Sediakan Ruang Publik, Polres dan Pemkab Cilacap Uji Coba Car Free Day

Jajaran Polres Cilacap bekerja sama dengan pemerintah daerah meyelenggarakan uji coba Car Free Day di alun alun Cilacap Minggu (1/12), (Foto; Pemkab Cilacap)

CILACAP – Jajaran Polres Cilacap bekerja sama dengan pemerintah daerah meyelenggarakan uji coba Car Free Day di alun alun Cilacap Minggu (1/12/2019). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengurangi pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor di wilayah kota, dan juga menyediakan tempat bermain hiburan keluarga.

“Saya sangat mendukung kegiatan tersebut dan pihaknya akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Cilacap yang menikmati acara car free day dialun alun Cilacap,” ujar Djoko Julianto selaku Kapolres Cilacap AKBP

“Kami akan memberikan pengaman yang maksimal sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat menikmati acara car free day di alun alun Cilacap ” tambahnya

Kegitan tersebut diisi hiburan Zebra Hokya Hokya dari Sat Lantas Polres Cilacap, safety riding berhadiah, sosialisasi penerimaan anggota Polri dari Bag Sumda Polres Cilacap , pameran motor custom, komunikasi mobil Cilacap serta ada juga stand samsat keliling.

Selama kegiatan car free day berlangsung dari pkl. 08.00 wib sampai 12.00 WIB penggal penggal jalan menuju alun alun Cilacap ditutup dan dialihkan melalui jalur lain.

Di sela acara, anggota Polres Cilacap melaksanakan kegiatan besih bersih masjid Agung Darusalam Cilacap. Berbekal alat alat kebersihan anggota Polres Cilacap membersihkan lingkungan Masjid seperti halaman parkir, selokan, serta pagar lingkungan masjid. Kapolres berharap kepada semua elemen masyarakat yang ada di sekitar masjid ini, harus tetap peduli terhadap kebersihan, diantaranya dengan membuang sampah pada tempatnya.

Ini adalah sebagian kecil yang bisa kami Berikan untuk kebersihan masjid , sehingga saat dipergunakan ibadah atau Sholat akan lebih bersih dan nyaman”, pungkas Kapolres.

Pentingnya Ruang Publik bagi Masyarakat

Peran ruang publik bagi masyarakat kampung kota sangat penting, selain menyangkut tata ruang fisik lingkungan, ruang publik juga mengemban fungsi dan makna sosial dan kultural yang sangat tinggi.

Miskinnya ruang publik yang dapat menampung berbagai aktivitas bersama dikhawatirkan terjadinya berbagai masalah sosial kemasyarakatan sebagai akibat dari kurangnya kebersamaan dan sosialisasi antarwarga. Masyarakat tidak lagi memiliki ruang bersama untuk saling berinteraksi, komunikasi antar warga, anak-anak tidak lagi memiliki tempat bermain di ruang luar, sehingga budaya kebersamaan dan toleransi semakin terkikis. (Dalam jurnal Online Institut Teknologi Nasional; Juarni Anita, Fendy Gustya, Lucy Rahayu Erawati dan Mega Dewi Sukma peneliti dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaa Institut Teknologi Nasional – Bandung; Kajian Terhadap Ruang Publik sebagai Sarana Interaksi Warga di Kampung Muararajeun Lama, Bandung)

Menurut Carr et al. dalam Carmona dkk.(2003), ruang publik dalam suatu permukiman akan berperan secara baik jika mengandung unsur antara lain :

  1. Comfort, Merupakan salah satu syarat mutlak keberhasilan ruang publik. Lama tinggal seseorang berada di ruang publik dapat dijadikan tolok ukur comfortable tidaknya suatu ruang publik. Dalam hal ini kenyamanan ruang publik antara lain dipengaruhi oleh : environmental comfort yang berupa perlindungan dari pengaruh alam seperti sinar matahari, angin; physical comfort yang berupa ketersediannya fasilitas penunjang yang cukup seperti tempat duduk; social and psychological comfort.
  2. Relaxation, Merupakan aktifitas yang erat hubungannya dengan psychological comfort. Suasana rileks mudah dicapai jika badan dan pikiran dalam kondisi sehat dan senang. Kondisi ini dapat dibentuk dengan menghadirkan unsur-unsur alam seperti tanaman / pohon, air dengan lokasi yang terpisah atau terhindar dari kebisingan dan hiruk pikuk kendaraan di sekelilingnya.
  3. Passive engagement, Aktifitas ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Kegiatan pasif dapat dilakukan dengan cara duduk-duduk atau berdiri sambil melihat aktifitas yang terjadi di sekelilingnya atau melihat pemandangan yang berupa taman, air mancur, patung atau karya seni lainnya.
  4. Active engagement, Suatu ruang publik dikatakan berhasil jika dapat mewadahi aktifitas kontak/interaksi antar anggota masyarakat (teman, famili atau orang asing) dengan baik.
  5. Discovery, Merupakan suatu proses mengelola ruang publik agar di dalamnya terjadi suatu aktifitas yang tidak monoton.