Bazar Makanan dan Minuman FAAS Sebagai Wujud Pengaplikasian Berorganisasi

Purwokerto – Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi atau HMJA FEB Unsoed di pertengahan November mengadakan Forum Akuntansi Akhir Semester (FAAS) dalam bentuk kepanitiaan. Di mulai dari FAAS Sport, Seminar Nasional, perang angkatan, pensi dan bazar.

Vierdho dalam pidato sabutan pembukaan acara bazar FAAS, Senin, (18/11/2019).

FAAS menggelar bazar di pelataran kesekretariatan FEB Unsoed. Bazar ini merupakan bazar yang berisi makanan dan minuman yang berasal dari UMKM yang ada di sekitar Purwokerto. Senin, (18/11/2019).

“Saya berharap dari kegiatan bazar ini bisa membangun semangat temen-temen untuk berwirausaha dalam tingkat mahasiswa, dan bisa membangun semangat temen-temen dalam berorganisasi kedepannya, semangat terus dan semoga acara ini bisa berjalan lancar kedepannya,” ujar Vieridho, selaku ketua HMJA.

Latar belakang diadakannya bazar sebagai rangkaian acara dari FAAS adalah FEB ini menaungi HMJA, sehingga ketika berlatar belakang ekonomi dan bisnis, maka erat kaitannya dengan usaha-usaha ataupun UMKM. Melalui bazar inilah, HMJA menjadi wadah untuk UMKM bisa mengenalkan usahanya ke mahasiswa FEB, atau juga mencari pendapatan agar bisa mengembangkan usaha yang dimilikinya.

Bazar sendiri murni disusun oleh mahasiswa akuntansi FEB Unsoed. Oleh karena itu, bazar juga menjadi sarana mahasiswa akuntansi FEB Unsoed untuk belajar menyusun suatu kegiatan yang berbasis ekonomi dan bisa mengenal usaha-usaha yang ada di sekitar Purwokerto. Harapannya bisa menjadi pembelajaran untuk kedepannya bisa menjadi pelaku UMKM juga.

Bazar diadakan mulai tanggal 18 November hingga 22 November nanti dengan berbagai rangkaian acara yang disusun untuk harapannya bisa meramaikan bazar yang digelar.

Pentinya Mahasiswa untuk Berperan Aktif dalam Berorganisasi

Upaya menumbuhkan minat mahasiswa untuk berorganisasi harus menjadi perhatian (concern) baik itu orang tua, mahasiswa, serta otoritas kampus. Upaya membangun komunikasi untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya berorganisasi baik bagi orang tua dan mahasiswa perlu dilakukan. Serta tidak kalah pentingnya adalah, dukungan dari kebijakan otoritas kampus yang mampu membuat minat mahasiswa untuk berorganisasi bertambah juga harus dilakukan. (Dalam Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers, Mustika Cahyaning Pertiwi, Awang Sulistiyawan, Irma Rahmawati, dan Honest Ummi Kaltsum, peneliti dari PGSD FKIP Universitas Muhammadyah Surakarta).

Mahasiswa merupakan salah satu komponen penting untuk menunjang kemajuan negara. Oleh karena itu mahasiswa diharapkan bisa mengaplikasikan segala macam ilmunya bagi kepentingan bangsa dan negara.

Berorganisasi akan memberikan ruang kepada mahasiswa untuk dapat berkreasi dan beraktivitas secara lebih luas. Mahasiswa akan banyak berinteraksi dengan orang lain yang berlatar belakang berbeda-beda. Disinilah kemampuan komunikasi dan emosi (emotional quotient) mahasiswa akan terlatih dalam menghadapi berbagai persoalan dan konflik yang terjadi. Kedewasaan berpikir mahasiswa akan semakin tumbuh seiring aktifnya berorganisasi di kampus.

Ada beberapa manfaat organisasi bagi mahasiswa yaitu Melatih leadership, Belajar Mengatur Waktu, Memperluas Jaringan atau Networking, Mengasah Kemampuan Sosial, Problem Solving dan Manajemen Konflik.