Bazar  Buku  Pekan Sastra 2019 Mendulang Antusiasme Tinggi

Bazar buku bertajuk “Berbicara Dalam Karya,” oleh LPM MëMi FEB Unsoed, Senin (25/11), (Foto; Farah).

Purwokerto Utara – Tengah diadakan bazar buku bertajuk “Berbicara Dalam Karya”. Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian acara dalam event tahunan yang diadakan oleh LPM MëMi FEB Unsoed, yaitu Pekan Sastra 2019 bertema “Bersama Sastra Entaskan Gulita Nusantara,”(25/11).

Acara bazar tersebut diadakan 25 – 29 November 2019, yang berlokasi di area parkir Gedung Sekretariat FEB Unsoed. Terlihat saat  diadakan acara tersebut, antusiasme mahasiswa begitu tinggi mengunjungi stand penjualan karya sastra.

Menurut penuturan Fenitra salah satu panitia event Pekan Sastra 2019, persiapan dilakukan mulai dari pukul 06.00 – 09.00 WIB. Acara sendiri dimulai pukul 09.00 WIB.

“Tidak lama stand dibuka, langsung dihampiri oleh pembeli. Ada yang sekedar mampir, ada pula yang membeli. Namun, makin beranjak sore, stand semakin ramai,” ujarnya.

Dirinya kembali menuturkan bahwa setiap pembelian buku, tidak termasuk yang diobral, diberikan diskon sebesar 10% untuk pembelian buku dengan harga diatas 30 ribu. Untuk buku yang dibeli sendiri, kebanyakan merupakan karya non-fiksi, namun tidak sedikit pula buku – buku materi perkuliahan dan buku – buku sastra berbobot.

Luthi Khairurrahman selaku Ketua Panitia berharap dengan adanya Pekan Sastra mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya literasi. Untuk lomba cipta puisi diharapkan dapat mengeksplorasi kemampuan dan kreatifitas orang2 dalam menciptakan suatu karya sastra, yaitu puisi.

Bazar bukunya untuk meningkatkan minat baca khususnya dilingkungan feb unsoed. Sesuai dengan tema pekan sastra 2019 “bersama sastra entaskan gulita nusantara” diharapkan dapat menjadi fondasi atau awal mula suatu perubahan. Menyadarkan masyarakat luas terutama mahasiswa bahwa terdapat realita-realita yang menyedihkan terjadi pada bangsa ini, seperti mudahnya hoax tersebar, intoleran, dsb.

Kondisi Minat Baca dalam Dunia Mahasiswa

Membaca  buku  merupakan  salah  satu  aktivitas  belajar  yang  efektif  untuk mendapatkan  ilmu  dan  pengetahuan.  Dengan  membaca  mahasiswa  ataupun  dosen dapat memperoleh  pengetahuan  dengan  cepat  dan  mudah  karena  tinggal  memilihbuku yang akan dibaca, membukanya dan mulai membaca kata-perkata. Oleh karena itulah  membaca  semestinya  menjadi  aktivitas  pokok  civitas  akademika  khususnya mahasiswa. (Dalam jurnal majalah ilmiah pembelajaran; Deni Hardianto peneliti dari Dosen KTP FIP UNY; Studi tentang Minat Baca Mahasiswafakultas Ilmu Pendidikan UNY)

Intensitas    waktu    yang    diluangkan    seseorang    dalam    membaca    dapat mengidikasikan orang tersebut memiliki minat baca tinggi atau tidak, seseorang yang menyempatkan untuk membaca tiap harinya dapat di indikasikan bahwa dia memiliki motivasi  yang  tinggi  untuk  belajar  menambah  wawasan  dan  ilmu  pengetahuan, sementara  seseorang  yang  memiliki  intensitas  membaca  yang  tidak  stabil  cendrung kurang  memiliki  motivasi  yang  tinggi  untuk  membaca. (Dalam jurnal majalah ilmiah pembelajaran; Deni Hardianto peneliti dari Dosen KTP FIP UNY; Studi tentang Minat Baca Mahasiswafakultas Ilmu Pendidikan UNY)

Sementara  faktor  yang  dari  luar  adalah  jenis  bahan bacaan,  mahasiswa  kurang  berminat  membaca  buku-buku  yang  mata  kuliah/  teks ilmiah  dengan  beberapa  alasan  seperti  bahasanya  sulit  dipahami,  layout  buku  yang kurang  menarik  dan  teks  ilmiah  kaku  dan  membosankan.

Membaca  lebih  menuntut pada  kesadaran  seseorang  untuk  belajar,  jika  seseorang  memiliki  kesadaran  dalam membaca  tentu  dia  memiliki  kominten  untuk  meluangkan  waktu  yang  dimilikinya. Sementara   seseorang   yang   intensitas   kurang   dan   dan   komitmen   yang   lemahmengindikasikan  bahwa  masih  ada  keterpaksaan dan  dorongan  dari  luar  untuk membaca

Add Comment