Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP se-Purbalingga

Lomba Cerdas Cermat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Purbalingga (Sumber: Dindikbud Purbalingga)

Pemerintah Kabupaten Purbalingga melalui Dinas Pendidikan melakukan kegiatan yang bersifat inovatif dan edukatif berupa Cerdas Cermat untuk Tingkat SMP dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa. Lomba ini di ikuti oleh 141 peserta dari 47 SMP se-Purbalingga.

“Masalah pendidikan adalah urusan wajib daerah disamping urusan kesehatan, karena tanpa adanya pendidikan kita tidak dapat melakukan inovasi serta perubahan guna mendukung visi yang unggul, inovatif, tanggung jawab dan berkelanjutan.” Ujar Kepala Bidang Pembinaan SMP Bapak Joko Sumarno,S.Pd.M.Pd dalam sambutannya saat membuka secara resmi Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Joko berharap cerdas cermat ini menjadi ajang untuk menimba pengalaman, meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang berbagai aspek ilmu pengetahuan umum yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Dilansir dari laman resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga.

Sebelumnya ketua panitia melaporkan tujuan dilaksanakannya Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP untuk mengembangkan bakat dan minat pada ilmu pengetahuan sekaligus menumbuh-kembangkan semangat berkompetisi bagi para siswa.

Kegiatan ini di mulai pukul 08:30 WIB tanggal 26 Agustus 2019 di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Purbalingga. Lomba Cerdas Cermat dilaksanakan dalam tiga tahap yakni penyisihan, semifinal dan final. Lomba yang diikuti oleh 141 peserta ini, tiap sekolah diwakili oleh tiga orang.

Penilaian Lomba ada 3 Tahap, diantaranya;

  1. Tahap satu di ikuti 141 Siswa dari 47 SMP untuk mengikuti test tertulis pilihan ganda untuk menuju tahap 10 besar/regu (30 Siswa) dengan waktu mengerjakan 20 menit.
  2. Tahap kedua, dari 10 besar/regu mengikuti test tertulis untuk mencari tiga besar dengan waktu mengerjakan 25 menit.
  3. Tahap ketiga Lomba LCC yang di isi dari tiga besar Regu (9 siswa) yaitu:

SMP N 1 PURBALINGGA Sebagai kelompok A

SMP N 1 KEJOBONG Sebagai kelompok B

SMP N 3 PURBALINGGA Sebagai kelompok C

Masing masing Regu harus bisa menjawab soal yang di bacakan oleh panitia,diantaranya soal ada tiga sesi, sesi Wajib Regu, soal Lemparan dan soal Rebutan. Di dalam sesi Rebutan Regu yang memencat tombol bell tercepat harus bisa menjawab benar untuk nilai 100 dan -100 jika jawaban salah.

Hasil lomba menunjukan bahwa:

Juara Pertama jatuh kepada SMP N 1 PURBALINGGA dengan perolehan nilai sebesar 1500

Juara Kedua jatuh kepada SMP N 3 PURBALINGGA dengan perolehan nilai sebesar 1000

Juara Ketiga SMP N 1 KEJOBONG dengan perolehan nilai sebesar 700

Acara di tutup oleh Kasi Kesetaraan dan Pembangunan Karakter Bidang SMP Drs.SUBENO dan di lanjutkan dengan penyerahan Piala kepada para Juara.

Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar

Menurut Fauziah (dalam Santrock, 2010) motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut menentukan keefektifan dan keberhasilan pembelajaran, karena siswa akan belajar dengan sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang lebih tinggi. Dengan demikian, seorang siswa akan belajar dengan baik apabila ada faktor pendorong (motivasi), baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar.

Upaya meningkatkan motivasi belajar anak dalam kegiatan belajar di sekolah, ada beberapa langkah untuk dilakukan oleh guru seperti yang diungkapkan Siti (dalam Sardiman 2005:92), yaitu:

  1. Memberi angka Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi yang sangat kuat.
  2. Hadiah dapat menjadi motivasi yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan diberikan hadiah.
  3. Kompetisi Persaingan, baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.
  4. Ego-involvement, menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi.
  5. Pujian, apabila ada siswa yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, maka perlu diberikan pujian. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan memberikan motivasi yang baik bagi siswa. Pemberiannya juga harus pada waktu yang tepat, sehingga akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi motivasi belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

Dengan adanya motivasi-motivasi belajar yang dijabarkan di atas, diharapkan para guru menerapkannya kepada siswa agar semakin meningkatkan motivasi belajar. Untuk meningkatkannya pun, para guru dituntut lebih kreatif dan inovatif di tengah kecanggihan teknologi ini. Semoga dengan adanya proses belajar-mengajar yang mendukung, para siswa lebih semangat lagi dalam menumbuhkan bakat dan minatnya.