Optimalisasi Pelayanan Kesehatan

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga, R. Imam Wahyudi saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI. (Foto: Dinkes Purbalingga)

Purbalingga – Saat ini, pengoptimalimasi layanan kesehatan menjadi perhatian pemerintah termasuk bidang kesehatan atau kementerian kesehatan RI. Hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Purbalingga, R. Imam Wahyudi saat membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI dalam acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, di halaman Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

Imam mengatakan, layanan dan kualitas kesehatan pada masyarakat akan terus ditingkatkan demi kepuasan dan standar pelayanan yang prima. Menurutnya, hal itu sesuai dengan tuntutan masyarakat luas agar pemerintah terus meningkatkan kualitas kesehatan dengan pelayanan yang baik tanpa membedakan satu dengan lainnya.

“Peningkatan kesehatan seiring dengan tuntutan masyarakat yang menginginkan adanya sebuah terobosan optimalisasi layanan kesehatan,” katanya, dilansir dari laman resmi Dinkes Kabupaten Purbalingga.

Dia menambahkan, pelayanan kesehatan juga harus diikuti dengan rasa tanggung jawab tinggi serta akuntabel. Dirinya juga mengimbau agar semua pihak yang berkecimpung pada dunia kesehatan untuk berupaya meningkatkan inovasi untuk kemaslahatan masyarakat luas. “Inovasi sangat diperlukan agar demi kemaslahatan masyarakat luas,” imbuhnya.

Inovasi tersebut diperlukan karena saat ini dunia kesehatan Indonesia menghadapi tantangan yaitu sulitnya akses serta mahalnya obat dan produk lokal yang terbatas. Usaha-usaha tersebut diperlukan agar saat tahun 2045 mendatang, masyarakat Indonesia akan memiliki kualitas kesehatan yang baik dan memperoleh akses kesehatan yang baik pula.

“Obat dan produk lokal yang masih terbatas harus diupayakan inovasinya agar di tahun 2045 nanti kualitas kesehatan masyarakat Indonesia sudah pada taraf yang sangat baik,” pungkasnya.

Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Melalui Pemberdayaan Puskesmas

Instansi pemerintahan hakikatnya adalah memberikan pelayanan (public service) dalam upaya memenuhi dan memfasilitasi kepentingan dan kebutuhan masyarakat akan barang atau jasa yang memiliki karakteristik tertentu perlu pengaturan dalam pemenuhannya. Salah satu pelayanan publik yang primer bagi masyarakat adalah pelayanan kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan (needs), keinginan (wants), harapan (expectation), persepsi (perception) masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, dibentuklah Puskesmas yaitu Pusat Kesehatan Masyarakat (Ryani dan Yeni, 2017).

Pusat Kesehatan Masyarakat ini memberikan pelayanan kesehatan dengan optimal agar kesehatan masyarakat semakin baik. Puskesmas yang dikembangkan sejak tahun 1968 merupakan fasilitas kesehatan terdepan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar. Pelayanan kesehatan dasar yang juga disebut basic health services terdiri dari beberapa jenis pelayanan kesehatan yang dianggap esensial (sangat penting) untuk menjaga kesehatan seseorang, keluarga dan masyarakat agar hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Penguatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas tersebut harus dilaksanakan secara komprehensif. Penguatan Puskesmas tidak boleh parsial dan harus mencakup enam aspek, yaitu 1) perumusan tupoksi; 2) memperkuat kelembagaan; 3) penguatan SDM; 4) penguatan pengelolaan obat dan alat kesehatan; 5) penguatan pembiayaan; dan 6) penguatan manajemen Puskesmas (dalam buku Penguatan Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas oleh Kementerian PPN/Bappenas).