelolaan berupa kelembagaan, surat keputusan desawisata, aparatur, pengelolaan objek wisata, kuliner, apresiasi terhadap seni dan budaya, serta penataan stan, itu menurut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng Prambudi Traju Trisno. Dari berbagai penilaian itulah Dewan Juri memutuskan Juara 1 diraih oleh Desa Wisata Adiluhur Kab. Kebumen, disusul Juara 2 oleh Desa Wisata Tanalum Kab. Purbalingga, dan Juara 3 adalah Desa Wisata Jarum Kab. Klaten.

“Kemenangan ini tidak hanya sebagai penghargaan dan eksistensi semata, tapi juga merupakan tanggung jawab yang harus diemban kedepannya untuk lebih menyiapkan Desa Wisata Adiluhur khususnya menjadi lebih baik kembali dan Kab. Kebumen pada umumnya, mengingat pada tahun 2020 nanti Kab. Kebumen akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2020.” Kata Unggu Winarti, S.H., M.Si. Acara ini dihadiri oleh Drs. H. M. Priyono, M.MPd selaku Sekretaris Disporawisata, Kabid Pemasaran Unggul Winarti, S,H., M.Si., Kasi Pengembangan SDM Pariwisata Muhammad Lathif, dan Camat Adimulyo Heri Nugroho, S.H.

Dalam lomba tersebut Desa Wisata Adiluhur berhak atas trophi dan uang pembinaan sebesar Rp 15.000.000,00 untuk predikat Juara 1 Umum dan Rp 6.000.000,00 sebagai hadiah untuk kategori produk unggulan terbaik. Selama mengikuti lomba, stan Desa Wisata Adiluhur juga menjadi salah satu stan favorit yang dikunjungi oleh para pengunjung apa lagi perwakilan desa wisata berhasil menarik perhatian dengan membawa koleksi reptile seperti ular dan iguana milik Taman Reptil Adiluhur (TARA) dan Kampung Wisata Inggris Kebumen (KWIK) yang merupakan obyek wisata yang berada di Desa Wisata Adiluhur.

Desa Wisata

Menurut Alip dalam (Susilo, 2008:1) desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Unsur-unsur dari desa wisata adalah memiliki potensi wisata, seni, dan budaya khas setempat, aksesibilitas dan infrastruktur mendukung program desa wisata, terjaminnya keamanan, ketertiban, dan kebersihan. Desa wisata memiliki ciri khas atau karakter tertentu yang memiliki daya jual berupa kekayaan alam, budaya ataupun lingkungan yang memadai sehingga masyarakat yang berkunjung dapat menikmati, mengenal, dan mempelajari keunikan desa beserta segala daya tariknya (dalam Jurnal Ekuilibrum, 2016).

Pariwisata dapat dijadikan sebagai industri yang potensial sebagai alat pengembangan potensi daerah. Sebagai sebuah industri, pariwisata akan mencakup banyak hal seperti transportasi, akomodasi, jasa, atraksi yang akan menyerap banyak tenaga kerja. Pariwisata juga akan meningkatkan peran beberapa sektor pendukung di pemerintah maupum swasta seperti biro perjalanan wisata, industri kerajinan/cinderamata, dan daya tarik wisata, hotel, restoran dan juga sumber daya manusia (dalam Jurnal Pengembangan Desa Wisata Sebagai Alternatif Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat). Desa wisata sebagai salah satu pembangunan pariwisata yang menempati ruang terkait dengan berbagai aspek. Pembangunan dalam lingkup tata ruang wilayah terkait dengan berbagai aspek yang dapat dipandang sebagai proses perubahan ekonomi-sosial-budaya masyarakat, perubahan kondisi fisik geografis atau gabungan keduanya (Warpani, 2007).

Suatu desa dapat dikembangkan sebagai desa wisata apabila memiliki kriteria dan faktor-faktor pendukung sebagai berikut: pertama, memiliki potensi produk atau daya tarik unik dan khas yang mampu dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Potensi-potensi tersebut dapat berupa lingkungan alam maupun kehidupan sosial budaya masyarakat. Kedua, memiliki dukungan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) lokal yang cukup dan memadai untuk mendukung pengelolaan desa wisata. Ketiga, faktor peluang akses terhadap akses pasar. Faktor ini memegang peran kunci, karena suatu desa yang telah memiliki kesiapan untuk dikembangkan sebagai desa wisata tidak ada artinya apabila tidak memiliki akses untuk berinteraksi dengan pasar atau wisatawan. Keempat, potensi SDM lokal yang mendukung peluang akses terhadap pasar wisatawan. Kelima, memiliki area untuk pengembangan fasilitas pendukung desa wisata, seperti: home stay, area pelayanan umum, area kesenian dan sebagainya (Dinas Pariwisata DIY, 2014: 26-29). Konsep Pengelolaan Desa Wisata tersebut sangat berpeluang dalam meningkatkan perekonomian desa. Pengelolaan segala potensi yang ada, seperti kekayaan alam di dalamnya diubah sekreatif mungkin, bisa dijadikan alternatif untuk memperindah desa tersebut. Selain perekonomian meningkat, desa tersebut akan terlihat lebih indah.